Atasi Krisis Sampah Bandung, Dosen ITB Hadirkan Inovasi ‘Apartemen Ayam Maggot’ Berbasis Ekonomi Sirkular

- Pewarta

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:55 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDUNG — Di tengah persoalan sampah yang tak kunjung usai di Kota Bandung, sebuah inovasi sederhana namun revolusioner lahir dari lingkungan permukiman RW 02 Kelurahan Pasirlayung. Lewat program bernama “Bersemi Farm: Dari Sampah Menjadi Gizi”, tumpukan limbah dapur yang biasanya berakhir di Tempat Pembuangan Akhir (TPA), kini disulap menjadi sumber pangan bergizi berupa telur, ayam kampung, ikan, hingga entok.

Inovasi peternakan terpadu berbasis pengolahan sampah organik ini digagas oleh Linus Pasasa, dosen Program Studi Fisika Institut Teknologi Bandung (ITB). Berbekal keprihatinan sebagai warga lokal, Linus menghadirkan Apartemen Ayam Maggot, sebuah sistem peternakan vertikal yang mampu mengurai sampah organik hanya dalam waktu 48 jam sekaligus memproduksi sumber protein hewani bagi masyarakat.

“Saya sebagai warga Bandung merasa prihatin melihat persoalan sampah. Sebagai dosen, saya berpikir bagaimana ilmu yang kami miliki bisa memberi manfaat langsung kepada masyarakat,” ujar Linus di Pasirlayung, Selasa (23/6/2026).

Memotong Waktu Penguraian Lewat Siklus Tanpa Limbah

Berbeda dengan metode komposter konvensional yang membutuhkan waktu hingga tiga bulan, teknologi Bersemi Farm memanfaatkan larva lalat tentara hitam (Black Soldier Fly/BSF) atau maggot. Penggunaan maggot ini memangkas waktu penguraian sampah organik secara drastis menjadi hanya sekitar dua hari.

Sistem ini didesain secara vertikal guna menyiasati keterbatasan lahan perkotaan. Kandang ayam ditempatkan secara bertingkat, di mana area bawahnya langsung terintegrasi dengan wadah budidaya maggot yang memanfaatkan kotoran ayam sebagai nutrisi.

Siklus yang tercipta nyaris tanpa limbah (zero waste):

  • Limbah Dapur & Sayuran: Diolah menjadi pakan utama maggot.

  • Sisa Makanan Matang: Langsung dialokasikan sebagai pakan ternak.

  • Maggot & Larva: Dipanen kembali sebagai sumber pakan tinggi protein untuk ayam, ikan, dan entok.

  • Hasil Akhir: Menghasilkan telur ayam (yang didesain menggelinding otomatis agar mudah dipanen) dan daging untuk pemenuhan gizi warga.

Kapasitas Melimpah, Siap Tampung Sampah Antar-Wilayah

Saat ini, fasilitas Bersemi Farm di RW 02 Pasirlayung memiliki kapasitas optimal untuk mengolah hingga 300 kilogram sampah organik per hari. Angka ini jauh melampaui produksi sampah harian warga setempat yang berkisar di angka 50 hingga 75 kilogram.

Volume tersebut juga telah melewati target Pemerintah Kota Bandung yang menetapkan angka 25 kilogram sampah organik per RW setiap harinya. Menyadari adanya kelebihan kapasitas (sisa kuota), Linus membuka pintu kolaborasi bagi wilayah lain.

“Kami sengaja membuat kapasitas besar. Kalau ada wilayah lain yang belum memiliki pengolahan sampah organik, sampahnya bisa dibawa ke sini sehingga tidak lagi berakhir di TPA,” tambah akademisi lulusan Universität Karlsruhe, Jerman tersebut.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Replikasi Program

Keberhasilan Bersemi Farm tidak lepas dari sinergi kuat antara ITB melalui program pengabdian masyarakat, Pemerintah Kota Bandung, Kelurahan Pasirlayung, Dinas Lingkungan Hidup, Tim Gasla, Bank Sampah Bersemi 02, kader PKK, hingga kedisiplinan warga dalam memilah sampah dari rumah.

