HARIAN SUMEDANG — Ada pemandangan yang berbeda saat melintasi koridor SMAN 1 Sumedang beberapa bulan terakhir ini. Wajah-wajah tegang yang biasa menghiasi ruang kelas berganti dengan senyum hangat dan sapaan akrab.
Di balik perubahan suasana yang lebih hidup dan tanpa sekat ini, ada sosok perempuan yang perlahan meruntuhkan tembok kaku birokrasi sekolah: Titin Suryati Sukmadewi.
Sejak diamanahi memimpin SMAN 1 Sumedang, Titin membawa angin segar lewat gaya kepemimpinannya yang cair dan elastis.
Ia bukan sekadar kepala sekolah yang selalu duduk manis di balik meja kerja, melainkan sosok “ibu” yang hadir di tengah-tengah mereka.
Salah satu perubahan paling mendasar yang dirasakan adalah hilangnya rasa segan yang berlebihan. Titin sengaja menanamkan nilai kepemimpinan yang merakyat dan merangkul.
Kehadirannya tidak lagi menakutkan, melainkan menenangkan. Sikapnya yang mudah tersenyum dan selalu terbuka membuat siapa saja nyaman bertegur sapa, berdiskusi, hingga berbagi cerita tanpa takut diintimidasi oleh hierarki jabatan.
Sisi humanis kepemimpinan Titin juga terpancar kuat dari aktivitas kesehariannya, termasuk di media sosial dan aplikasi pesan singkat.
Lewat status WhatsApp-nya, Titin kerap membagikan momen-momen sederhana namun bermakna yang terjadi di lingkungan sekolah:
-
Panggung Kecil untuk Siswa Berprestasi: Titin tak segan mengunggah foto dan ucapan bangga satu per satu untuk siswanya yang meraih prestasi, baik skala lokal maupun nasional.
-
Perhatian untuk Sang Pendidik: Ia kerap merekam dan membagikan momen hangat saat para guru sedang berinteraksi serta membimbing siswa di kelas.
-
Penghargaan Tanpa Suara: Momen-momen saat guru atau staf bekerja keras di hari libur pun tak luput dari pandangannya. Ia mengabadikannya sebagai bentuk apresiasi tulus atas dedikasi mereka.
Bagi Titin, sapaan kecil dan pengakuan sederhana seperti itu adalah energi positif yang dapat memantik semangat seluruh warga sekolah.
Baca Juga:
Huawei Jadi Mitra bagi Ajang GSMA M360 ASEAN 2026
SD Negeri Cimuncang Surian Terima Bantuan Revitalisasi Sekolah Rp1,06 Miliar
Di bawah nahkodanya, SMAN 1 Sumedang bertransformasi menjadi Sekolah Ramah—sebuah ruang belajar yang tidak hanya mengejar target akademik, tetapi juga merawat kesehatan mental dan rasa bahagia penghuninya.
Sikapnya yang elastis—mudah beradaptasi, fleksibel, namun tetap tegas dalam prinsip—menjadikannya figur pemimpin yang dinantikan, bukan dihindari.
Di tangan Titin Suryati Sukmadewi, SMAN 1 Sumedang kini bukan lagi sekadar tempat menuntut ilmu, melainkan “rumah kedua” yang penuh kehangatan, apresiasi, dan rasa kekeluargaan. ( Red )







