Dedikasi Tanpa Batas Forum Peduli Gunung Geulis Jatinangor demi Warisan Anak Cucu
HARIANSUMEDANG.COM – Di tengah masifnya tren alih fungsi lahan yang mengancam kawasan di Gunung Geulis, Forum Peduli Gunung Geulis yang berbasis di Desa Jatiroke, Kecamatan Jatinangor, tetap kokoh berdiri di garis depan perjuangan lingkungan.
Forum ini terus konsisten melakukan upaya reboisasi dan konservasi demi menyelamatkan ekosistem Gunung Geulis dari kerusakan yang lebih parah.
Perjalanan menjaga kelestarian Gunung Geulis bukanlah perkara mudah. Tantangan terbesar justru datang dari dinamika internal dan konsistensi pergerakan.
Saepudin, Ketua Forum Peduli Gunung Geulis, menjadi simbol ketabahan nyata dari perjuangan ini. Di saat satu per satu anggota forum memilih untuk mundur atau meninggalkannya, Saepudin tetap melangkah.
Bagi pria ini, ada atau tidak adanya bantuan, serta ada atau tidak adanya kawan yang menemani, misi penyelamatan lingkungan tidak boleh terhenti.
“Ketabahan seorang Saepudin teruji dalam sunyi. Saat anak-anak forumnya pergi meninggalkan perjuangan, ia memilih terus berjalan demi masa depan mata air dan paru-paru bumi Jatinangor.”
Dedikasi tanpa pamrih yang ditunjukkan Saepudin membuahkan hasil dan menarik simpati khalayak luas. Perjuangan gigihnya mendapat apresiasi dan dukungan dari berbagai pihak, termasuk dari kalangan akademisi perguruan tinggi ternama seperti Universitas Padjadjaran (Unpad), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan lembaga tinggi lainnya.
Kehadiran para akademisi ini tidak hanya memberikan dukungan moral, tetapi juga memperkuat basis ilmiah dari program konservasi yang dijalankan. Berkat sinergi tersebut, Forum Peduli Gunung Geulis kini banyak menerima bantuan program yang terintegrasi dari hulu ke hilir. Bantuan yang mengalir meliputi:
-
Sektor Konservasi: Program pembibitan pohon endemik untuk mempercepat reboisasi lahan kritis.
-
Sektor Pemberdayaan Ekonomi: Bantuan hewan ternak sebagai stimulus ekonomi alternatif bagi warga sekitar agar tidak merusak hutan.
-
Sektor Teknologi: Pengadaan alat mekanisasi pascapanen guna meningkatkan nilai jual hasil tani masyarakat tanpa harus memperluas pembukaan lahan baru.
Melalui integrasi antara ketabahan personal, konservasi lingkungan, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat, Forum Peduli Gunung Geulis membuktikan bahwa perjuangan lingkungan yang dirawat dengan konsistensi akan selalu menemukan jalannya.
Saepudin dan forumnya kini menjadi inspirasi hidup bahwa menjaga alam adalah tentang keteguhan hati yang tak boleh luntur oleh sepinya dukungan. (Tatang Tarmedi) ****







