Ikatan Kekeluargaan Alumni SPP SPMA Tanjungsari Angkatan 1984-85 Tak Lebur Ditelan Gelombang Waktu

- Pewarta

Senin, 24 Februari 2025 - 19:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Meskipun rentang waktu dari sejak kelulusan tahun 1985 hingga sekarang hampir setengah abad, namun mereka tetap menjalin komunikasi dan hubungan secara kekeluargaan ( Dok.Hariansumedang.com / Tatang Tarmedi )

Meskipun rentang waktu dari sejak kelulusan tahun 1985 hingga sekarang hampir setengah abad, namun mereka tetap menjalin komunikasi dan hubungan secara kekeluargaan ( Dok.Hariansumedang.com / Tatang Tarmedi )

HARIANSUMEDANG.COM – Jalinan kekeluargaan alumni Sekolah Pertanian Pembangunan (SPP) Sekolah Pertaniam Menengah Atas (SPMA) Tanjungsari angkatan 1984-85 seolah tak lebur ditelan gelombang waktu.

Meskipun rentang waktu dari sejak kelulusan tahun 1985 hingga sekarang hampir setengah abad, namun mereka tetap menjalin komunikasi dan hubungan secara kekeluargaan dengan saling berkunjung ke kediaman masing-masing.

Seolah tidak puas dengan sebatas reunian biasa dengan kepanitiaan khusus, angkatan ini pun menjalin pertemuan di luar itu. Mereka saling perhatikan, bahkan membantu menyemangati surutnya kehidupan beberapa alumni.

Mereka tidak pernah memandang derajat nasib sesama alumni seangkatan. Meskipun salah seorang telah bernasib lebih baik, namun ke alumni lain yang nasibnya dipandang kurang menguntungkan, tetap saling menghargai.

Keluhuran nilai-nilai solidaritas dan kekeluargaan alumni SPP SPMA Tanjungsari sangat diakui Hadie Guna, Mantan Kepala di sekolah tersebut, bahkan ia memandang bukan satu angkatan saja, nyaris semua angkatan berkarakter sama.

Hal senada disampaikan Drs.H. Edeng Sutarsa, alumni SPP SPMA tahun 1984-85 yang kini menjadi Kepala SMP Negeri 1 Sumedang Kota.

Ia memandang hubungan kekeluargaan lulusan SPMA itu tidak tersekat di lingkungan satu SPMA saja, malahan dengan SPMA lain pun seperti dengan satu keluarga.

” Contohnya saya dengan Kang Tatang ( penulis berita ini, – Red ), meskipun beda SPMA, tetapi satu angkatan, seperti saudara saja, ” ungkapnya saat ditemui di istananya di Desa Cijeler Kecamatan Situraja.

Edeng bahkan berguyon, selama ijazah kita ditanda tangani Ir. Soeharnis, berarti kita satu keluarga, ” Kita beruntung masih polyvalen, ternak bisa, budidaya bisa, perikanan bisa, ” ucapnya sembari tertawa kecil.

( Tatang Tarmedi ) ***

Berita Terkait

Desain Ruang Kelas  Dinilai Masih Sarat Intervensi Politik, Guru Besar ITB Desak Evaluasi Total
Waspada Asam Urat Kronis: Jangan Tukar Nyeri Sendi dengan Kerusakan Lambung dan Ginjal
Mengetuk Pintu SDN Tegalendah: Menemukan Rumah Kedua di Balik Perbukitan Rancakalong
Dedikasi Tanpa Batas Forum Peduli Gunung Geulis Jatinangor demi Warisan Anak Cucu
Menakar Jiwa dalam Berita Opini, Ketika Fakta Menemukan Rasa
H. Edeng Sutarya:  Figur ‘Orang Tua’ Pendidikan Sumedang di Akhir Pengabdian
Dari Asongan ke Kursi Kepala Sekolah: Kisah Inspiratif H. Apit Mengubah Garis Takdir di Jatinunggal
Mengajar dengan Hati, Memimpin dengan Seni: Kiprah Transformatif Dr. Cucu Suhartini di SMPN 4 Jatinangor

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 11:07 WIB

Desain Ruang Kelas  Dinilai Masih Sarat Intervensi Politik, Guru Besar ITB Desak Evaluasi Total

Sabtu, 13 Juni 2026 - 07:45 WIB

Waspada Asam Urat Kronis: Jangan Tukar Nyeri Sendi dengan Kerusakan Lambung dan Ginjal

Selasa, 9 Juni 2026 - 05:47 WIB

Mengetuk Pintu SDN Tegalendah: Menemukan Rumah Kedua di Balik Perbukitan Rancakalong

Minggu, 7 Juni 2026 - 08:29 WIB

Dedikasi Tanpa Batas Forum Peduli Gunung Geulis Jatinangor demi Warisan Anak Cucu

Minggu, 7 Juni 2026 - 07:56 WIB

Menakar Jiwa dalam Berita Opini, Ketika Fakta Menemukan Rasa

Berita Terbaru