Langkah konkret memitigasi risiko banjir mulai dipacu di Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang
HARIAN SUMEDANG ONLINE – Aksi nyata lingkungan bertajuk Bakti Sosial Sabilulungan Sareng Brimob Mersihan Walungan resmi digelar pada Selasa (3/11/2026).
Kegiatan gotong royong ini menyasar pembersihan saluran irigasi serta delapan sungai yang tersebar di delapan desa, termasuk kawasan bantaran Sungai Cikeruh.
Sinergi Lintas Unsur
Wakil Bupati Sumedang, M. Fajar Aldila, turun langsung ke lapangan bersama jajaran TNI-Polri, perangkat daerah, dan para relawan.
Aksi ini mengerahkan sekitar 700 personel gabungan. Sebanyak 450 di antaranya merupakan personel Satuan Brimob Polda Jawa Barat.
Pembersihan tahap awal ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari berturut-turut untuk memastikan aliran air kembali lancar sebelum puncaknya musim hujan.
Bukan Sekadar Seremonial
M. Fajar Aldila menyampaikan apresiasi tinggi atas inisiatif cepat dari Brimob Polda Jabar dalam menggerakkan aksi massa tersebut.
Ia menegaskan bahwa gerakan ini adalah ikhtiar penting untuk menekan risiko luapan air sungai yang kerap mengintai pemukiman warga.
Baca Juga:
“Harapannya, ke depan tidak terjadi bencana sehingga seluruh masyarakat merasa aman dan nyaman,” ujar Fajar.
Fajar juga menekankan agar budaya gotong royong ini terus berkelanjutan dan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial semata.
Respons Cepat Cegah Luapan Air
Dansat Brimob Polda Jabar, Kombes Pol Zuhdi Batubara, menjelaskan bahwa Jatinangor dipilih karena ditemukannya penyumbatan parah di sejumlah titik aliran sungai.
Penyumbatan tersebut dinilai sangat berisiko memicu banjir saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
“Jika terjadi hujan, kemungkinan besar bisa mengakibatkan banjir bagi penduduk di sekitar bantaran sungai. Karena itu, kami bergerak bersama untuk membersihkannya,” jelas Zuhdi.
Pendekatan Kemanusiaan
Zuhdi menambahkan, selain delapan sungai di tahap pertama, area pembersihan berpotensi diperluas sesuai hasil evaluasi pemantauan di lapangan.
Melalui bakti sosial ini, Brimob ingin menegaskan komitmennya untuk selalu hadir di tengah masyarakat—tidak hanya saat penanganan konflik, tetapi juga dalam aksi sosial dan kemanusiaan.
( Siti Kowati ) ***








