Sampai Kapan Upah Guru Honorer Bisa Layak Seiring dengan Serba mahalnya Biaya Kehidupan ?

- Pewarta

Jumat, 11 Oktober 2024 - 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Guru honorer melakukan demonstrasi di depan Istana Presiden karena gaji yang rendah dan ketidakpastian kerja. ( Foto : bbc.com )

Guru honorer melakukan demonstrasi di depan Istana Presiden karena gaji yang rendah dan ketidakpastian kerja. ( Foto : bbc.com )

HARIANSUMEDANG.COM – Di era merdeka ini, ketika kecanggihan teknologi dalam genggaman manusia, masih banyak simpul- simpul permasalahan yang sulit untuk diurai.

Salah-satunya, nasib guru honorer, yang nominal honor alias pendapatan mereka jauh tidak sebanding dengan irama pengabdiannya. Bahkan, ada yang menyebut ‘Kurang Manusiawi’.

Masih ada guru honor sekolah swasta diupah perbulannya cuma Rp.90 ribu, jelas hal itu sangat tidak sebanding dengan fakta hidup kekinian yang serba canggih dan serba mahal.

Tak sedikit omongan-omongan sumbang meracuni pengabdiannya, kok kenapa masih mau jadi guru honor yang tidak jelas pangkal ujungnya dan blablabla omongan lainnya

Namun, semangat mereka tidak tergoyahkan, untuk terus setia memberikan layanan kepada para peserta didiknya.

Mereka ikhlas mendidik demi membentuk generasi yang baik dan berguna kelak bagi bangsa dan negara ketika mereka relah usia dewasa.

Guru honorer perlu mendapatkan pengakuan dari pemerintah, walau bagaimanapun mereka itu orang orang berprestasi dan memiliki aksi nyata dalam bidang pendidikan.

Pada saat ini iklim politik sedang berkiblat ke Pilkada, sebagai awal untuk menentukan pemimpin dimasa yang akan datang,

Pemimpin baru nanti diharapkan mampu memperjuangkan nasib guru honorer Jangan terkesan ada pilih kasih karena tujuannya sama yakni mencerdaskan anak bangsa.

Sampai 2020 jumlah guru non-PNS di Indonesia mencapai 937.228 orang. Dari jumlah tersebut, 728.461 di antaranya berstatus guru honorer sekolah.

( Lilis Herlina ) ***

Berita Terkait

IRI Indonesia Serukan Empat Poin dan Prihatin Atas Berulangnya Kebakaran Hutan
Polri Sudah Tetapkan 138 Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
Demi Karir Anak, Johan Nekad Jalan Kaki Pemalang – Jakarta
PWI Yogyakarta  Usulkan Almarhum Udin Wartawan Bernas Sebagai Pahlawan Nasional
DJBC Banten Memusnahkan Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal  serta Ribuan Liter Minol
Ribuan Personel Gabungan Disiagakan, 21 Orang Diamankan Jelang Aksi BEM UI di Bundaran HI
IRI Indonesia dan Pemprov Papua Barat Satukan Iman, Adat, dan Kebijakan untuk Selamatkan Hutan Papua
Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT: Peringatan Tsunami Dikeluarkan, 2 Meninggal di Sikka

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 03:39 WIB

IRI Indonesia Serukan Empat Poin dan Prihatin Atas Berulangnya Kebakaran Hutan

Selasa, 8 September 2026 - 17:47 WIB

Polri Sudah Tetapkan 138 Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan

Sabtu, 5 September 2026 - 14:50 WIB

Demi Karir Anak, Johan Nekad Jalan Kaki Pemalang – Jakarta

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:50 WIB

PWI Yogyakarta  Usulkan Almarhum Udin Wartawan Bernas Sebagai Pahlawan Nasional

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:17 WIB

DJBC Banten Memusnahkan Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal  serta Ribuan Liter Minol

Berita Terbaru

Melalui layanan ini, pelanggan dapat melakukan catat meter mandiri setiap tanggal 23 hingga 27 setiap bulannya

Info Sumedang

PLN Sumedang Ajak Pelanggan Manfaatkan SwaCAM Setiap Tanggal 23–27

Kamis, 24 Sep 2026 - 17:49 WIB