SUMEDANG – Filsuf Islam, Al-Kindi, salah seorang yang meyakinkan frasa bahwa ketekunan adalah pangkal dari kesuksesan.
Tentang kebenaran frasa tadi, mungkin saja akan diamini seorang H. Apit Miftahudin, kini beliau Kepala SMA Negeri Jatinunggal.
Melihat dari perjalanan hidupnya, beliau benar-benar merangkak dari bawah, pernah menjadi guru honorer di MTs Al-Falah Cicalengka.
Setelah bertahun-tahun menjalani pengabdian sebagai guru honorer, akhirnya Pria kelahiran Jatinangor 6 Juli 1967 itu diangkat jadi guru PNS.
Ketekunannya Sarjana dan pasca sarjana Uninus ini tidak sampai di sana, bersama KH Mukhlis Aliyudin ia merintis berdirinya Lembaga Pendidikan Al-Aqsha Jatinangor.
Lembaga Al-aqsha itu sendiri kini telah tumbuh menjadi lembaga pendidikan modern berbasis pesantren yang mendapat kepercayaan masyarakat.
Membagi tugas mengajar selaku guru di SMA Negeri Jatinunggal sembari menjadi kepala sekolah di Al-Aqsha, terus ia jalani selama bertahun-tahun.
Di tengah kesibukannya mengurus dunia pendidikan, H. Apit selalu tidak meninggalkan hobinya melukis kaligrafi, telah banyak piala diraih dalam MKQ (Musabaqah Kaligrafi Qur’an) di Sumedang dan di luar Sumedang.
Akhirnya, berkat ketekunan dan keikhlasannya dalam mendidik, beliau mendapat undangan tugas selaku kepala sekolah SMA Negeri Jatinunggal.
Baca Juga:
Pramuka Garuda Jadi Jalur Prioritas SPMB 2026, Kwarcab Majalengka Dorong Penguatan Karakter Pelajar
Tingkatkan Layanan Kesehatan, Pemkab Sumedang Mulai Pembangunan Puskesmas Cimanggung Baru
Desain Ruang Kelas Dinilai Masih Sarat Intervensi Politik, Guru Besar ITB Desak Evaluasi Total
H. Apit Miftahudin tidak berhenti pada satu pengabdian, bahkan ia juga mengembangkan TKA/ TPA Al-Ikhlas di Cibala Jatinunggal.( Tatang ) ***








