HARIAN SUMEDANG — Program Labelisasi Rumah Penerima Bantuan Sosial (Bansos) di Kabupaten Majalengka terbukti efektif meningkatkan ketepatan sasaran bantuan.
Melalui program ini, warga yang ekonominya membaik didorong mengundurkan diri secara sukarela. Kuota yang kosong dialihkan kepada warga rentan yang belum tersentuh bantuan.
Dampak nyata program ini terlihat di Desa Cicanir, Kecamatan Talaga. Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyerahkan langsung bantuan PKH komponen disabilitas dari Kemensos kepada Restiana Auliatul Faizah (9), Selasa (8/9/2026).
Penyerahan bantuan turut didampingi Anggota DPRD Majalengka, Bunda Tita, serta Camat Talaga.
Restiana merupakan anak penyandang disabilitas fisik dengan kondisi lumpuh layu dan gagal tumbuh yang selama ini dirawat neneknya.
Pengajuan bantuan untuk Restiana sebelumnya sempat tertunda hampir satu tahun akibat keterbatasan kuota.
Bantuan PKH yang diterima berkala setiap tiga bulan ini akan digunakan untuk memenuhi kebutuhan pribadi serta pengobatan Restiana.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan pentingnya akurasi data dan kepekaan aparatur kewilayahan.
“Saya titip kepada para Camat, Kuwu, dan pendamping agar peka dan cermat mendata. Pastikan bantuan diberikan kepada masyarakat yang benar-benar berhak,” tegas Bupati.
Baca Juga:
Deklarasi Makassar: Gerakan Lintas Iman Desak Keadilan Ekologis dan Pengesahan RUU Masyarakat Adat
Eman menjelaskan, Labelisasi bukan sekadar memberi tanda pada rumah, melainkan gerakan membangun kesadaran bersama.
“Bagi masyarakat yang sudah mampu, diharapkan sadar memberikan kesempatan kepada warga lain yang lebih membutuhkan,” tambahnya.
Camat Talaga, Agus Heriyanto, mengapresiasi perhatian langsung Bupati Majalengka terhadap warga Desa Cicanir.
“Kehadiran Bapak Bupati menjadi bukti nyata hadirnya pemerintah di tengah masyarakat yang membutuhkan,” ujar Agus.
Baca Juga:
EnerAI Perkenalkan Solusi Pasokan Daya untuk Pusat Data AI di Ajang ICBE&S 2026 Malaysia
Deteksi hingga Tangani Keluhan Lebih Cepat, RedDoorz Andalkan AI Demi Kenyamanan Tamu
Ia menambahkan, pihak kecamatan dan desa akan terus memperbarui data agar penyaluran bansos makin tepat sasaran.
“Berkat kesadaran warga yang mampu untuk mundur, anak kita yang betul-betul layak akhirnya terakomodasi,” jelasnya.
Pihak keluarga menyambut bantuan tersebut dengan haru. Nenek Restiana mengaku sangat bersyukur atas perhatian pemerintah.
“Bantuan ini sangat berarti untuk kebutuhan sehari-hari dan pengobatan Restiana. Terima kasih kepada semua pihak yang membantu,” ungkap sang nenek.
Pemerintah Kabupaten Majalengka berharap pola graduasi mandiri ini terus berlanjut agar seluruh warga rentan mendapat hak yang sesuai.
( Abdul Haris )
Baca Juga:









