Table of Contents
ToggleH. Edeng Sutarya: Figur ‘Orang Tua’ Pendidikan Sumedang di Akhir Pengabdian
HARIANSUMEDANG.COM – Dunia pendidikan di Kabupaten Sumedang bersiap kehilangan salah satu putra terbaiknya. H. Edeng Sutarya, yang saat ini mengemban amanah sebagai Kepala SMP Negeri 1 Tanjungsari, akan segera memasuki masa purnatugas (pensiun). Kepergiannya dari panggung birokrasi pendidikan diprediksi akan meninggalkan ruang kosong yang mendalam, mengingat kontribusi dan rekam jejaknya yang dinilai legendaris.
Sepanjang kariernya, pria bersahaja asal Kecamatan Situraja ini dikenal sebagai “nahkoda” bertangan dingin. Sedikitnya lima Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri di bawah naungan Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang telah sukses ia pimpin.
Hebatnya, Edeng tidak hanya memimpin sekolah biasa. Ia dipercaya menahkodai sekolah-sekolah yang menyandang predikat elit dan menjadi barometer mutu pendidikan di kawasan Sumedang Kota, di antaranya SMP Negeri 1 Sumedang dan SMP Negeri 4 Sumedang.
Merangkak dari Bawah, Menjadi Teladan Rekan Sejawat
Kesuksesan H. Edeng Sutarya bukan didapatkan secara instan. Ia merupakan representasi hidup dari seorang pejuang pendidikan yang merangkak benar-benar dari bawah. Dedikasi, loyalitas, dan integritas yang ia tunjukkan selama puluhan tahun sebagai guru biasa, secara perlahan mengantarkannya ke puncak karier sebagai kepala sekolah yang disegani.
Karena kematangan emosional dan pengalamannya yang segudang, Edeng tidak hanya dianggap sebagai pimpinan di sekolahnya sendiri, melainkan juga dihormati sebagai:
-
Ketua MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) SMP Kabupaten Sumedang: Wadah bernaung dan koordinasi seluruh kepala sekolah tingkat SMP di Sumedang.
-
Sosok “Orang Tua”: Tempat bersandar, berkonsultasi, dan meminta nasihat bagi para kepala SMP lainnya ketika menghadapi berbagai dinamika di lapangan.
Jembatan Komunikasi dan Peredam Krisis
Salah satu kelebihan menonjol dari figur H. Edeng Sutarya adalah kapasitasnya dalam membangun hubungan antarlembaga. Di kalangan jurnalis, ia dikenal memiliki kedekatan personal yang sangat baik dan humanis dengan insan media.
Sinergi yang positif ini sering kali menjadi juru selamat bagi iklim pendidikan di Sumedang. Berkat pendekatan persuasif dan komunikasinya yang apik, Edeng kerap mampu meredam berbagai pemberitaan miring yang berpotensi menyudutkan sekolah-sekolah lain. Ia selalu hadir sebagai penengah, meluruskan disinformasi, dan menjaga agar kondusivitas belajar-mengajar di Kabupaten Sumedang tetap terjaga.
Baca Juga:
Setelah Tahun Lalu Sekolah-sekolah di Jabar “Sepi” Pungutan, Akhir Tahun Ajaran Ini Kembali Marak
Peringati HUT Ke-78 BKN, Pemkab Sumedang dan BKN Regional III Hijaukan Kawasan Waduk Jatigede
“Beliau bukan hanya seorang manajer sekolah yang andal, tetapi juga seorang diplomat pendidikan. Kehadirannya selalu membawa ketenangan bagi kami para kepala sekolah,” ujar salah satu rekan sejawatnya di MKKS Sumedang.
Warisan Inspirasi yang Abadi
Kini, menjelang masa pensiunnya, apresiasi dan rasa kehilangan mulai mengalir secara sunyi di hati rekan sesama guru, kepala sekolah, hingga jajaran Dinas Pendidikan Kabupaten Sumedang.
Meski secara administrasi H. Edeng Sutarya akan segera menanggalkan jabatannya di SMPN 1 Tanjungsari, warisan (legacy) berupa kepemimpinan yang mengayomi, etos kerja dari bawah, dan jalinan kemitraan yang harmonis dengan media akan tetap menjadi cetak biru (blue print) yang menginspirasi generasi penerus dunia pendidikan di Tatar Sumedang. ( Tang ) ****








