HARIAN SUMEDANG ONLINE – Kelompok Tani (Poktan) Sumber Rejeki Desa Sukamulya, Kecamatan Ujungjaya, siap menjadi pionir penerapan program Pertanian Modern – Advanced Agriculture System (PM AAS) di wilayah Sumedang.
Langkah ini diambil setelah hasil demonstrasi plot (demplot) yang digagas Kementerian Pertanian Republik Indonesia melalui BPP Ujungjaya menunjukkan performa yang amat signifikan.
Meski tanaman padi demplot belum memasuki masa panen, pertumbuhan fisik tanaman sudah memperlihatkan perbedaan mencolok ketimbang metode konvensional.
Melihat keberhasilan tersebut, Ketua Poktan Sumber Rejeki, H. Andi Yanrana (H. Ali), langsung menyiapkan lahan seluas 12 hektare untuk menerapkan metode PM AAS secara penuh pada masa tanam 2026.
Pernyataan ini disampaikan H. Ali saat berdiskusi langsung dengan tim Kementan yang dipimpin Budi dari Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Tim Ker Penyuluh Pertanian Kabupaten Sumedang, POPT, Penyuluh Lapangan, serta UPTD Pertanian Kecamatan Ujungjaya, Rabu (28/10/2026).
Keunggulan Metode PM AAS di Lapangan
H. Ali mengungkapkan, pengamatan selama proses pendampingan demplot mencatat sejumlah keunggulan nyata dari pola tanam PM AAS.
Jumlah anakan padi terbukti jauh lebih banyak, yakni mampu mencapai hingga 60 tunas per rumpun.
Selain itu, ketahanan tanaman terhadap serangan hama meningkat dan usia panen bisa maju 10 hari lebih cepat.
Baca Juga:
Ketika Anak Muda dan Kerukunan Iman Menjelma Menjadi Gerakan Nyata
Gerakan SMILE Eco Bhinneka Muhammadiyah Satukan Komunitas Lintas Iman untuk Aksi Keadilan Iklim
Toleransi Nol Terhadap Pembakaran: RSPO Memperkuat Standar Ketat Tanpa Pembakaran
Dari sisi efisiensi usahatani, metode ini mampu memangkas biaya produksi hingga 15–20 persen, sekaligus berpotensi mengerek hasil panen sebesar 10 persen.
Guna mengoptimalkan potensi tersebut, H. Ali menyarankan petani memilih varietas unggul yang adaptif dengan karakteristik lahan setempat, seperti varietas Inpari 49.
Potensi Lahan dan Kendala Alat Mesin Pertanian
Untuk wilayah Desa Sukamulya secara keseluruhan, target perluasan kawasan PM AAS pada tahun 2026 diperkirakan mencapai 15 hingga 20 hektare.
Secara geografis, lahan Poktan Sumber Rejeki diuntungkan oleh posisinya yang membentang di sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Cipelang, sehingga ketersediaan pasokan air relatif terjamin.
Baca Juga:
Meski demikian, tantangan utama yang dihadapi para petani adalah keterbatasan alat dan mesin pertanian (alsin), khususnya pompa air.
Pompa air yang ada saat ini merupakan bantuan tahun 2024 dan kondisinya sudah termakan usia, padahal sering harus dioperasikan selama 24 jam nonstop untuk menjaga kecukupan air.
Para petani berharap Pemerintah Pusat maupun Daerah dapat segera memberikan solusi penambahan unit pompa air baru agar akselerasi program ketahanan pangan di Ujungjaya berjalan optimal. ( Abdul Haris )








