Ubi Cilembu Si Madu dari Kota Beludru Manisnya Konon Kerena Ucapan Sang Prabu

- Pewarta

Sabtu, 11 Januari 2025 - 18:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di wilayah perkotaan mungil ini dikenal salah satu hasil alam yang mungkin tidak asing lagi, yakni Ubi Cilembu. Mendapat banyak julukan, diantaranya ” Si Madu “.

Di wilayah perkotaan mungil ini dikenal salah satu hasil alam yang mungkin tidak asing lagi, yakni Ubi Cilembu. Mendapat banyak julukan, diantaranya ” Si Madu “.

SUMEDANG – Kota Beludru salah satu julukan untuk Kota Sumedang, karena   masih banyak ditemukan lahan menghijau laksana hamparan beludru.

Beludru itu sendiri sejenis  kain tenunan berbulu yang benangnya sama rata padat memberikan rasa lembut tersendiri.

Di  perkotaan mungil ini dikenal salah satu hasil alam yang mungkin tidak asing lagi, yakni Ubi Cilembu. Mendapat banyak julukan, diantaranya ” Si Madu “.

Dikatakan ” Si Madu”, karena rasa Ubi Cilembu lain dari ubi lainnya, apalagi bila dioven, rasanya benar-benar manis serasa madu.

Saking manisnya Ubi Cilembu, mengundang kepenasaranan  para ahli budidaya pertanian untuk meneliti. Termasuk ada pihak dihubung-hubungkan dengan cerita-cerita para sesepuh.

Menurut  Drs. Hadie Guna, MM. MBA,  Ketua Asosiasi Agrobisnis Ubi Cilembu (Asaguci), ubi dari tanaman merambat ini telah memiliki Sertifikat Indikasi Geografis (IG) pada tahun 2013 dari Kementerian Hukum.

Berdasar IG tadi, kata Hadi,  Ubi Cilembu telah menjadi hak lebel para petani di 4 kecamatan di sekitar Cilembu.  Yaitu, Pamulihan,  Tanjungsari,  Rancakalong dan Kecamatan Sukasari.

Luas areal tanaman Ubi Cilembu di 4 kecamatan itu sebagaimana yang didaptarkan ke Kemehumkam  berkisar pada 462,03.hektar. luasan itu dalam kelolaan sekitar 581 petani.

Masih menurut Hadi, termasuk jenis Ubi Cilembu itu, varietas ubi yang ditentukan secara komunal, yakni  meliputi varietas Nirkum,  Eno dan Rancing.

Manis Ubi Cilembu Akibat
Ucapan Sang Prabu ?

Dibalik fakta-fakta ilmiah tentang muasal manisnya Ubi Cilembu, beredar pula kepercayaan bahwa semua itu lahir dari ucapan Sang Prabu Kerajaan Sumedang Larang.

Beredar cerita rakyat, ketika Sumedang masih menjadi kerajaan, salah seorang Raja Sumedang mengunjungi wilayah Cilembu.

Ketika Raja berkunjung, masyarakat setempat mengirim berbagai makanan untuk dipersembahkan kepada raja, termasuk salah seorang menyodorkan sepiring rebusan ubi.

Sebenarnya, warga tadi ragu untuk menyuguhkan ubi kepada Raja, karena ubinya kurang manis dan strukturnya “bageugeug” ( Sunda: artinya membata ).

Tapi semua keheranan, ketika Raja memakan ubi tersebut, dia berucap, ” Enak dan manis sekali ubi ini, ” katanya sembari melahapnya beberapa biji.

Dari sejak itulah, kata para sesepuh di Cilembu, ubi keluaran Cilembu meniadi enak dan manis, karena petuah dari Sang Prabu yang terkenal ampuh ucapannya.

Pernah Dibudidayakan.
di Negeri Sakura

Tentang manisnya Ubi Cilembu, pernah seorang petani dan penggerak Ubi Cilembu, Taryana, mencoba membudidayakannya di Negeri Sakura Jepang.

Taryana mencoba menanam Ubi Cilembu di bangunan kaca dengan suasana kelembaban, suhu dan lainnya dimiripkan dengan keadaan di habitat asalnya Cilembu.

Ternyata, kata Taryana, hasil ubinya tidak semanis di tempat aslinya. Meskipun lingkungannya direkayasa sesuai dengan lingkungan aslinya.

” Makanya, hingga kini, berbagai penelitian belum bisa memastikan kenapa Ubi Cilembu rasanya beda dibanding ubi-ubi lainnya, ” kata Taryana.

Ubi Ukuran Kecil Diharapkan
Bisa Disukai Pasar Korea

Ketika umbi ukuran besar dianggap menjadi kebutuhan pasar bagi kebanyakan para petani Ubi Cilembu, Taryana justru sebaliknya umbi ukuran kecil ia kemas untuk kebutuhan ekspor.

Taryana sengaja memanen umbi ketika ukuran ubi masih sebesar ibu jari kaki orang dewasa, ” Mulut orang korea kan kecil- kecil, jadi mereka tidak akan kesulitan untuk memakannya ( ubi ovenan, Red ), ” katanya.

Resfon orang Jepang dan Korea terhadap Ubi Cilembu, masih kata Taryana, cukup tinggi. Bahkan, Ubi Cilembu segelintir dijadikan bisnis dengan lebel nama Jepang. ( Tatang Tarmedi ) ***

Berita Terkait

Kasek SMPN 1 Tanjungsari Lepas Tim Terbaiknya ke  Olimpiade Sains Nasional
Menembus Batas Lokal, Membawa “Jiwa” Sumedang ke Panggung Wisata Dunia
PLN Sumedang Gelar Pasukan & Alat: Tak Ada yang Lebih Berharga dari Jiwa Manusia!
Kesbangpol Kabupaten Sumedang Gelar Pendidikan Politik bagi Siswa
Sosok Erawan Sukarya: Memimpin dengan Hati, Merawat Tradisi, dan Jauh dari Gosip Miring
Bupati Dony Perkuat Jejaring UMKM Sumedang, Gandeng Agung Sari Utama untuk Perluas Pasar Produk Lokal
Sukses Tanpa Ekses: Tata Kelola PCMB 2026 di SMAN 1 Sumedang Jadi Percontohan
Milad ke-109 ‘Aisyiyah, Wabup Sumedang: ‘Aisyiyah Selalu Menjadi Pelita Peradaban

Berita Terkait

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:54 WIB

Kasek SMPN 1 Tanjungsari Lepas Tim Terbaiknya ke  Olimpiade Sains Nasional

Minggu, 14 Juni 2026 - 07:51 WIB

Menembus Batas Lokal, Membawa “Jiwa” Sumedang ke Panggung Wisata Dunia

Jumat, 12 Juni 2026 - 16:03 WIB

PLN Sumedang Gelar Pasukan & Alat: Tak Ada yang Lebih Berharga dari Jiwa Manusia!

Jumat, 12 Juni 2026 - 07:04 WIB

Kesbangpol Kabupaten Sumedang Gelar Pendidikan Politik bagi Siswa

Jumat, 12 Juni 2026 - 05:07 WIB

Sosok Erawan Sukarya: Memimpin dengan Hati, Merawat Tradisi, dan Jauh dari Gosip Miring

Berita Terbaru