Berkat efektivitasnya, konsep Apartemen Ayam Maggot ini mulai direplikasi di sejumlah wilayah lain di Kota Bandung, seperti Bandung Wetan, Lebak Siliwangi, Tamansari, hingga Cipadung. Bahkan, model pengolahan ini telah ditinjau langsung oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman sebagai salah satu alternatif percontohan manajemen sampah di kawasan permukiman nasional.

Rekam Jejak Riset dan Perubahan Perilaku Warga

Inovasi ini merupakan muara dari rekam jejak riset panjang Linus Pasasa. Sejak 2024, ia konsisten mengawal penerapan IPTEKSAINS dalam pengelolaan sampah di Pasirlayung. Pada tahun 2026 ini, fokus risetnya juga diarahkan pada dukungan program penurunan angka stunting serta integrasi pengolahan sampah untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis.

Ketua RW 02 Kelurahan Pasirlayung, Rahayu Wijayanti, mengakui bahwa mengubah perilaku masyarakat membutuhkan proses panjang sejak pertama kali diperkenalkan dengan drum komposter pada 2023. Namun, perubahan signifikan mulai terlihat nyata sejak awal tahun 2026 berkat kehadiran Program Gasla dan infrastruktur Apartemen Ayam Maggot.

“Alhamdulillah masyarakat mulai terbiasa memilah sampah. Bahkan saya sendiri ikut belajar bagaimana mengolah sampah yang benar agar bisa memberikan manfaat,” kata Rahayu.

Melalui inovasi ini, Linus berharap pola pikir masyarakat terhadap limbah domestik dapat berubah total. “Sampah organik seharusnya selesai di tingkat lingkungan. Kalau itu bisa dilakukan, persoalan sampah bukan lagi menjadi beban, tetapi berubah menjadi sumber pangan, sumber ekonomi, dan sumber kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya

(bandung go.id/ tt)

Berita Terkait

Lepas Kontingen Porsenitas dan Polwilda, Bupati Majalengka: Prestasi di Tengah Keterbatasan Adalah Kehebatan Nyata
Komitmen Cetak Atlet Berprestasi dan Berkarakter Mulia, SSB Brawijaya Kadipaten Tuan Rumah Liga Soeratin U-15
5 Tahun Terbengkalai, Warga Cileunyi Wetan Desak Eksekusi SK Gubernur Terkait Ganti Rugi Lahan Tol Cisumdawu
779 Warga Majalengka Mengundurkan Diri dari Penerima Bansos, Pemkab Perbaiki Data Kemiskinan
Pramuka Garuda Jadi Jalur Prioritas SPMB 2026, Kwarcab Majalengka Dorong Penguatan Karakter Pelajar
Heboh Ribuan Warga Majalengka Serbu Lanud Sugiri Sukani, Ada Apa?
Perkuat Kader Desa, TP PKK Majalengka Gelar Monev dan Salurkan Berbagai Bantuan Stimulan
Pertahankan Komitmen Akuntabilitas, Kabupaten Majalengka Raih Opini WTP 13 Kali Berturut-turut

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 12:55 WIB

Atasi Krisis Sampah Bandung, Dosen ITB Hadirkan Inovasi ‘Apartemen Ayam Maggot’ Berbasis Ekonomi Sirkular

Selasa, 23 Juni 2026 - 06:03 WIB

Lepas Kontingen Porsenitas dan Polwilda, Bupati Majalengka: Prestasi di Tengah Keterbatasan Adalah Kehebatan Nyata

Selasa, 23 Juni 2026 - 05:23 WIB

Komitmen Cetak Atlet Berprestasi dan Berkarakter Mulia, SSB Brawijaya Kadipaten Tuan Rumah Liga Soeratin U-15

Senin, 22 Juni 2026 - 18:44 WIB

5 Tahun Terbengkalai, Warga Cileunyi Wetan Desak Eksekusi SK Gubernur Terkait Ganti Rugi Lahan Tol Cisumdawu

Kamis, 18 Juni 2026 - 03:56 WIB

779 Warga Majalengka Mengundurkan Diri dari Penerima Bansos, Pemkab Perbaiki Data Kemiskinan

Berita Terbaru

Pers Rilis

Jack Technology Luncurkan SmartLink Master di Vietnam

Rabu, 24 Jun 2026 - 05:08 WIB