MAJALENGKA – Sekolah Sepak Bola (SSB) Brawijaya Kadipaten dipercaya menjadi tuan rumah dalam gelaran pertandingan Liga Soeratin U-15 tahun 2026. Pertandingan yang mempertemukan SSB Brawijaya melawan SSB Madukara (Sindangkasih) tersebut berlangsung di Lapangan Bola Pakuwon, Desa Karangsambung, Kecamatan Kadipaten, pada Minggu (21/6/2026).
Sepanjang laga, pelatih SSB Brawijaya, Ikbar, terus memberikan dukungan dan arahan taktis dari pinggir lapangan. Ia menekankan pentingnya kerja sama tim, semangat juang, dan menjaga sportivitas. Menariknya, tim ini menunjukkan tradisi religius yang kuat sebelum memasuki arena pertandingan, seperti membaca ayat suci Al-Qur’an dan memanjatkan doa bersama untuk keselamatan serta kemenangan tim—sebuah pemandangan yang jarang terlihat di tim lain. Strategi dan pendekatan spiritual ini berbuah manis dengan kemenangan mutlak SSB Brawijaya atas SSB Madukara dengan skor 3-0.
Table of Contents
ToggleMelahirkan Pemain Nasional dan Jalur Prestasi
Manajer SSB Brawijaya sekaligus pemilik Klinik Amalia, H. Ade Syarifuddin, menyatakan rasa syukurnya atas eksistensi klub yang konsisten dari tahun ke tahun. SSB Brawijaya tercatat telah melahirkan banyak atlet berprestasi di tingkat nasional, termasuk nama-nama besar di kancah persepakbolaan Indonesia seperti Sman Setiadi, Roy Darwis, hingga Jajang Nurjaman yang pernah menimba ilmu di sini.
Selain karier profesional, banyak lulusan SSB Brawijaya yang berhasil melanjutkan pendidikan tinggi di berbagai fakultas melalui jalur prestasi olahraga, salah satunya lewat ajang FJL.
“Alhamdulillah, saat ini Brawijaya berada di peringkat ke-4 klasemen sementara. Mudah-mudahan bisa merangkak naik ke peringkat 1 atau 2. Target kami adalah bisa mewakili Kabupaten Majalengka di event tingkat provinsi maupun nasional,” ujar H. Ade seusai pertandingan.
H. Ade juga menegaskan bahwa SSB Brawijaya membuka kesempatan selebar-lebarnya bagi warga Majalengka yang ingin bergabung tanpa dipungut biaya. Kendati demikian, ia menekankan seleksi alam yang ketat melalui nilai-nilai fundamental klub.
“Syarat utamanya untuk bertahan di sini adalah disiplin dan loyalitas. Kalau disiplin dan loyalitasnya bagus, mereka akan bertahan. Bahkan, di sini sudah terjadi regenerasi di mana dulu kakeknya yang bermain di sini, sekarang cucunya yang bergabung,” tambahnya.
Misi Pembentukan Karakter Islami
Berdiri dan dirintis di lingkungan Kiai dan Pesantren, SSB Brawijaya mengusung misi khusus: tidak hanya mencetak atlet profesional, tetapi juga membentuk karakter unggul yang taat dalam menjalankan perintah agama Islam.
Manajemen menekankan dua pilar utama kepada para anak asuh dalam menghadapi setiap laga, yakni berdoa kepada Yang Maha Kuasa dan berusaha semaksimal mungkin di lapangan dengan mengikuti instruksi pelatih.
Baca Juga:
Hisense Tampilkan Pesan “Innovating a Brighter Life” di FIFA World Cup 2026™
Taylor’s University Tempati Jajaran 1% Universitas Terbaik Dunia
Harapan Dukungan Fasilitas dari Pemkab Majalengka
Meskipun sukses meraih prestasi, SSB Brawijaya masih menghadapi tantangan fasilitas. Lapangan Pakuwon yang menjadi markas mereka saat ini baru hampir memenuhi standar nasional dan membutuhkan penataan serta perluasan. Lahan untuk pengembangan sebenarnya tersedia, namun pihak klub terbentur kendala anggaran.
Pihak manajemen berharap Pemerintah Daerah Kabupaten Majalengka, khususnya Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora), dapat segera menurunkan bantuan anggaran dalam waktu dekat. Dukungan ini dinilai krusial agar cita-cita masyarakat dan pecinta sepak bola di Majalengka untuk memiliki fasilitas lapangan yang mumpuni dapat segera terealisasi. ( Abdul Haris ) ****








