CONGGEANG – Proyek perbaikan dan pemeliharaan jaringan irigasi usaha tani Kubangsari di Desa Cibubuan, Kecamatan Conggeang, Kabupaten Sumedang, memicu polemik. Pekerjaan fisik yang digarap oleh pihak ketiga tersebut dinilai oleh warga dan kelompok tani penerima manfaat dikerjakan secara asal-asalan dan berpotensi merugikan negara serta masyarakat setempat.
Berdasarkan penelusuran di lapangan, kekhawatiran utama berpusat pada kedalaman galian pondasi yang diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis (bistek). Fondasi yang dangkal dikhawatirkan membuat struktur dinding penahan irigasi labil, rentan tergerus debit air, dan terancam roboh dalam waktu singkat.
Table of Contents
ToggleKeluhan Kelompok Tani: “Kami Sangat Kecewa”
Irigasi merupakan urat nadi bagi produktivitas pertanian di Desa Cibubuan. Oleh karena itu, rendahnya kualitas pengerjaan memicu kekecewaan mendalam dari Kelompok Tani Kubangsari yang menggantungkan nasibnya pada saluran air ini.
“Galian pondasinya sangat tidak maksimal. Kami khawatir tembok yang baru dibangun ini tidak akan bertahan lama. Begitu musim hujan datang dan debit air tinggi, struktur ini bisa langsung roboh,” ujar salah seorang anggota kelompok tani Kubangsari yang enggan disebutkan namanya kepada media.
Para petani menegaskan bahwa mereka membutuhkan infrastruktur yang tahan lama, bukan sekadar proyek formalitas yang cepat rusak. “Bila hasil pekerjaannya seperti ini, terus terang kami sangat kecewa. Ini menyangkut hajat hidup para petani di sini,” tambahnya.
Soroti Fungsi Pengawasan Dinas Terkait
Menyikapi temuan ini, Kelompok Tani Kubangsari mendesak pihak-pihak terkait untuk tidak tinggal diam. Mereka meminta Dinas Pertanian Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Sumedang serta Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pertanian Kecamatan Conggeang untuk segera turun ke lapangan melakukan evaluasi.
-
Tuntutan Petani: Meminta pengawasan ketat dan berkala di lokasi proyek.
-
Tujuan: Memastikan kontraktor melakukan perbaikan menyeluruh agar hasil akhir sesuai dengan Bestek (Rencana Kerja dan Syarat-Syarat teknis) yang telah disepakati.
Catatan Redaksi & Upaya Konfirmasi
Hingga berita ini diturunkan, tim redaksi masih terus berupaya melakukan verifikasi lebih lanjut di lapangan, termasuk:
-
Menghubungi pihak KONTRAKTOR untuk memberikan klarifikasi mengenai tudingan pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.
-
Meminta tanggapan resmi dari Dinas Pertanian Kabupaten Sumedang terkait langkah pengawasan dan sanksi yang akan diambil jika terbukti ditemukan adanya pelanggaran kontrak.
Masyarakat Desa Cibubuan berharap agar uang negara yang dialokasikan untuk kesejahteraan petani ini benar-benar mewujud dalam infrastruktur yang kokoh, bukan justru menjadi proyek gagal guna yang merugikan masyarakat. (Spd)







