HARIAN SUMEDANG ONLINE — Kawasan Geoteater Rancakalong terus memperluas fungsinya. Tidak hanya dikenal sebagai destinasi wisata dan tempat ekspresi seni budaya, kawasan ini kini resmi dimanfaatkan sebagai ruang pembelajaran terbuka bagi perguruan tinggi.
Langkah ini ditandai dengan hadirnya 500 mahasiswa Program Studi Teknologi Pangan, Fakultas Teknologi Industri Pertanian (FTIP) Universitas Padjadjaran (Unpad).
Rombongan mahasiswa yang datang menggunakan tujuh bus pariwisata tersebut menggelar kegiatan Studi Pengenalan Keprofesian Tahap Awal Teknologi Industri Pangan (SPEKTA TIP) pada Sabtu hingga Minggu (31 Oktober–1 November 2026).
Selama dua hari penuh, para peserta mendirikan tenda dan berkemah di area Geoteater. Kegiatan yang diinisiasi oleh Himpunan Mahasiswa Teknologi Industri Pangan (HIMATIPAN) ini menjadi ajang pengenalan akademik, keprofesian, sekaligus kaderisasi mahasiswa baru.
Tak sekadar kegiatan internal kampus, para mahasiswa juga memanfaatkan momentum ini untuk mempelajari potensi alam, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Sumedang secara langsung.
Kehadiran ratusan civitas akademika Unpad ini disambut hangat oleh Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir.
Bupati menyampaikan apresiasi tinggi kepada Unpad yang telah memilih Geoteater Rancakalong sebagai lokasi edukasi. Menurutnya, hal ini membuktikan bahwa kawasan tersebut sangat potensial dalam mendukung pengembangan ekosistem budaya Kasumedangan.
“Terima kasih kepada Universitas Padjadjaran yang telah menggunakan kawasan Geoteater Rancakalong sebagai tempat pengenalan studi. Kawasan Geoteater Rancakalong merupakan kawasan yang menjadi ruang edukasi, ekspresi, dan pengembangan ekosistem budaya Kasumedangan,” tutur Dony.
Dony juga menambahkan bahwa aksesibilitas menuju kawasan Geoteater saat ini semakin baik. Jalan utama telah diperlebar sehingga kendaraan berukuran besar seperti bus pariwisata dapat melintas dengan aman dan nyaman.
Selain kegiatan edukasi dan budaya, acara SPEKTA TIP ini juga mengusung semangat Diaspora Berdampak khas FTIP Unpad.
Salah satu kontribusi nyata yang diberikan adalah penerapan inovasi teknologi pengemasan vakum pada kuliner tradisional khas Rancakalong, yaitu Sampeu Wedang.
Melalui inovasi pengemasan vakum ini, daya simpan produk kuliner lokal diharapkan dapat meningkat pesat. Dengan demikian, Sampeu Wedang memiliki peluang pasar yang lebih luas tanpa mengubah identitas maupun keaslian rasa tradisionalnya.
Kolaborasi antara Unpad dan Pemerintah Kabupaten Sumedang di Geoteater Rancakalong menjadi contoh nyata integrasi antara dunia pendidikan, pelestarian budaya, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat. ( Siti Kowati )
Baca Juga:







