HARIAN SUMEDANG – Kolam Masjid Al Kamil di Pusat Pemerintahan Sumedang (PPS) berubah menjadi arena “perang” air meriah pada Senin (17/8/2026).
Ratusan warga mendadak berubah profesi menjadi pemancing tanpa alat alias mengandalkan tangan kosong demi memeriahkan HUT ke-81 RI lewat tradisi ngagogo lauk.
Panitia tak tanggung-tanggung menerjunkan “pasukan khusus” berupa 1,5 ton ikan ke dalam kolam. Begitu peluit dimulai, warga dari anak-anak hingga dewasa langsung menceburkan diri, tak peduli baju basah kuyup atau wajah kecipratan lumpur.
Skenario makin seru karena ada misi khusus:
-
Ikan Berpita ‘Sultan’: Panitia menyebar 20 ekor ikan bertanda pita. Siapa pun yang berhasil menangkapnya langsung mengantongi uang tunai Rp100 ribu.
-
Hujan Uang Gelas Plastik: Tak cuma ikan, panitia juga melempar hadiah uang tunai yang dimasukkan ke dalam gelas plastik. Alhasil, warga tak hanya sibuk melihat ke bawah kolam mencari ikan, tapi juga menengadah ke langit menunggu “hujan duit”.
Wakil Bupati Sumedang yang hadir di lokasi sampai harus mewanti-wanti warga agar tetap menjaga keselamatan di tengah hebohnya perburuan. Beliau juga mengajak masyarakat menyisipkan doa di sela-sela keseruan.
“Doakan Sumedang kita tercinta agar dijauhkan dari bencana. Para pejabatnya amanah, dijauhkan dari perbuatan tercela, korupsi, kolusi, nepotisme, dan yang paling penting semoga warganya bahagia selalu,” selorohnya di tengah riuk tawa warga.
Tradisi ngagogo lauk ini sukses membuktikan bahwa cara terbaik merayakan kemerdekaan di Sumedang adalah dengan siap basah, siap berebut ikan, dan pulang membawa tawa (plus uang saku tambahan). Siti Kowati







