HARIAN SUMEDANG — Penampilan Mariano Peralta bersama Persib Bandung hingga pekan keempat BRI Liga Super masih belum memenuhi ekspektasi.
Pemain Terbaik Liga Super musim lalu itu dinilai masih mengalami “demam panggung” di atas lapangan.
Meski sempat menjadi pahlawan saat Persib menundukkan Manila Digger di laga play-off ACL 2, performa impresif tersebut belum berlanjut di kompetisi domestik.
Pengamat kejiwaan olahraga, Perdana Sumedang, menilai masalah utama Peralta terletak pada proses adaptasi dan chemistry tim.
“Sang bintang terlihat belum sehati dengan rekan-rekan setimnya,” ujar Perdana.
Menurutnya, kedekatan antar-pemain di luar lapangan sangat menentukan keluwesan serta keberanian berimprovisasi saat pertandingan.
Peralta disinyalir masih bermain dalam tekanan tinggi dan dibayangi rasa canggung.
“Dia seperti takut salah di tengah skuad yang dihuni banyak pemain bintang,” tambah Perdana.
Situasi ini membuat pergerakan Peralta terlihat kaku dan belum menunjukkan kebebasan bermain seperti musim sebelumnya.
Baca Juga:
Komisi II DPRD Hadiri Sosialisasi Penertiban Keramba Jaring Apung Waduk Jatigede
Sumedang Raih CNN Indonesia Awards 2026, Fajar Aldila: Pelayanan Publik Harus Makin Mudah
ManpowerGroup Tercatat dalam Daftar “TIME Asia-Pacific’s Best Employers 2027”
Meski begitu, Perdana optimistis performa terbaik Peralta hanya tinggal menunggu waktu.
Kuncinya terletak pada komitmen pelatih dan rekan setim untuk merangkul serta membangun pendekatan personal.
Dengan komunikasi yang makin padu, Peralta diyakini bakal segera menemukan kembali sentuhan emasnya. ( Tatang Tarmedia )






