Anggaran Pembangunan Tidak Cukup, Komite SD Negeri Haurngombong II Minta Dana ke Orangtua Siswa

- Pewarta

Minggu, 30 November 2025 - 07:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAMULIHAN – Anggaran pembangunan RKB di Sekolah Dasar Haurgombong II Kecamatan Pamulihan ternyata tidak memasukkan untuk pemasangan Plafon, Cat serta Instalasi listrik.

Hal tersebut dibuktikan, pihak Komite Sekolah SD Haurngombong II masih minta bantuan ke orang tua siswa untuk penyelesaian pembangunan termasuk hal-hal plafon, instalasi listrik dan cat.

Kades Haurgombong H.Dadang membenarkan dirinya diajak diskusi untuk menyelesaikan permasalahan terhadap bangunan RKB yang masih menggantung.

Ketua Komite Sekolah Nurlaelatiah Hartati, Skh, menjelaskan dana pembangunan senilai Rp 156 juta,
dana itu belum termasuk pasang plapon, instalasi listrik dan cat.

” Hal ini sudah seijin dinas dan diketahui oleh inspektorat Wilayah ,alhamdulillah di selesaikan lewat infak, sodaqoh/ jariah seikhlasnya dari masyarakat/ Ortu, ” ujarnya kepada media.

Sementara itu Kabid Sarana Prasarana Masdar, saat di konfirmasi wartawan mengatakan,” semua sudah sesuai RAB,” tegasnya singkat.

Phak Kontraktor pelaksana Dede yang di percaya membangun RKB tersebut menyatakan dirinya mengerjakan hanya sesuai RAB saja.

” Memang biasanya anggaran RKB satu kelas itu kisaran Rp.180 jutaan, Maaf mungkin saya perkirakan bukan RAB mengikuti anggaran, Tapi anggran yang menyesuaikan RAB, ,” ucapnya.

Terkait pelaksanaan pembangunan RKB yang diabggap tidak lazim ini, Pemerhati Pendidikan Sekaligus Ketum Simpe Nasional Edi Sutiyo, angkat bicara.

Menurutnya, RKB itu salah satunya merujuk kepada aturan Permendiknas Nomor 24 Tahun 2007, dimana ornamen penting RKB harus tersedia Instalasi listrik sebesar 900 watt.

Bila diduga ada penyimpangan ini patut di bawa ke ranah hukum mulai pejabat terkait di Dinas Pendidikan, kontraktor serta pihak terlibat di dalamnya

” Ini berpotensi kena ke pasal-pasal dalam KUHP, khususnya mengenai penggelapan, penipuan, atau penyalahgunaan jabatan,” tegasnya.

Praktisi hukum satu ini bahkan menyerempet ke penggalangan dana yang dilakukan komite sekolah, ” Jika ditemukan besaran dananya, akan berhadapan dengan Permendikbud No 75 tahun 2016, ” pungkasnya. **** Dody Nsh

Berita Terkait

Pemkab Sumedang Luncurkan LMS Numerasi bagi 5.000 Guru SD
TK Asy-Syatibiiyyah Edukasi Siswa Mengenal Profesi dan Lembaga Negara di DPRD Sumedang
Disambut Hangat Ratusan Warga, Incumbent Cucun Alfian Siap Tuntaskan Pembangunan Desa Ujungjaya
Kampanye Hari Pertama Kades Nanjungwangi: Dadi Supriyadi Usung Visi “RAMAH”
Mengisi Kekosongan Dusun 2, Supriyatman Resmi Dilantik Jadi Anggota BPD PAW Desa Marongge
Bupati Dony Ahmad Munir Tekankan Gelar UNSAP Adalah Awal Pengabdian Masyarakat
Kepercayaan Pusat Meningkat, Fasilitas Elit MAN IC Ujungjaya Mulai Dibangun
Jaga Keseimbangan Kerja dan Moral, Sekretariat DPRD Sumedang Gelar Taklim Aparatur

Berita Terkait

Senin, 26 Oktober 2026 - 16:34 WIB

Pemkab Sumedang Luncurkan LMS Numerasi bagi 5.000 Guru SD

Senin, 26 Oktober 2026 - 12:12 WIB

TK Asy-Syatibiiyyah Edukasi Siswa Mengenal Profesi dan Lembaga Negara di DPRD Sumedang

Jumat, 23 Oktober 2026 - 19:39 WIB

Disambut Hangat Ratusan Warga, Incumbent Cucun Alfian Siap Tuntaskan Pembangunan Desa Ujungjaya

Jumat, 23 Oktober 2026 - 10:54 WIB

Kampanye Hari Pertama Kades Nanjungwangi: Dadi Supriyadi Usung Visi “RAMAH”

Kamis, 22 Oktober 2026 - 21:05 WIB

Mengisi Kekosongan Dusun 2, Supriyatman Resmi Dilantik Jadi Anggota BPD PAW Desa Marongge

Berita Terbaru

Info Sumedang

Pemkab Sumedang Luncurkan LMS Numerasi bagi 5.000 Guru SD

Senin, 26 Okt 2026 - 16:34 WIB