Sampah IPDN Menumpuk, Warga Sindangsari Mengeluh: “Kami Hanya Kebagian Baunya”

- Pewarta

Kamis, 18 Desember 2025 - 16:05 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JATINANGOR — Aroma tak sedap kembali menyergap udara Desa Sindangsari, Kecamatan Sukasari, Sumedang.

Aroma bau busuk ini muncul dari tumpukan sampah yang berserakan di atas tanah milik Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN).

Ironisnya, kata warga, itu disebut-sebut berasal dari IPDN sendiri.

Kamis (18/12/2025), warga kembali dibuat resah. Bau menyengat dari arah lahan IPDN menyusup ke rumah-rumah, mengusik kenyamanan dan kesehatan warga.

“Kami ini hanya kebagian baunya, tapi tidak boleh buang sampah di sana. Padahal yang buang juga mereka sendiri,” keluh seorang warga yang enggan disebutkan namanya.

Menurut penuturan warga, lokasi pembuangan memang berada di atas tanah milik IPDN. Namun, alih-alih dikelola dengan baik, sampah dibiarkan menumpuk tanpa penanganan.

Warga pun merasa seperti tamu tak diundang di tanah sendiri—tak boleh ikut buang sampah, tapi harus menanggung dampaknya.

Surat Tak Berbalas, Masalah Tak Tuntas

Pemerintah Desa Sindangsari mengaku sudah berulang kali mengirimkan surat resmi kepada pihak IPDN, meminta agar masalah ini segera ditangani.

Namun, hingga kini, surat-surat itu seolah menguap begitu saja, tanpa balasan, tanpa tindakan.

“Kami sudah berusaha komunikasikan secara baik-baik. Tapi tidak ada respons. Padahal ini menyangkut kenyamanan dan kesehatan warga,” ujar perwakilan Pemerintah Desa.

Warga kini menuntut agar IPDN tidak hanya menjadi institusi pencetak birokrat, tetapi juga teladan dalam pengelolaan lingkungan.

“Kalau lembaga pendidikan pemerintahan saja abai terhadap sampahnya sendiri, bagaimana bisa mendidik calon pemimpin yang peduli lingkungan?” sindir seorang tokoh masyarakat setempat.

Sampah Bukan Sekadar Bau

Masalah ini bukan hanya soal tumpukan sampah. Ini soal tanggung jawab sosial. bagaimana institusi besar yang berdiri megah di tengah masyarakat, seharusnya menjadi bagian dari solusi, bukan sumber masalah.

Warga berharap IPDN segera turun tangan, membersihkan sampah, dan menyusun sistem pengelolaan limbah yang layak.

“Kami tidak minta banyak. Cukup jangan buang sampah sembarangan, dan tolong dengarkan suara kami,” ujar warga lainnya.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, pihak IPDN belum memberikan pernyataan resmi. Namun satu hal yang pasti: bau sampah tak bisa disangkal, dan suara warga tak bisa terus diabaikan. ( Dody Nsh ) ****

Berita Terkait

Rapat paripurna DPRD kabupaten Sumedang dalam rangka Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah dan Raperda Perubahan APBD
Wabup Fajar Tekankan Sekolah Ramah Lingkungan: Mulai dari Kelas hingga Pilah Sampah
Tukang Becak Sumedang Ikuti Pelatihan Becak Listrik, Bupati Dony: Pelayanan Harus Ramah dan Someah
Peringati HUT ke-65 Pramuka, Kwarran Tomo Gelar Jambore Ranting 2026 di Buper Darmawangi
DEN Jadikan Sumedang Percontohan Digitalisasi Bansos, 15 Investor Diajak Lihat Langsung
Koramil dan Polsek di Pamulihan-Sumedang Bagikan Ratusan Masker Antisipasi Debu dan Cuaca Ekstrem
Rapat Koordinasi Forkopimda Sumedang Menyoroti Penanganan Karhutla
Bupati Sumedang Bakar Semangat 1.007 Mahasiswa Baru UNSAP dan STAI Sumedang

Berita Terkait

Rabu, 9 September 2026 - 18:41 WIB

Rapat paripurna DPRD kabupaten Sumedang dalam rangka Penyampaian Rancangan Peraturan Daerah dan Raperda Perubahan APBD

Rabu, 9 September 2026 - 18:13 WIB

Wabup Fajar Tekankan Sekolah Ramah Lingkungan: Mulai dari Kelas hingga Pilah Sampah

Rabu, 9 September 2026 - 17:55 WIB

Tukang Becak Sumedang Ikuti Pelatihan Becak Listrik, Bupati Dony: Pelayanan Harus Ramah dan Someah

Rabu, 9 September 2026 - 12:09 WIB

Peringati HUT ke-65 Pramuka, Kwarran Tomo Gelar Jambore Ranting 2026 di Buper Darmawangi

Selasa, 8 September 2026 - 20:29 WIB

DEN Jadikan Sumedang Percontohan Digitalisasi Bansos, 15 Investor Diajak Lihat Langsung

Berita Terbaru