Pramuka Tidak Wajib Diikuti Siswa Mengundang Pro dan Kontra Akhirnya Akan Masuk di Merdeka Belajar ?

- Pewarta

Jumat, 5 April 2024 - 16:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pramuka tidak diwajibkan diikuti siswa mengundang pro dan kontra (foto diambil dari Palembang Pos/ Tatang Tarmedi)

Pramuka tidak diwajibkan diikuti siswa mengundang pro dan kontra (foto diambil dari Palembang Pos/ Tatang Tarmedi)

HARIANSUMEDANG.COM –   Permendik budristek Nomor 12 Tahun 2024. tentang ekstrakurikuler pramuka tidak lagi wajib diikuti siswa, mengundang pro kontra di tengah masyarakat.

Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Gerakan Pramuka Budi Waseso meminta Permendikbudristek Nomor 12 Tahun 2024 itu dicabut.

“Permen  tersebut  menurut saya harus dicabut, sebab  pramuka sudah ada sejak zaman kemerdekaan, ” ujar Budi di Istana Negara..

Dalam rapat dengan Komisi X DPR RI di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta pada Rabu, 3 April 2024, Nadiem mengklarifikasi bahwa kegiatan Pramuka tidak dihapuskan dari sekolah.

Kata Nadiem, sekolah tetap berkewajiban menyelenggarakan ekstrakurikuler pramuka, namun siswa tidak lagi diharuskan mengikuti kegiatan tersebut.

” Bisa kerja sama antara kami dan Kwarnas untuk bisa memasukkan nilai-nilai kepramukaan ke dalam proyek profil Pancasila, yang disebut P5 itu,” ucap Nadiem.

Pengamat Kebijakan Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) Cecep Darmawan,  mengaku heran dengan peraturan tersebut.

Padahal selama ini, kata dia,  kegiatan Pramuka itu telah memberikan kontribusi positif bagi pengembangan diri para siswa di sekolah.

“Kalau melihat situasi ini, harusnya Kementerian melihat bahwa sekarang soal karakter banyak masalah ya di sekolahan, ” ungkapnya.

Cecep menegaskan harusnya kegiatan Pramuka  itu dikuatkan bukan malah diopsikan., “Selama ini banyak yang postif dari Pramuka, harusnya tetap diwajibkan dan difasilitasi dengan baik, ” katanya.

” Kalau sekarang dianggap belum optimal, jangan-jangan memang fasilitasinya juga kurang optimal,” kata dia kepada Liputan6.com, Kamis (4/4/2024).

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Dito Ariotedjo menekankan bahwa pramuka tetap menjadi opsi kegiatan ekstrakurikuler, yang ditawarkan kepada siswa di sekolah.

“Tapi intinya adalah Pramuka tetap menjadi ekstrakurikuler wajib dijadikan opsi di sekolah,” kata Dito di Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat (5/4/2024).

Berdasarkan informasi yang diterima Dito, Pramuka akan dimasukkan dalam kegiatan kurikuler. “Pramuka akan dimasukkan ke Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, ” katanya.

Menurut Dito,  dengan masuknya Pramuka di Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka, siswa, mahasiswa yang ikut Pramuka bisa mendapatkan poin tambahan informal pendidikan,” ujarnya.  (Tatang Tarmedi) ***

Berita Terkait

DJBC Banten Memusnahkan Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal  serta Ribuan Liter Minol
Ribuan Personel Gabungan Disiagakan, 21 Orang Diamankan Jelang Aksi BEM UI di Bundaran HI
IRI Indonesia dan Pemprov Papua Barat Satukan Iman, Adat, dan Kebijakan untuk Selamatkan Hutan Papua
Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT: Peringatan Tsunami Dikeluarkan, 2 Meninggal di Sikka
Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Papua Hadapi Tantangan, Hasil Laut Diminta Boleh Masuk Menu
Sling Crane Putus, Pekerja PG Rendeng Tewas Tertimpa Papan Pengangkat Tebu Seberat 80 Kilogram
Pendaftaran Peserta Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Resmi Dibuka Hari Ini 5 Agustus 2026
Lintas Iman Resmi Deklarasikan Gerakan Jaga Hutan Papua Barat Daya

Berita Terkait

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:17 WIB

DJBC Banten Memusnahkan Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal  serta Ribuan Liter Minol

Selasa, 18 Agustus 2026 - 16:51 WIB

Ribuan Personel Gabungan Disiagakan, 21 Orang Diamankan Jelang Aksi BEM UI di Bundaran HI

Minggu, 16 Agustus 2026 - 07:30 WIB

IRI Indonesia dan Pemprov Papua Barat Satukan Iman, Adat, dan Kebijakan untuk Selamatkan Hutan Papua

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT: Peringatan Tsunami Dikeluarkan, 2 Meninggal di Sikka

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis di Papua Hadapi Tantangan, Hasil Laut Diminta Boleh Masuk Menu

Berita Terbaru