Table of Contents
ToggleMuncul Perdana usai Didapuk Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang Ungkap Alasan Militer Urus MBG
HARIANSUMEDANG.COM – Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) yang baru, Nanik S. Deyang, akhirnya muncul memberikan keterangan resmi ke publik di Kantor BGN, Jakarta Pusat, pada Kamis (4/6/2026). Nanik resmi mengemban amanah baru tersebut setelah menerima mandat langsung dari Presiden RI Prabowo Subianto pada Selasa (2/6/2026).
Nanik, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakil Kepala BGN, naik takhta menggantikan pendahulunya, Dadan Hindayana. Pergantian kepemimpinan ini terjadi setelah Dadan ditetapkan sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus dugaan korupsi dalam tata kelola Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).
Dalam pidato perkenalan perdananya, Nanik meluruskan persepsi publik mengenai latar belakang pendidikannya, sekaligus memaparkan sejumlah poin strategis terkait keberlanjutan program prioritas Makan Bergizi Gratis (MBG).
1. Luruskan Latar Belakang Pendidikan
Mengawali penjelasannya, Nanik menegaskan bahwa dirinya merupakan lulusan Sarjana Biologi, bukan dari disiplin ilmu lain seperti yang banyak diberitakan.
“Saya Sarjana Biologi ya, saya ulang, bukan Sarjana Kehutanan. Sarjana Biologi,” tegas Nanik di hadapan awak media.
2. Perketat Audit Keuangan Bersama Agustina Arumsari
Untuk memastikan transparansi dan akuntabilitas lembaga, Nanik memperkenalkan Agustina Arumsari sebagai salah satu Wakil Kepala BGN yang baru. Arum, yang berpengalaman selama 34 tahun di bidang pengawasan dan mantan Wakil Kepala Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP), diplot khusus untuk mengawal anggaran BGN.
“Dengan tugas dari Pak Presiden, sesuai dengan keahlian beliau, beliau akan mengawasi dengan super ketat tata kelola dan keuangan negara yang di BGN,” ujar Nanik.
3. Alasan Pelibatan Militer dalam Program MBG
Selain Arum, Nanik juga memperkenalkan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN lainnya. Mengingat status Trenggono yang masih merupakan anggota TNI aktif, Nanik mengonfirmasi bahwa yang bersangkutan tengah memproses administrasi pensiunnya.
Baca Juga:
Menguji Integritas Badan Gizi Nasional: Mungkinkah Pembusukan Telah Mencapai Ekor?
Hari Pertama Penyaluran, TASPEN Rampungkan 99% Pembayaran Gaji ke-13 Pensiunan ASN
“Mungkin dalam waktu dekat beliau sudah pensiun. Tapi proses pengunduran dirinya sudah dilakukan, berlangsung sejak kemarin,” jelasnya.
Penunjukan Trenggono—yang juga mantan Wakil Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara—sempat memicu pertanyaan mengenai keterlibatan militer dalam program gizi nasional. Menjawab hal tersebut, Nanik membeberkan bahwa kompetensi teritorial TNI sangat dibutuhkan untuk menyisir wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).
“Kenapa ada militer? Nanti kaitannya dengan program MBG, di mana kami membutuhkan ahli teritorial di situ,” kata Nanik.
Langkah ini diambil demi memastikan distribusi program MBG dapat menjangkau sekolah-sekolah serta ibu hamil di kawasan terpencil melalui berbagai alternatif skema pelaksanaan yang efisien agar tidak membebani APBN. (Tatang Tarmedi) ****








