HARIAN SUMEDANG ONLINE – Sektor pertanian menjadi komitmen utama Ade Ahmad Sarifudin dalam kontestasi Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Kudangwangi, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang.
Calon kepala desa bernomor urut 1 ini menegaskan, langkahnya maju dalam kontestasi berlandaskan dorongan sederhana untuk mengabdi dan memajukan taraf hidup warga lokal.
“Sangat sederhana, saya ingin bekerja mengabdi memajukan masyarakat Kudangwangi,” ujar Ade, Rabu (7/10/2026).
Aspirasi dan Masalah Akar Rumput
Latar belakang Ade sebagai pengusaha perabotan tak membatasinya untuk menyelami persoalan mendasar warga. Melalui serangkaian silaturahmi dan dialog, ia menangkap ketergantungan besar masyarakat Kudangwangi pada sektor agraris.
Bagi Ade, mayoritas warga menggantungkan hidup dari bertani. Karena itu, arah pembangunan desa semestinya berfokus pada penguatan infrastruktur dan sarana penunjang pertanian.
“Pada dasarnya sederhana, kita akan memperbaiki fasilitas-fasilitas yang menunjang di sektor pertanian seperti irigasi dan pupuknya,” tegasnya.
Pola Komunikasi Dua Arah
Ade menekankan bahwa arah pembangunan desa tidak boleh hanya datang dari gagasan sepihak pemerintah desa. Pendekatan yang diusungnya menekankan komunikasi dua arah agar setiap kebijakan tepat sasaran.
Keluhan dan aspirasi warga akan dijadikan pijakan utama dalam merumuskan Rencana Kerja Pembangunan Desa (RKP Desa) serta Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJM Desa) untuk kurun waktu delapan tahun ke depan.
Baca Juga:
SEKRETARIAT DPRD SUMEDANG PERPANJANG KONTRAK PPPK PARUH WAKTU, TEKANKAN DISIPLIN DAN KINERJA
Nestlé dan NBA mengumumkan kemitraan pemasaran internasional jangka panjang
“Semua apa yang menjadi keluhan-keluhan warga masyarakat Desa Kudangwangi untuk kita menentukan rencana kerja jangka menengah dan rencana kerja pembangunan desa pada delapan tahun yang akan datang,” ungkapnya.
Urgensi Bendungan Cariang
Salah satu persoalan vital yang menjadi sorotan khusus Ade adalah belum rampungnya proyek Bendungan Cariang. Pasokan air yang belum pasti menjadi kendala serius bagi produktivitas lahan pertanian setempat.
Jika diberikan amanah memimpin, ia berkomitmen melakukan konsolidasi aktif dengan dinas dan UPTD terkait guna mengawal kejelasan kelanjutan proyek tersebut.
Baca Juga:
Ketika Wali Kelas Menjelma ‘Jaksa’ di Ruang Kelas
Perkuat Pengelolaan Sampah, DLH Majalengka Terima Bantuan Mobil Operasional dari Bank BJB
“Kita konsolidasi sama pihak-pihak terkait, baik melalui UPTD terkait, leading sector pertanian. Kita akan mengadakan upaya untuk bagaimana caranya solusi Bendungan Cariang,” kata Ade.
Ia menambahkan, kepastian tahapan dan percepatan pelaksanaan proyek menjadi kunci agar pasokan irigasi petani Kudangwangi dapat terjamin secara berkelanjutan.
Kompetisi Pilkades
Menghadapi kontestasi Pilkades Kudangwangi, kandidat nomor urut 1 ini bersaing dengan sejumlah calon lain, termasuk petahana.
Ade optimistis pendekatan pembangunan yang partisipatif dan berfokus pada kebutuhan riil warga—khususnya pembenahan sektor pertanian—mampu membawa perubahan nyata bagi Desa Kudangwangi. ( Abdul Haris )







