Aturan Baru Seragam Sekolah, Langgar Aturan Kepsek Diberi Sanksi Maksimal Penundaan kenaikan pangkat

- Pewarta

Sabtu, 13 April 2024 - 02:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kemendikbud terapkan aturan baru seragam sekolah (Foto : TV OneNews.Com)

Kemendikbud terapkan aturan baru seragam sekolah (Foto : TV OneNews.Com)

HARIANSUMEDANG.COM — Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Ristek terapkan aturan baru soal seragam sekolah mulai jenjang SD hingga SMA.

Namun, peraturan baru itu masih mengacu pada Permendikbud Nomor 50 Tahun 2022 yang dikeluarkan pada bulan Oktober 2022 lalu.

Menurut Permendikbud Nomor 50 Tahun 2022 terdapat empat jenis seragam sekolah yang diperbolehkan, yaitu:

Seragam Nasional, siswa dapat mengenakan seragam nasional pada hari Senin, Kamis, dan saat pelaksanaan upacara bendera.

Pakaian seragam nasional siswa SD dan SDLB adalah atasan kemeja putih dan bawahan celana atau rok merah hati.

Pakaian seragam nasional siswa SMP dan SMPLB adalah atasan kemeja putih dan bawahan celana atau rok biru tua.

Pakaian seragam nasional siswa SMA, SMALB, SMK, dan SMKLB adalah atasan kemeja putih dan bawahan celana atau rok abu-abu.

Seragam Pramuka, penggunaan seragam ini tidak diatur secara haku oleh Kemendikbud. Sekolah miliki kebijakan sendiri terkait waktu penggunaannya.

Seragam Khas Sekolah. Motif pakaian khas sekolah disesuaikan dengan kebutuhan setempat.

Seragam Adat, siswa dapat mengenakan seragam adat pada hari atau acara adat tertentu.

Kemendikbud menetapkan sejumlah hukuman atau sanksi bagi kepala sekolah yang tidak mematuhi ketentuan tersebut meliputi:

Sanksi terberat, Penundaan kenaikan pangkat, golongan, dan/atau hak-hak jabatan dan Sanksi administratif lain sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

(Tatang Tarmedi) ***

 

Berita Terkait

IRI Indonesia Serukan Empat Poin dan Prihatin Atas Berulangnya Kebakaran Hutan
Polri Sudah Tetapkan 138 Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan
Demi Karir Anak, Johan Nekad Jalan Kaki Pemalang – Jakarta
PWI Yogyakarta  Usulkan Almarhum Udin Wartawan Bernas Sebagai Pahlawan Nasional
DJBC Banten Memusnahkan Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal  serta Ribuan Liter Minol
Ribuan Personel Gabungan Disiagakan, 21 Orang Diamankan Jelang Aksi BEM UI di Bundaran HI
IRI Indonesia dan Pemprov Papua Barat Satukan Iman, Adat, dan Kebijakan untuk Selamatkan Hutan Papua
Gempa M 7,7 Guncang Nagekeo NTT: Peringatan Tsunami Dikeluarkan, 2 Meninggal di Sikka

Berita Terkait

Kamis, 10 September 2026 - 03:39 WIB

IRI Indonesia Serukan Empat Poin dan Prihatin Atas Berulangnya Kebakaran Hutan

Selasa, 8 September 2026 - 17:47 WIB

Polri Sudah Tetapkan 138 Tersangka Pembakaran Hutan dan Lahan

Sabtu, 5 September 2026 - 14:50 WIB

Demi Karir Anak, Johan Nekad Jalan Kaki Pemalang – Jakarta

Selasa, 25 Agustus 2026 - 18:50 WIB

PWI Yogyakarta  Usulkan Almarhum Udin Wartawan Bernas Sebagai Pahlawan Nasional

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 06:17 WIB

DJBC Banten Memusnahkan Puluhan Juta Batang Rokok Ilegal  serta Ribuan Liter Minol

Berita Terbaru

Melalui layanan ini, pelanggan dapat melakukan catat meter mandiri setiap tanggal 23 hingga 27 setiap bulannya

Info Sumedang

PLN Sumedang Ajak Pelanggan Manfaatkan SwaCAM Setiap Tanggal 23–27

Kamis, 24 Sep 2026 - 17:49 WIB