HARIANSUMEDANG.COM – Seorang janda di Florida telah melahirkan seorang putra yang ia gambarkan sebagai sebuah “keajaiban,” karena ia meyakini bayi itu dikandung setelah kematian suaminya
Mari Kuhlman menyambut putranya, Raphael Patrick, pada 18 Juli, sembilan bulan setelah suaminya, Nate Kuhlman, meninggal dalam kecelakaan ski air pada 31 Oktober.
Pasangan itu baru saja menikah dan pergi ke St. Lucia untuk berbulan madu, di mana Nate pergi bermain ski air dan tenggelam setelah terjatuh.
Mari mengatakan bahwa orang-orang yang ada di sekitar mencoba menyadarkannya tetapi tidak berhasil, dan Nate dinyatakan meninggal.
Setelah kematian Nate, ia dan keluarganya berdoa memohon keajaiban, “Bagaimana jika Tuhan menjawab ini dengan cara lain — bahwa saya hamil?”
Sekitar sebulan kemudian, ia melakukan tes kehamilan setelah terlambat menstruasi dan terkejut dengan hasilnya, ternyata ia hamil.
“Saya sangat gembira karena Tuhan akan memberi kami anugerah kehidupan baru ini,” imbuhnya kepada National Catholic Register .
Mari telah menggunakan aplikasi Flo untuk melacak siklus menstruasinya, dan aplikasi itu menunjukkan bahwa ia telah berovulasi beberapa hari sebelum pernikahannya dengan Nate,
Menurut Derek Wildman, seorang profesor di University of South Florida pengajar biologi reproduksi, begitu ovarium melepaskan sel telur, “Anda hanya punya waktu satu atau dua hari, paling lama, untuk bisa hamil.”
Baca Juga:
Pertahankan Komitmen Akuntabilitas, Kabupaten Majalengka Raih Opini WTP 13 Kali Berturut-turut
AGIBOT Gelar APC 2026 di Indonesia, Percepat Implementasi AI Berwujud Fisik di Pasar Lokal
Pelatih Mozambik Puji Timnas Indonesia, ” Ranking FIFA Hanyalah Ilusi ” Katanya
Menurut Sang Profesor mungkin perhitungannya salah mengenai tanggal ovulasinya?” lanjut sang profesor. “Atau mungkin, ini kekadian langka, mungkin saja, bahwa sel telur jatuh dari ovarium kedua.” Sumber : people.com.
(Tatang Tarmedi) ***








