Dinkes Bandung Imbau Warga Waspada Hantavirus, Tak Perlu Panik

- Pewarta

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih, SpDLP., PhD., menjelaskan bahwa hantavirus bukan penyakit baru. ( Sumber :bandung.go.id )

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih, SpDLP., PhD., menjelaskan bahwa hantavirus bukan penyakit baru. ( Sumber :bandung.go.id )

BANDUNG – Dinas Kesehatan Kota Bandung mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi penularan hantavirus, namun meminta warga tidak panik menyikapi munculnya kasus di sejumlah negara.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih, SpDLP., PhD., menjelaskan bahwa hantavirus bukan penyakit baru.

Virus yang tergolong dalam kelompok orthohantavirus ini sudah lama dikenal di dunia medis dan pola penyebarannya berbeda dengan Covid-19.

“Hantavirus ditularkan terutama dari hewan pengerat seperti tikus melalui air liur, urine, dan kotorannya,” kata Dadan dalam talkshow di Radio Sonata, Rabu (20/5/2026).

Ia memaparkan gejala awal infeksi hantavirus umumnya mirip infeksi virus lain, seperti demam tinggi, sakit kepala, nyeri otot, dan badan lemas. Secara klinis, terdapat dua pola utama yang dipengaruhi wilayah dan jenis strain virus.

Di Asia dan Eropa, virus cenderung menyerang ginjal dan dapat memicu gangguan ginjal berat hingga gagal ginjal. Sementara di Amerika, fokus serangan lebih ke paru-paru sehingga berpotensi menyebabkan gangguan pernapasan serius.

“Perbedaan ini dipengaruhi oleh jenis tikus pembawa dan strain virus yang beredar di masing-masing wilayah,” jelasnya.

Fokus Pencegahan pada Kebersihan Lingkungan

Dadan menekankan bahwa keberadaan tikus di lingkungan permukiman menjadi faktor risiko utama. Oleh karena itu, pencegahan diarahkan pada pola hidup bersih dan pengendalian hewan pengerat.

Masyarakat diminta menghindari konsumsi makanan yang diduga terkontaminasi tikus, baik yang tergigit, terkena urine, maupun kotoran hewan tersebut.

“Virus bisa masuk melalui saluran pernapasan maupun pencernaan. Jika makanan sudah terkontaminasi, sebaiknya tidak dikonsumsi,” tegasnya.

Berbeda dengan Covid-19, hingga kini belum ada bukti penularan hantavirus dari manusia ke manusia. Investigasi kasus lebih difokuskan pada penelusuran sumber penularan di lingkungan sekitar pasien.

Dinkes Bandung sendiri telah menjalankan sistem pemantauan penyakit zoonosis melalui jaringan sentinel bersama RS Hasan Sadikin. Pasien dengan gejala yang mengarah ke infeksi hantavirus atau leptospirosis akan menjalani pemeriksaan lanjutan. Tim surveilans juga melakukan pelacakan lingkungan, termasuk pemeriksaan terhadap tikus di lokasi kasus.

Hingga pemantauan terakhir sejak 2025, hasil uji laboratorium terhadap tikus di Kota Bandung masih negatif hantavirus. Meski demikian, pengawasan tetap dilanjutkan.

“Pemantauan kami sejauh ini negatif. Tapi pengawasan tidak berhenti karena kemungkinan adanya tikus pembawa virus yang belum tertangkap tetap ada,” ujarnya.

Imbauan Dinkes

Dinkes Kota Bandung mengimbau warga menjaga kebersihan rumah dan lingkungan, menghindari kontak langsung dengan tikus dan kotorannya, serta memastikan makanan dan peralatan makan tetap higienis, terutama saat makan di luar.

“Rumah yang bersih dan bebas tikus menjadi kunci utama mencegah berbagai penyakit yang ditularkan hewan pengerat, termasuk hantavirus dan leptospirosis,” tutup Dadan. ( Tatang Tarmedi ) ****

 

Berita Terkait

Wujudkan Tempat Ekspresi Bakat Siswa, SMK Pelita Al-Ihsan Sukses Gelar Acara Perpisahan Angkatan ke-15
PT Halimah Bangun Rumah Sakit Tipe C di Sumedang Wilayah Timur, Prioritaskan Pemberdayaan Warga Lokal
Puskesmas Jatinangor Gencarkan Program Cek Kesehatan Gratis demi Deteksi Dini Penyakit
SDN Cibeusi Jatinangor Bertransformasi Menuju Sekolah Ramah Lingkungan dan Unggulan Mutu
SDN Ciletik Desa Raharja Tanjungsari Rusak Parah, Belum Ada Tanggapan dari Pemerintah
Perkuat Integritas, Kecamatan Tanjungsari Gelar Taklim bagi Aparatur Sipil
Bupati Sumedang Lantik 120 Kepala Sekolah SD dan SMP, Tegaskan Peran sebagai Penggerak Perubahan
Peletakan Batu Pertama MAN Insan Cendekia Sumedang Dilaksanakan, Target Rampung 2026

Berita Terkait

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:42 WIB

Dinkes Bandung Imbau Warga Waspada Hantavirus, Tak Perlu Panik

Kamis, 21 Mei 2026 - 12:46 WIB

Wujudkan Tempat Ekspresi Bakat Siswa, SMK Pelita Al-Ihsan Sukses Gelar Acara Perpisahan Angkatan ke-15

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:21 WIB

PT Halimah Bangun Rumah Sakit Tipe C di Sumedang Wilayah Timur, Prioritaskan Pemberdayaan Warga Lokal

Rabu, 20 Mei 2026 - 14:54 WIB

Puskesmas Jatinangor Gencarkan Program Cek Kesehatan Gratis demi Deteksi Dini Penyakit

Rabu, 20 Mei 2026 - 13:48 WIB

SDN Cibeusi Jatinangor Bertransformasi Menuju Sekolah Ramah Lingkungan dan Unggulan Mutu

Berita Terbaru

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Kota Bandung, dr. Dadan Mulyana Kosasih, SpDLP., PhD., menjelaskan bahwa hantavirus bukan penyakit baru. ( Sumber :bandung.go.id )

Info Sumedang

Dinkes Bandung Imbau Warga Waspada Hantavirus, Tak Perlu Panik

Kamis, 21 Mei 2026 - 19:42 WIB