Table of Contents
ToggleProyek Hotmik Jalan Blok Gadog Karanglayung Mangkrak, Warga Pertanyakan Kinerja Kontraktor
HARIANSUMEDANG.COM – Rencana peningkatan infrastruktur jalan desa melalui pengaspalan (hotmik) di Blok Gadog, Desa Karanglayung, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, hingga kini belum terealisasi. Padahal, proyek yang bersumber dari dana Bantuan Provinsi (Banprov) sektor Sarana dan Prasarana (Sapras) Tahun Anggaran 2025 tersebut seharusnya sudah rampung sebelum akhir tahun lalu.
Keterlambatan ini memicu reaksi keras dari warga setempat yang mempertanyakan kendala utama di balik tersendatnya proyek tersebut.
Warga Kecewa, Material Jalan Berantakan
Sejumlah tokoh masyarakat di Dusun Citeula, Desa Karanglayung, menyatakan kekecewaannya atas lambatnya realisasi pengerjaan. Menurut mereka, kondisi akses jalan saat ini sudah mengalami kerusakan yang cukup parah dan mengganggu aktivitas harian warga.
“Kami sangat menyayangkan dan kecewa dengan lambatnya pengerjaan jalan ini. Memasuki pertengahan tahun anggaran 2026, proyek belum juga dikerjakan secara menyeluruh. Baru ada pengiriman beskos (batu belah/agregat), itu pun karena terlalu lama dibiarkan, material yang sudah dihampar sekarang menjadi berantakan lagi,” ujar salah seorang tokoh warga kepada media.
Pemdes Karanglayung Sebut Anggaran Sudah Diserahkan ke Pihak Ketiga
Menanggapi keluhan warga, Kepala Desa Karanglayung, Bambang Imam Makhron, memberikan klarifikasi. Bambang menegaskan bahwa pihak Pemerintah Desa (Pemdes) tidak tinggal diam. Ia menjelaskan bahwa seluruh pengerjaan fisik maupun pengelolaan anggaran proyek tersebut telah sepenuhnya diserahkan kepada pihak ketiga atau kontraktor.
“Untuk pengerjaan hotmik jalan ini sudah kami percayakan kepada pemborong, termasuk urusan keuangan pun sudah diserahkan seluruhnya. Bukti kuitansi dan surat perjanjiannya ada,” kata Bambang.
Bambang menambahkan, pihaknya telah berulang kali melakukan koordinasi dan menghubungi pihak kontraktor untuk menagih komitmen mereka. Namun, hingga saat ini pihak kontraktor hanya memberikan janji tanpa ada tindakan nyata di lapangan.
“Setiap dihubungi, jawabannya selalu siap dan akan segera dilaksanakan. Namun kenyataannya masih seperti ini,” imbuhnya.
Baca Juga:
Solusi Cerdas Berorientasi Global dari Tianjin: Membawa Teknologi Mutakhir ke Kehidupan Sehari-hari
Media Inggris Memperkirakan Anak Asuh John Herdman Bakal Menghadapi Perlawanan Sengit dari Tim Tamu
Diduga Terjadi di Beberapa Desa Lain
Berdasarkan keterangan Kepala Desa, mandeknya proyek infrastruktur ini diduga tidak hanya terjadi di Desa Karanglayung. Pihak kontraktor yang sama diketahui juga menangani proyek serupa di beberapa desa lain di wilayah Sumedang, yang hingga kini progress pengerjaannya dilaporkan masih belum tuntas.
Warga berharap instansi terkait dan pemerintah daerah turun tangan untuk mengevaluasi kinerja kontraktor tersebut agar hak masyarakat dalam menikmati fasilitas jalan yang layak dapat segera terpenuhi. (Supriadi)







