SUMEDANG – Di tengah hiruk-pikuk lalu lintas Sumedang, sebuah aspirasi warga mengemuka: permohonan pembangunan jembatan penyeberangan yang telah lama dinantikan.
Masyarakat sekitar, termasuk siswa SMK-PPN dan mahasiswa Unwim di Tanjungsari, setiap hari mempertaruhkan keselamatan saat menyeberangi jalan yang padat kendaraan.
Meskipun sebelumnya telah dipasang zebra cross dan lampu peringatan, upaya tersebut dirasa belum cukup efektif dalam menjamin keselamatan pejalan kaki.
Praktisi media dan komunikasi, Budi Purnomo Karjodihardjo, menyoroti pentingnya respons cepat dari pemerintah terhadap aspirasi masyarakat.
“Ketika warga menyuarakan kebutuhan akan infrastruktur dasar seperti jembatan penyeberangan.”
“Itu bukan sekadar permintaan, tetapi seruan untuk keselamatan dan kenyamanan bersama,” ujar Budi, Minggu (18/5/2025).
Ia menambahkan bahwa pembangunan jembatan penyeberangan bukan hanya soal konstruksi fisik, tetapi juga tentang membangun kepercayaan antara pemerintah dan masyarakat.
“Setiap tindakan nyata dari pemerintah dalam menanggapi aspirasi warga akan memperkuat ikatan sosial dan meningkatkan partisipasi publik dalam pembangunan,” tambahnya.
Budi juga mengingatkan bahwa keselamatan pejalan kaki harus menjadi prioritas dalam perencanaan kota.
Baca Juga:
Pramuka Garuda Jadi Jalur Prioritas SPMB 2026, Kwarcab Majalengka Dorong Penguatan Karakter Pelajar
Tingkatkan Layanan Kesehatan, Pemkab Sumedang Mulai Pembangunan Puskesmas Cimanggung Baru
Desain Ruang Kelas Dinilai Masih Sarat Intervensi Politik, Guru Besar ITB Desak Evaluasi Total
“Kita sering kali terlalu fokus pada kendaraan bermotor, sementara pejalan kaki justru menjadi kelompok yang paling rentan.”
“Pembangunan jembatan penyeberangan adalah langkah konkret untuk menciptakan ruang publik yang inklusif dan aman bagi semua,” tegasnya.
Dengan demikian, aspirasi warga Sumedang bukanlah sekadar permintaan lokal.
Melainkan refleksi dari kebutuhan mendesak akan infrastruktur yang mendukung keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.
Pemerintah diharapkan dapat segera merespons dengan tindakan nyata, menjadikan jembatan penyeberangan sebagai simbol komitmen terhadap pelayanan publik yang responsif dan berorientasi pada kebutuhan rakyat.
( Tang ) ***









