Ada Indikasi Bullying Segera Pijit Panic Button di Aplikasi ‘Tahu Sumedang’ Petugas Akan Datang ke Lokasi

- Pewarta

Sabtu, 23 Maret 2024 - 21:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pj Bupati Herman Suryatman mengimbau bila ada indikasi bullying segera pijit tombol darurat di Aplikasi 'Tahu Sumedang' (Dok. Hariansumedang.com/ Sumedangkab.go.id / Tatang Tarmedi )

Pj Bupati Herman Suryatman mengimbau bila ada indikasi bullying segera pijit tombol darurat di Aplikasi 'Tahu Sumedang' (Dok. Hariansumedang.com/ Sumedangkab.go.id / Tatang Tarmedi )

HARIANSUMEDANG.COM — Selama tahun 2023, tindak bullying atau perundungan dan kekerasan terhadap anak di Kabupaten Sumedang masih terbilang tinggi.

Berdasarkan data Dinas Pengendalian Penduduk Keluarga Berencana dan Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DPPKBP3A) masih terdapat 59 kasus kekerasan pada anak dari berbagai jenjang tingkatan sekolah.

Sebagai bentuk antisipasi terjadinya bullying atau perundungan dan kekerasan terhadap anak, kini di aplikasi ‘Tahu Sumedang’ telah ada Panic Button (Tombol Darurat) untuk pelaporan dan pengaduan.

“Di aplikasi Tahu Sumedang ada Panic Button. Kalau anak anak merasa terancam atau ada sesuatu yang berbahaya, silakan pijit tombol Panic Button di Tahu Sumedang,

nanti petugas secepatnya langsung datang ke lokasi untuk mengatasi agar tidak terjadi kekerasan,” kata Pj Bupati Sumedang Herman Suryatman.

Hal itu diungkapkannya saat memimpin Rakor Pencegahan dan Penanggulangan Kekerasan di lingkungan sekolah Berbasis Kasih Sayang di Aula Tampomas Pusat Pemerintahan Sumedang , Jumat,( 22/3 )

Dikatakan Herman, Pemda Kabupaten Sumedang telah menyiapkan platform Panic Button yang bisa didownload di playstore melalui smartphone dan diakses melalui Tahu Sumedang untuk menangani masalah perundungan.

Pencegahan dan penanganan kekerasan di lingkungan satuan pendidikan sudah diatur dalam peraturan Bupati Nomor
16 Tahun 2024

. “Kebijakan tersebut dimaksudkan untuk melindungi peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan dan warga satuan pendidikan lainnya dari kekerasan yang terjadi di lingkungan sekolah,” katanya.

Ia menambahkan skema zero bullying adalah komitmen Pemda Sumedang yang sudah diatur di dalam Perbup tersebut.

“Mudah mudahan ini bisa langsung dieksekusi di semua satuan pendidikan agar anak anak kita bisa terlindungi dari bullying di sekolah. Kalaupun sudah terjadi, secepatnya dicarikan solusi agar tidak ada dampak,” ujarnya. (Tatang Tarmedi) ***

Berita Terkait

Kemeriahan Pelepasan Siswa Kelas IX SMPN 1 Wado: Padukan Tradisi, Pentas Seni, dan Harapan Masa Depan
Sinergi Sekolah dan Masyarakat, SDN Maruyung 1 Sukses Gelar Gebyar Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa
Lengser Jadi Saksi 86 “Garuda Muda ” SMPN 3 Tanjungsari Dilepas Mengejar Mimpi Jadi POLISI, TNI, BUPATI
Dugaan Proyek Asal-Asalan: Petani Cibubuan Keluhkan Kualitas Saluran Irigasi
Peringatan Milangkala ke-44 Desa Haurngombong Kukuhkan Kebersamaan dan Kemandirian
Persiapkan Pilkades Serentak 2026, Komisi I DPRD Sumedang Gelar Rapat Kerja Lintas Sektoral
Pilkades Buahdua 2026: Pendaftaran Belum Dibuka, Figur Bakal Calon Sudah Ramai Dibicarakan
Camat Tanjungsari Hadiri Tradisi Ruat Jagat Tolak Bala di Ponpes At-Taufiqiah Kadakajaya

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:37 WIB

Kemeriahan Pelepasan Siswa Kelas IX SMPN 1 Wado: Padukan Tradisi, Pentas Seni, dan Harapan Masa Depan

Rabu, 24 Juni 2026 - 14:05 WIB

Sinergi Sekolah dan Masyarakat, SDN Maruyung 1 Sukses Gelar Gebyar Kenaikan Kelas dan Pelepasan Siswa

Rabu, 24 Juni 2026 - 13:51 WIB

Lengser Jadi Saksi 86 “Garuda Muda ” SMPN 3 Tanjungsari Dilepas Mengejar Mimpi Jadi POLISI, TNI, BUPATI

Selasa, 23 Juni 2026 - 13:43 WIB

Dugaan Proyek Asal-Asalan: Petani Cibubuan Keluhkan Kualitas Saluran Irigasi

Senin, 22 Juni 2026 - 13:50 WIB

Peringatan Milangkala ke-44 Desa Haurngombong Kukuhkan Kebersamaan dan Kemandirian

Berita Terbaru