Petik Anggur di Tomo, KWT Jatiputri Karyamukti Hadirkan Wisata Edukasi Sekaligus Dukung Program MBG

- Pewarta

Rabu, 22 April 2026 - 18:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMEDANG – Sensasi memetik anggur segar ala kebun modern kini bisa dinikmati langsung di Kecamatan Tomo. Tepatnya di Desa Karyamukti, Kelompok Wanita Tani (/ berhasil menghadirkan greenhouse anggur yang produktif sekaligus menjadi daya tarik baru bagi masyarakat.

Di bawah naungan greenhouse sederhana namun tertata rapi, berbagai jenis anggur tumbuh subur. Salah satunya varietas “Baikonur” yang menjadi unggulan. Pengunjung bahkan diperbolehkan memetik langsung buah anggur dari pohonnya, dengan harga terjangkau mulai dari Rp120.000.

Keberhasilan budidaya anggur ini tidak lepas dari inovasi pemanfaatan air dari sungai yang dipompa menggunakan listrik, sehingga kebutuhan irigasi tetap terjaga meski di musim kemarau. Sistem ini menjadi solusi efektif bagi pertanian modern skala desa.

Ketua KWT Jatiputri, Ibu Juju, menjelaskan bahwa selain anggur, kelompoknya juga mulai mengembangkan rencana pertanian hidroponik untuk memperluas jenis komoditas yang dihasilkan.
“Kedepan, kami ingin tidak hanya anggur, tapi juga sayuran dan buah lainnya dengan sistem hidroponik,” ujarnya.

Tak hanya berhenti sebagai kebun produksi, KWT Jatiputri juga diarahkan menjadi pemasok bahan pangan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG). Buah anggur dan hasil pertanian lainnya direncanakan akan menjadi bagian dari suplai kebutuhan dapur MBG di wilayah Tomo dan sekitarnya.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, memberikan apresiasi atas inisiatif dan inovasi yang dilakukan KWT Jatiputri.

“Ini contoh nyata bagaimana masyarakat, khususnya ibu-ibu KWT, mampu berinovasi dan menghadirkan pertanian modern bernilai ekonomi tinggi. Tidak hanya meningkatkan kesejahteraan keluarga, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan pangan daerah,” ujarnya.

Bupati juga menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Sumedang akan terus mendorong penguatan kelembagaan KWT, termasuk dalam hal akses permodalan, sarana produksi, hingga pemasaran.

“Kami akan dorong agar KWT seperti Jatiputri ini bisa menjadi bagian dari rantai pasok program Makan Bergizi Gratis (MBG). Ini peluang besar, karena kebutuhan sayur dan buah sangat tinggi dan harus dipenuhi dari produk lokal,” tambahnya.

Dukungan dari pemerintah kecamatan pun terus mengalir, mulai dari bantuan sarana produksi hingga dorongan pemasaran agar produk KWT semakin dikenal luas.

Dengan inovasi, semangat gotong royong, dan dukungan berbagai pihak, KWT Jatiputri Desa Karyamukti membuktikan bahwa desa mampu menjadi pusat pertanian modern sekaligus destinasi wisata edukasi yang menjanjikan di Kabupaten Sumedang. (SITI) ***

Berita Terkait

Peringati Hari Jadi Sumedang ke-448, Ketua BAZNAS Sumedang Ayi Subhan Hafiz Ajak Perkuat Sinergi dan Tebarkan Manfaat
Jembatan Apung Palabuan-Babakan Anyar: Inovasi Desa untuk Meringankan Beban Masyarakat
JNGR Hadirkan Keindahan Seni Tradisional Sunda: Kecapi Suling Menghipnotis Tamu Hotel
Damar Sewu” Tradisi Menjelang Lebaran yang Hilang di Sumedang
Kapolri Diperintah Langsung Presiden Prabowo Usut Tuntas Penyerangan Andrie Yunus
Diskominfo Majalengka Sediakan WiFi Gratis di 10 Titik Publik, Warga Sambut Positif.
Utang Menumpuk, Ekonomi Terancam: Apakah Indonesia Terjebak dalam Perangkap Utang Abadi?”
Pemkab Sumedang Anggarkan Rp53,5 Miliar untuk Gaji dan Perlindungan Sosial PPPK Paruh Waktu

Berita Terkait

Rabu, 22 April 2026 - 18:11 WIB

Petik Anggur di Tomo, KWT Jatiputri Karyamukti Hadirkan Wisata Edukasi Sekaligus Dukung Program MBG

Senin, 20 April 2026 - 14:57 WIB

Peringati Hari Jadi Sumedang ke-448, Ketua BAZNAS Sumedang Ayi Subhan Hafiz Ajak Perkuat Sinergi dan Tebarkan Manfaat

Minggu, 12 April 2026 - 21:06 WIB

Jembatan Apung Palabuan-Babakan Anyar: Inovasi Desa untuk Meringankan Beban Masyarakat

Senin, 23 Maret 2026 - 18:41 WIB

JNGR Hadirkan Keindahan Seni Tradisional Sunda: Kecapi Suling Menghipnotis Tamu Hotel

Jumat, 20 Maret 2026 - 08:13 WIB

Damar Sewu” Tradisi Menjelang Lebaran yang Hilang di Sumedang

Berita Terbaru