Tekan Angka Tuberkulosis, Puskesmas Jatinangor Intensifkan Program Pengawas Menelan Obat (PMO)

- Pewarta

Jumat, 10 Juli 2026 - 09:56 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Puskesmas Jatinangor Dudung Supriatin, SKM., MM ( Dok.Hariansumedang.com )

Kepala Puskesmas Jatinangor Dudung Supriatin, SKM., MM ( Dok.Hariansumedang.com )

HARIAN SUMEDANG – Guna menekan tingginya angka kasus Tuberkulosis (TB) di Indonesia, Puskesmas Jatinangor memperkuat implementasi program Pengawas Menelan Obat (PMO). Langkah strategis ini diambil untuk meningkatkan kedisiplinan dan kepatuhan pasien selama menjalani masa pengobatan jangka panjang.

Dikatakan Dudung Supriatin, SKM, MM, Kepala Puskesmas Jatinangor, masa pengobatan TB yang memerlukan waktu minimal enam bulan secara konsisten sering kali menjadi tantangan berat bagi pasien. Rasa jenuh dan kelalaian menjadi faktor utama yang berisiko menggagalkan proses penyembuhan.

“Tujuan utama penguatan program ini adalah mengantisipasi pasien yang lupa atau bosan minum obat. Melalui PMO, pihak keluarga dan kader kesehatan akan dilibatkan secara aktif untuk mengontrol rutinitas konsumsi obat, sehingga pengobatan berjalan sesuai anjuran medis,” ujar Dudung Supriatin dalam keterangan resminya, Jumat (10/07/2026).

Ancaman Resistensi Obat Akibat Ketidakpatuhan

Kapus Jatinangor ini menegaskan bahwa kepatuhan pasien dalam mengonsumsi obat secara teratur bersifat krusial. Putusnya rantai pengobatan di tengah jalan berpotensi memicu terjadinya Multi-Drug Resistant Tuberculosis (MDR-TB) atau resistensi obat.

Kondisi ini dinilai sangat berbahaya karena membuat proses pengobatan di masa depan menjadi jauh lebih kompleks, memakan waktu lebih lama, dan membutuhkan biaya yang jauh lebih mahal.

Urgensi Deteksi Dini dan Gejala Klinis TB

Lebih jauhnya, ia menerangkan, sebagai bagian dari upaya penanggulangan yang komprehensif, masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan dan segera melakukan pemeriksaan ke Puskesmas apabila mengalami atau menemui kerabat dengan gejala khas TB berikut:

  • Batuk terus-menerus selama lebih dari dua minggu.

  • Penurunan berat badan secara drastis tanpa alasan jelas.

  • Penurunan nafsu makan yang signifikan.

  • Sering mengeluarkan keringat di malam hari, meskipun tanpa melakukan aktivitas fisik berat.

Ia juga memberikan edukasi guna mengikis stigmata negatif di masyarakat terkait penyakit ini.

“Masyarakat tidak perlu takut atau malu. TB adalah penyakit yang dapat disembuhkan total jika ditangani dengan benar dan sejak dini. Semua layanan pemeriksaan, mulai dari tes dahak hingga obat-obatan di Puskesmas, disediakan secara gratis oleh pemerintah,” tegasnya.

Pendampingan Pasien dan Contact Tracing

Sebagai bentuk komitmen nyata dalam memutus rantai penularan, Dinas Kesehatan menerapkan prosedur pendampingan ketat bagi setiap pasien yang terdiagnosis positif TB. Upaya ini mencakup tindakan contact tracing (penelusuran kontak erat) terhadap anggota keluarga serta lingkungan di sekitar pasien guna mendeteksi potensi penyebaran lebih awal.

Saat ini, pemerintah terus memperluas penyediaan fasilitas pendukung di sektor hulu, ” Puskesmas ini telah dilengkapi dengan fasilitas pemeriksaan dahak dan darah yang representatif untuk memastikan diagnosis dapat dilakukan secara cepat, akurat, dan menyeluruh demi mewujudkan wilayah bebas Tuberkulosis, ” pungkasnya. (tang)

Berita Terkait

Maknai HUT RI ke-81, PLN Hadirkan Ambulans Listrik untuk PSC 119 Sumedang: Wujud Nyata Kemerdekaan Layanan Kesehatan dan Transisi Energi Bersih
Piala Sepak Bola Dony-Yoshua U-21 Siap Digelar, Total Hadiah Tembus Rp90 Juta
HUT Ke-81 RI di Sumedang: Gelorakan Kemerdekaan Lewat Karya, Diwarnai Bantuan Ambulans dari PLN
Sumedang Gelar Upacara HUT RI ke-81: Ketua DPRD Serukan Gotong Royong dan Kerja Nyata
PAC Pemuda Pancasila Tanjungsari Komitmen Isi Kemerdekaan Lewat Karya Nyata pada Peringatan HUT RI ke-81
Gebyar HUT RI ke-81 di Tanjungsari: Aksi Kolosal Silat Cilik dan Defile Pelajar Memukau Warga
Matangkan Persiapan HUT RI ke-81, Paskibra Tanjungsari Gelar Gladi Bersama Forkopimcam dan Drumband SMK PPN
Kabar Duka: Pendiri Kampung Wisata Pangjugjugan, Drs. H. Djadjat Suharja, Wafat

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 17:14 WIB

Maknai HUT RI ke-81, PLN Hadirkan Ambulans Listrik untuk PSC 119 Sumedang: Wujud Nyata Kemerdekaan Layanan Kesehatan dan Transisi Energi Bersih

Senin, 17 Agustus 2026 - 14:09 WIB

Piala Sepak Bola Dony-Yoshua U-21 Siap Digelar, Total Hadiah Tembus Rp90 Juta

Senin, 17 Agustus 2026 - 13:54 WIB

HUT Ke-81 RI di Sumedang: Gelorakan Kemerdekaan Lewat Karya, Diwarnai Bantuan Ambulans dari PLN

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:46 WIB

Sumedang Gelar Upacara HUT RI ke-81: Ketua DPRD Serukan Gotong Royong dan Kerja Nyata

Senin, 17 Agustus 2026 - 11:31 WIB

PAC Pemuda Pancasila Tanjungsari Komitmen Isi Kemerdekaan Lewat Karya Nyata pada Peringatan HUT RI ke-81

Berita Terbaru