Bah Yayat Dari Desa Ciptasari Saksi Betapa Kayanya Kabupaten Sumedang dengan Makam-Makam Keramat

- Pewarta

Minggu, 24 November 2024 - 06:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Bah Yayat dari Kecamatan Pamulihan yang mengaku banyak menziarahi makam-makam keramat di Kabupaten Sumedang ( Dok.Hariansumedang.com / Tatang Tarmedi )

Bah Yayat dari Kecamatan Pamulihan yang mengaku banyak menziarahi makam-makam keramat di Kabupaten Sumedang ( Dok.Hariansumedang.com / Tatang Tarmedi )

HARIANSUMEDANG.COM – Bagi para penyuka ziarah ke makam-makam keramat Sumedang, sosok Bah Yayat (65) mungkin tidak bakal asing lagi.

Setidaknya, mereka mungkin bakal pernah bertemu di salah satu makam keramat dengan pria warga Dusun Citali Desa Ciptasari Kec. Pamulihan ini.

Bah Yayat mengaku, nyaris semua makam keramat di Sumedang pernah ia ziarahi. Termasuk, makam-makam keramat yang telah tergenang Bendungan Jatigede.

Dari ujung timur Sumedang, katanya, ada makam keramat Marongge. Makam yang dipercaya sebagai tempat yang sering dikunjungi para jomblo.

Di wilayah Kecamatan Sumedang Selatan, banyak makam keramat terutama yang terkait dengan sejarah Kerajaan Sumedang.

Semisal, katanya, komplek makam keramat Gunung Puyuh termasuk ada di dalamnya makam Srikandi Aceh Cut Nyak Dien.

Di Sumedang Selatan pun, tepatnya di Desa Cipancar, tutur Bah Yayat, ada makam Eyang Tajur atau Sutra Ngumbar, masih keturunan Prabu Siliwangi.

” Di sana ada pantangan, tidak boleh nyebut Ucing kepada binatang yang sering dipelihara di rumah-rumah itu, ” tutur Bah Yayat.

Kata Bah Yayat, pantangan itu karena untuk menghormati Eyang Tajur yang ketika hidupnya bergelar Prabu Madu Kucing.

Lalu di Kecamatan Buahdua, cerita Bah Yayat lagi, ada makam Haji Agus Salam, makam itu konon dipercaya sebagai tempat ziarah para pengusaha yang ingin efisien tapi beruntung besar.

” Haji Agus Salam konon pernah ketetamuan seribu orang Belanda, tapi aneh bin ajaib, jamuan makannya hanya dengan sebakul nasi, tapi mereka kenyang makannya, ” ujarnya.

Di Kecamatan Paseh, lanjut Bah Yayat, ada makam Buyut Penuh. Peziarah meyakini, berkunjung ke makam itu selalu diberi kemujuran dalam berusaha.

Di Kecamatan Ganeas, tutur Bah Yayat lagi, ada makam dan patilasan Pangeran Geusan Ulun dan Pangeran Jaya Perkasa di Desa Dayeuhluhur.

Termasuk, kandaga lante Kerajaan Pajajaran lainnya yang mengabdikan diri untuk Kerajaan Sumedang Larang, yakni Embah Nanganan.

” Pokoknya, Sumedang mah beunghar ku makam-makam keramat, karena dulunya bekas kerajaan, ” ujar Bah Yayat. (Tatang Tarmedi)***

Berita Terkait

Pemkab Sumedang dan Organda Perkuat Sinergi, Dorong Optimalisasi Angkutan Umum
Asrama Santri Putri Ponpes Al Mustanir Khoirul Huda Diresmikan Bupati Dony Ahmad Munir
SMPN 2 Rancakalong Terus Berinovasi Wujudkan Sekolah Adiwiyata yang Nyaman dan Berkarakter
Dinkes Bandung Imbau Warga Waspada Hantavirus, Tak Perlu Panik
Wujudkan Tempat Ekspresi Bakat Siswa, SMK Pelita Al-Ihsan Sukses Gelar Acara Perpisahan Angkatan ke-15
PT Halimah Bangun Rumah Sakit Tipe C di Sumedang Wilayah Timur, Prioritaskan Pemberdayaan Warga Lokal
Puskesmas Jatinangor Gencarkan Program Cek Kesehatan Gratis demi Deteksi Dini Penyakit
SDN Cibeusi Jatinangor Bertransformasi Menuju Sekolah Ramah Lingkungan dan Unggulan Mutu

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 15:02 WIB

Pemkab Sumedang dan Organda Perkuat Sinergi, Dorong Optimalisasi Angkutan Umum

Jumat, 22 Mei 2026 - 19:43 WIB

Asrama Santri Putri Ponpes Al Mustanir Khoirul Huda Diresmikan Bupati Dony Ahmad Munir

Jumat, 22 Mei 2026 - 10:20 WIB

SMPN 2 Rancakalong Terus Berinovasi Wujudkan Sekolah Adiwiyata yang Nyaman dan Berkarakter

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:42 WIB

Dinkes Bandung Imbau Warga Waspada Hantavirus, Tak Perlu Panik

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:46 WIB

Wujudkan Tempat Ekspresi Bakat Siswa, SMK Pelita Al-Ihsan Sukses Gelar Acara Perpisahan Angkatan ke-15

Berita Terbaru