SUMEDANG – Pemerintah Daerah telah tiga kali memperbaiki jalan di Blok Haurpapak.Namun, Kondisi tanahnya bergerak terus dan diputuskan jalan harus direlokasi lagi.
Demikian disampaikan Bupati Dony Ahmad Munir saat meninjau kondisi jalan di Blok Haurpapak, Surian bersama Kepala Dinas PUPR Andri Indra, Camat Surian, serta jajaran terkait, Rabu (10/9/2025).
Bupati menjelaskan, relokasi jalan dikembalikan lagi ke jalan lama namun bergeser dari lokasi jalan yang longsor dan masuk ke kawasan hutan yang dikelola Perhutani.
“ Saat ini Pemda sedang berproses mengajukan izin penggunaan lahan di kawasan hutan untuk jalan ke Kementerian Kehutanan,” kata Bupati Dony.
Menurutnya, relokasi jalan merupakan solusi terbaik agar masyarakat Surian memiliki akses transportasi yang aman dan nyaman.
“Kalau izinnya keluar langsung dikerjakan pembangunan jalan baru ini. Mudah-mudahan jalur ini awet, kuat, dan tidak ambles lagi, sehingga masyarakat bisa beraktivitas dengan lancar, ” tutur Bupati Dony.
Bupati Dony menegaskan, perbaikan jalan ini juga akan mempermudah mobilitas pembangunan di Kecamatan Surian.
” Sekarang akses dari arah Subang dan Indramayu jauh, apalagi Jalan Lingkar Sadawarna juga rusak. Untuk lingkar Sadawarna sudah kami ajukan ke BBWS agar segera diperbaiki,” katanya.
Dijelaskan Bupati Dony, pada bulan Oktober mendatang Pemda Sumedang juga akan melaksanakan pelapisan pengerasan jalan atau lapen untuk jalan di Surian.
Baca Juga:
Pilkades Buahdua 2026: Pendaftaran Belum Dibuka, Figur Bakal Calon Sudah Ramai Dibicarakan
Camat Tanjungsari Hadiri Tradisi Ruat Jagat Tolak Bala di Ponpes At-Taufiqiah Kadakajaya
Lewat Tema Unik “MBG”, Pelepasan Siswa SMPN 4 Jatinangor Kental Nuansa Kasundaan
Tahun 2025 ini, ada empat segmen jalan yang menjadi prioritas perbaikan, yakni di Desa Surian, Desa Tanjung, Desa Nanggerang, dan Desa Tanjungwangi.
“Mohon doa dan dukungan semuanya, ini adalah komitmen kami untuk memperbaiki infrastruktur jalan di Kecamatan Surian demi kesejahteraan masyarakat,” katanya.
Jalan di Blok Haurpapak, Desa Surian ambles karena kondisi alam dan pergerakan tanahnya yang cukup tinggi. Jalan ini merupakan jalan baru yang dibangun tahun 2019.
Namun jalan baru ini kembali ambles pada tahun 2022. Perbaikan dilakukan beberapa kali namun karena pergerakan tanah cukup tinggi, jalan kerap ambles.*** Siti
Baca Juga:
Putra Padjajaran Enterprise Hadir Lagi di Tanjungsari, Hiburan Rakyat Sebulan Penuh
Persima Majalengka Ubah Strategi Pemanduan Bakat, Dorong Sinergi Pengusaha Lokal untuk Pendanaan
Mengapa Kiblat Pemain Asing di Liga 1 Indonesia Harus Mulai Bergeser dari Eropa ?








