Sudah Saatnya Guru Fokus Kepada Fungsi Mendidik dan Mengajar Bukan di Luar Fungsi itu

- Pewarta

Jumat, 14 Februari 2025 - 12:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sorotan juga muncul dari pemerhati pendidikan Edi Sutiyo, saat dimintai tanggapannya dirinya sangat menunggu langkah Gubernur Jawa Barat tersebut. ( Dok.Hariansumedang.com / Dody NSH )

Sorotan juga muncul dari pemerhati pendidikan Edi Sutiyo, saat dimintai tanggapannya dirinya sangat menunggu langkah Gubernur Jawa Barat tersebut. ( Dok.Hariansumedang.com / Dody NSH )

HARIANSUMEDANG.COM – Gubernur terpilih Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti berbagai permasalahan di sepitar dunia pendidikan.

Semisal, penjualan buku/ LKS, studi tour, penahanan ijazah, kekurangan kelas bahkan guru kadang bermain medsos di lingkungan sekolah di saat jam mengajar.

Juga, pungutan- pungutan yang memberatkan orang tua murid dan tak kalah pentingnya guru disibukkan dengan laporan melalui berbagai aplikasi.

Dedi dalam satu kesempatan menegaskan bahwa setelah dirinya di lantik tanggal 20 Februari 2025 nanti, akan segera melakukan tindakan terhadap berbagai masalah tersebut.

Berbagai kalangan masyarakat sangat mendukung gebrakan kang Dedi tadi, dengan harapan untuk memperbaiki dan membenahi dunia pendidikan di Jawa Barat.

Sorotan juga muncul dari pemerhati pendidikan Edi Sutiyo, saat dimintai tanggapannya dirinya sangat menunggu langkah Gubernur Jawa Barat tersebut.

Menurut pandangannya, sudah saatnya guru kembali kepada pesan tokoh pendidikan Ki Hajar Dewantara, yakni Ing Ngarso Sungtulodo, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani,

” Tentu bagi insan pendidikan pesan beliau sangat melekat, namun pertanyaannya, sudahkah itu menjadi ruh dalam keseharian mereka, ” ungkap Ketum SIMPE.

Saat ini peran  guru dalam mendidik, kata Edy, sudah mulai memudar. Faktanya, untuk menunjang karier, guru kini lebih banyak disibukkan untuk hal -hal yang bersifat administratif.

” Peran mendidik mengalami dekandensi yang signifikan, guru- guru  berstatus ASN kadang peran dan tugasnya lebih banyak digantikan oleh tenaga honorer, ” ungkap praktisi hukum tadi.

Sementara guru ASN, lanjut Edy, mencari sampingan mengajar, semisal menjadi guru di sekolah swasta, sekolah utamanya  kadang sering ditinggalkan.

Edi berharap,  eksistensi dan marwah guru bisa tumbuh kembali, sehingga cita- cita bangsa ini akan tercapai, tidak ada lagi permasalahan  yang membelit dunia pendidikan.

( Dody / NSH ) ***

Berita Terkait

Rapat paripurna DPRD kabupaten Sumedang dalam rangka Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah dan Raperda Perubahan APBD
Wabup Fajar Tekankan Sekolah Ramah Lingkungan: Mulai dari Kelas hingga Pilah Sampah
Tukang Becak Sumedang Ikuti Pelatihan Becak Listrik, Bupati Dony: Pelayanan Harus Ramah dan Someah
Peringati HUT ke-65 Pramuka, Kwarran Tomo Gelar Jambore Ranting 2026 di Buper Darmawangi
DEN Jadikan Sumedang Percontohan Digitalisasi Bansos, 15 Investor Diajak Lihat Langsung
Koramil dan Polsek di Pamulihan-Sumedang Bagikan Ratusan Masker Antisipasi Debu dan Cuaca Ekstrem
Rapat Koordinasi Forkopimda Sumedang Menyoroti Penanganan Karhutla
Bupati Sumedang Bakar Semangat 1.007 Mahasiswa Baru UNSAP dan STAI Sumedang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:41 WIB

Rapat paripurna DPRD kabupaten Sumedang dalam rangka Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah dan Raperda Perubahan APBD

Rabu, 9 September 2026 - 18:13 WIB

Wabup Fajar Tekankan Sekolah Ramah Lingkungan: Mulai dari Kelas hingga Pilah Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 17:55 WIB

Tukang Becak Sumedang Ikuti Pelatihan Becak Listrik, Bupati Dony: Pelayanan Harus Ramah dan Someah

Rabu, 9 September 2026 - 12:09 WIB

Peringati HUT ke-65 Pramuka, Kwarran Tomo Gelar Jambore Ranting 2026 di Buper Darmawangi

Selasa, 8 September 2026 - 20:29 WIB

DEN Jadikan Sumedang Percontohan Digitalisasi Bansos, 15 Investor Diajak Lihat Langsung

Berita Terbaru