Eksistensi Dodol Ibu Kita khas Tanara: Menjaga Resep Warisan di Tengah Gempuran Jajanan Modern

- Pewarta

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN SUMEDANG  — Di tengah pesatnya penetrasi camilan modern di pasar nasional, kuliner tradisional Banten terbukti mampu mempertahankan eksistensinya.

Salah satunya adalah Dodol Ibu Kita, produk UMKM  asal Kampung Nambo, Desa Cibodas, Kecamatan Tanara, Kabupaten Serang ini terus diminati konsumen berkat konsistensi resep warisan keluarga dan cita rasa yang autentik.

Dodol khas Tanara ini dikenal memiliki perpaduan rasa manis alami, gurih, dan tekstur legit. Perpaduan gula aren murni dan santan kental menjadi kunci utama yang menghadirkan aroma serta sensasi khas hidangan rumahan tempo dulu.

Kunci Kualitas: Bahan Pilihan dan Ketelitian Produksi

Pengelola Dodol Ibu Kita, Alfiyah binti Haji Padil, menegaskan bahwa kualitas bahan baku dan proses pembuatan adalah prioritas utama demi menjaga identitas rasa.

“Penggunaan bahan baku berkualitas menjadi kunci utama. Ketan pilihan memberikan tekstur khas, santan kental menghadirkan rasa gurih yang seimbang, sementara gula aren asli memberikan aroma dan rasa manis alami,” ujar Alfiyah, Jumat (14/8/2026).

Ia menambahkan, proses pembuatan dodol menuntut kesabaran ekstra. Adonan harus dimasak dan diaduk secara terus-menerus dalam waktu lama hingga mencapai tingkat kematangan presisi.

Teknik pengadukan ini menentukan tekstur akhir agar dodol tetap kenyal, lembut, dan tidak mudah hancur saat dipotong.

Adaptasi Kemasan dan Solusi Pemasaran Digital

Menghadapi persaingan industri makanan yang kian ketat, Dodol Ibu Kita melakukan penyesuaian tanpa merusak identitas produk. Pengelola kini menerapkan kemasan yang praktis dan higienis, menjadikannya ideal sebagai buah tangan maupun isi hampers acara keluarga.

Untuk mempermudah jangkauan konsumen di luar daerah, Dodol Ibu Kita mengintegrasikan saluran penjualan digital:

  • Pemesanan Langsung (WhatsApp): Konsumen dapat menghubungi layanan pelanggan di nomor 087886422717 untuk informasi stok, pesanan khusus, dan pengiriman.

  • E-Commerce (Shopee): Produk kini dapat dipesan secara daring melalui platform Shopee untuk pengiriman ke seluruh Indonesia.

Menjaga Warisan Kuliner Banten

Kabupaten Serang memiliki ragam kekayaan kuliner tradisional yang menyimpan nilai budaya sekaligus potensi ekonomi daerah.

Keberhasilan Dodol Ibu Kita bertahan di pasaran menjadi bukti bahwa produk berbasis kearifan lokal mampu bersaing di era modern selama menjaga mutu dan adaptif terhadap kebutuhan pasar.

Bagi para wisatawan yang berkunjung ke Banten, Dodol Ibu Kita menjadi salah satu opsi oleh-oleh wajib yang menyajikan kehangatan cita rasa khas Nusantara. ( Tatang Tarmedi )

Berita Terkait

Menavigasi Masa Depan Jurnalisme: Antara Akselerasi Otomatisasi dan Reimajinasi Profesi
Istana Bunga Plastik Sumedang Hadirkan Solusi Dekorasi Meja Kerja Elegan dan Terjangkau
Unik! Pohon Kelapa “Menjelajah” Tanah Sebelum Menjulang Tinggi di Tanjungsari Sumedang
Menerjang Hujan dan Ombak Demi Nyawa: Perjuangan Bidan Vera di Pesisir Langkat
Meniti Ridho di Antara Berkas Desa dan Gema Masjid Nurul Huda
SMAN 1 Sumedang Gelar Sosialisasi Komunitas Belajar “Kombel Adinira Digjaya” untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Bilik Reuni Kecil untuk Kang Edeng Sitarya: Lulusan SPMA yang ‘Menyimpang’ Jadi Nahkoda MKKS Sumedang
Tak Surut Digerus Usia: Perjuangan Tanpa Henti “Dewa Geulis” Menjaga Hijau Gunung Geulis

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Menavigasi Masa Depan Jurnalisme: Antara Akselerasi Otomatisasi dan Reimajinasi Profesi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Eksistensi Dodol Ibu Kita khas Tanara: Menjaga Resep Warisan di Tengah Gempuran Jajanan Modern

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:38 WIB

Istana Bunga Plastik Sumedang Hadirkan Solusi Dekorasi Meja Kerja Elegan dan Terjangkau

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:57 WIB

Unik! Pohon Kelapa “Menjelajah” Tanah Sebelum Menjulang Tinggi di Tanjungsari Sumedang

Minggu, 2 Agustus 2026 - 08:43 WIB

Menerjang Hujan dan Ombak Demi Nyawa: Perjuangan Bidan Vera di Pesisir Langkat

Berita Terbaru