MAJALENGKA – Sosok muda inspiratif kembali lahir dari kota Majalengka, Muhammad Fawwaz Fathurahman, pria kelahiran 27 Desember 2006.
Berkat presrtasinya, ia diterima melalui jalur prestasi, di Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dan di Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
Fawwaz telah menyelesaikan hafalan Al-Qur’an 30 Juz dan menjadi salah satu santri berprestasi dari Pesantren Husnul Khotimah, Kuningan.
Lahir dari Keluarga Religius dan Berprestasi
Fawwaz, begitu ia akrab disapa, adalah buah hati dari pasangan Ade Surya dan Teti Herawati, keluarga yang dikenal religius dan meninggikan nilai-nilai keislaman.
“Kami selalu mendorong Fawwaz untuk seimbang antara ilmu dunia dan akhirat. Alhamdulillah, ia bisa menjalankan keduanya dengan baik,” ujar Teti Herawati, sang ibunda.
Fawwaz merupakan alumni SDIT Insan Rabbani Majalengka, sekolah yang dikenal dengan pendidikan karakter Islami yang kuat.
Sejak kecil, Fawwaz telah menunjukkan kecerdasan dan semangat belajar yang tinggi. Selain aktif mengikuti berbagai kompetisi akademik ia juga aktif dalam kepramukaan.
Fawwaz sempat mewakili dalam ajang Kemah Ukhuwah Nasional IV Pramuka se-Indonesia, sebuah kegiatan pramuka-pramuka dari Sekolah Islam Terpadu seluruh Indonesia, Malaysia, dan Thailand.
Baca Juga:
Bobotoh Kolot (Boboko) Sumedang Dukung Persib Bandung quadruple Juara Liga 1
EngineAI Resmikan Pabrik Cerdas di Shenzhen, Robot Humanoid T800 Mulai Dikirim secara Massal
Bupati Eman Pastikan Kesempatan Kerja Tanpa Diskriminasi di Jalan Santai May Day 2026
Masa Santri di Pesantren Husnul Khotimah Pendidikan menengahnya ditempuh di Madrasah Tsanawiyah dan Madrasah Aliyah Husnul Khotimah Kuningan.
Salah satu pesantren modern ternama yang dikenal dengan kurikulum terpadu antara pembinaan akademik, karakter dan tahfidz Al-Qur’an.
Di lingkungan pesantren yang asri di kaki Gunung Ciremai ini, Fawwaz tidak hanya dikenal sebagai hafidz yang tekun, tetapi juga sosok organisatoris yang aktif.
Kegiatan Sosial dan Kepemimpinan
Santri yang hobinya futsal ini juga aktif membantu melayani pasien di Klinik Pondok Pesantren Husnul Khotimah.
Baca Juga:
Pastikan Kualitas Program MBG, Bupati Majalengka Sidak ke SDN Cijurey
Gravity Game Unite (GGU) Tutup OBT MMORPG PC “Ragnarok Zero: Global” dengan Sukses Besar
Fawwaz juga aktif sebagai anggota Bulan Sabit Merah Remaja (BSMR) di Madrasah Aliyah Husnul Khotimah dan menjabat sebagai Ketua Divisi Hubungan Masyarakat,
Hapal Al Qur’an dan Hadis
Pencapaian istimewa Fawwaz tercatat saat ia mengikuti program intensif ABATA 6 yang diselenggarakan oleh Pesantren Husnul Khotimah.
Dalam program tersebut, Fawwaz berhasil mencatatkan diri sebagai santri dengan setoran hafalan terbanyak sebanyak 130 halaman Al-Qur’an dan 42 hadits.
Darri Arbain Nawawi dalam kurun waktu satu pekan dan program intensif ABATA 7 dengan capaian setoran 20 halaman ujian Juz 13.
“”Saya biasanya mulai jiyadah (tambahan hapalan) dari jam 3 subuh setelah tahajud, lalu melanjutkan setelah Maghrib hingga Isya. Kunci utamanya adalah istiqamah,” ungkap Fawwaz mengenai rahasianya.
Wisuda Sebagai Hafidz Al-Qur’an
Di Madrasah Aliyah Husnul Khotimah Kuningan, lembaga pendidikan Islam terkemuka yang telah melahirkan ratusan Hafidz Al-Qur’an,
Fawwaz menyelesaikan hafalan 30 juz-nya dengan gemilang. Ia diwisuda sebagai lulusan Hafidz ke-719 dengan predikat Mumtaz (istimewa/unggul).
Itu dilaluinya melalui Haflah Attakharuj wa Takrim al-Huffaz yang diselenggarakan pada Ahad, 1 Juni 2025 yang dihadiri oleh 637 wisudawan, di Kampus MA Husnul Khotimah Kuningan, Jawa Barat.
Berkat prestasinya, ia diterima di Dua Kampus Bergengsi Program Studi Kedokteran Gigi – Universitas Muhammadiyah Semarang (UNIMUS) dan Program Studi Sarjana Farmasi – Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta.
“Saya selalu ingat pesan Kyai bahwa ilmu itu cahaya, dan cahaya tidak akan bersinar di hati yang kotor. Makanya saya berusaha selalu menjaga hati dengan dzikir dan tilawah,” ungkap Fawwaz.
Saat ditanya apa yang paling berat dalam proses menghapal (murajaah) Al-Qur’an, niat yang kuat dan menghilangkan rasa malas imbuhnya.
Pemuda yang cita-citanya ingin menjadi dokter yang hafidz Al-Qur’an ini memiliki visi besar untuk masa depan. “Saya ingin berkontribusi untuk kesehatan masyarakat, terutama di daerah terpencil, sambil tetap berdakwah ” katanya.
Ayahnya, Ade Surya, menyampaikan rasa syukur dan haru atas pencapaian sang putra. “Kami hanya mendampingi dan mendoakan, selebihnya kerja keras dan kesungguhan Fawwaz sendiri,” ucapnya.
( Abdul Haris ) ***
















