Gegara 1,5 Ton Ikan dan Uang Terbang: Kolam Al Kamil Sumedang Mendadak Penuh Sesak ‘Manusia Air’

- Pewarta

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HARIAN SUMEDANG  – Kolam Masjid Al Kamil di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) berubah menjadi arena “perang” air meriah pada Senin (17/8/2026).

Ratusan warga mendadak berubah profesi menjadi pemancing tanpa alat alias mengandalkan tangan kosong demi memeriahkan HUT ke-81 RI lewat tradisi ngagogo lauk.

Panitia tak tanggung-tanggung menerjunkan “pasukan khusus” berupa 1,5 ton ikan ke dalam kolam. Begitu peluit dimulai, warga dari anak-anak hingga dewasa langsung menceburkan diri, tak peduli baju basah kuyup atau wajah kecipratan lumpur.

Skenario makin seru karena ada misi khusus:

  • Ikan Berpita ‘Sultan’: Panitia menyebar 20 ekor ikan bertanda pita. Siapa pun yang berhasil menangkapnya langsung mengantongi uang tunai Rp100 ribu.

  • Hujan Uang Gelas Plastik: Tak cuma ikan, panitia juga melempar hadiah uang tunai yang dimasukkan ke dalam gelas plastik. Alhasil, warga tak hanya sibuk melihat ke bawah kolam mencari ikan, tapi juga menengadah ke langit menunggu “hujan duit”.

Wakil Bupati Sumedang yang hadir di lokasi sampai harus mewanti-wanti warga agar tetap menjaga keselamatan di tengah hebohnya perburuan. Beliau juga mengajak masyarakat menyisipkan doa di sela-sela keseruan.

“Doakan Sumedang kita tercinta agar dijauhkan dari bencana. Para pejabatnya amanah, dijauhkan dari perbuatan tercela, korupsi, kolusi, nepotisme, dan yang paling penting semoga warganya bahagia selalu,” selorohnya di tengah riuk tawa warga.

Tradisi ngagogo lauk ini sukses membuktikan bahwa cara terbaik merayakan kemerdekaan di Sumedang adalah dengan siap basah, siap berebut ikan, dan pulang membawa tawa (plus uang saku tambahan). Siti Kowati

Berita Terkait

Menavigasi Masa Depan Jurnalisme: Antara Akselerasi Otomatisasi dan Reimajinasi Profesi
Eksistensi Dodol Ibu Kita khas Tanara: Menjaga Resep Warisan di Tengah Gempuran Jajanan Modern
Istana Bunga Plastik Sumedang Hadirkan Solusi Dekorasi Meja Kerja Elegan dan Terjangkau
Unik! Pohon Kelapa “Menjelajah” Tanah Sebelum Menjulang Tinggi di Tanjungsari Sumedang
Menerjang Hujan dan Ombak Demi Nyawa: Perjuangan Bidan Vera di Pesisir Langkat
Meniti Ridho di Antara Berkas Desa dan Gema Masjid Nurul Huda
SMAN 1 Sumedang Gelar Sosialisasi Komunitas Belajar “Kombel Adinira Digjaya” untuk Tingkatkan Kualitas Pendidikan
Bilik Reuni Kecil untuk Kang Edeng Sitarya: Lulusan SPMA yang ‘Menyimpang’ Jadi Nahkoda MKKS Sumedang

Berita Terkait

Senin, 17 Agustus 2026 - 16:44 WIB

Gegara 1,5 Ton Ikan dan Uang Terbang: Kolam Al Kamil Sumedang Mendadak Penuh Sesak ‘Manusia Air’

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 12:45 WIB

Menavigasi Masa Depan Jurnalisme: Antara Akselerasi Otomatisasi dan Reimajinasi Profesi

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:27 WIB

Eksistensi Dodol Ibu Kita khas Tanara: Menjaga Resep Warisan di Tengah Gempuran Jajanan Modern

Sabtu, 8 Agustus 2026 - 17:38 WIB

Istana Bunga Plastik Sumedang Hadirkan Solusi Dekorasi Meja Kerja Elegan dan Terjangkau

Minggu, 2 Agustus 2026 - 09:57 WIB

Unik! Pohon Kelapa “Menjelajah” Tanah Sebelum Menjulang Tinggi di Tanjungsari Sumedang

Berita Terbaru

Pers Rilis

Ragnarok Zero: Global Resmi Diluncurkan pada 18 Agustus

Senin, 17 Agu 2026 - 23:38 WIB