Mengais Rezeki Dari Surutnya Air Bendungan Jatigede di Tengah Maraknya Bagan Ilegal

- Pewarta

Senin, 23 September 2024 - 14:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dampak dari surutnya air bendungan Jatigede, reruntuhan bangunan dan tunggul-tunggul kayu besar bekas tebangan yang tenggelam terlihat kembali. (Dok.Hariansumedang.com/ Tatang Tarmedi)

Dampak dari surutnya air bendungan Jatigede, reruntuhan bangunan dan tunggul-tunggul kayu besar bekas tebangan yang tenggelam terlihat kembali. (Dok.Hariansumedang.com/ Tatang Tarmedi)

HARIANSUMEDANG.COM – Dalam tiga bulan terakhir air bendungan Jatigede surut. Di wilayah Cibungur Desa Sukaratu Kecamatan Darmaraja, bibir air menjorok ke tengah hingga hampir 500 meter.

Dampak dari surutnya air bendungan Jatigede, reruntuhan bangunan dan tunggul-tunggul kayu besar bekas tebangan yang tenggelam terlihat kembali.

Di balik surutnya air bendungan Jatigede ternyata banyak pihak diuntungkan. Diantaranya warga memanfaatkan tanah bekas surutan air itu dengan ditanami padi.

Hasilnya cukup lumayan, seperti yang dialami Said, ia mengaku pernah mendapatkan hasil panen 1 ton lebih dari memanfaatkan lahan bekas surutan air tersebut.

” Kita tidak perlu memupuk lagi, karena tanahnya subur. Hanya, kita butuh biaya untuk membersihkan tanaman-tanaman yang tumbuh dalam genangan, ” katanya, Senin 23/09/2024.

Mengais rezeki dari surutnya air bendungan Jatigede bukan hanya menanam padi di lahan bekas surutan air saja, tapi banyak lagi pihak-,pihak lainnya yang memanfaarkan keadaan seperti itu.

Dikatakan Adang Budiman, Kepala Desa Darmaraja, banyak warga yang mendulang rezeki dari mengambil siput-siput dan menjualnya di kota.

” Bahkan, ada pula orang yang sengaja pakai perahu kecil memungut botol-botol sampah yang terapung, hasilnya mereka cukup lumayan, ” katanya.

Sementara itu, terlepas dari surut tidaknya air bendungan Jatigede, aktivitas pemancing masih terus berjalan dengan gunakan Bagan-Bagan yang makin marak jumlahnya.

Diperoleh keterangan, bagan-bagan yang cukup banyak terdapat di Bendungan Jatigede kebanyakan milik pemodal dari luar daerah Sumedang.

” Tapi, pekerja-pekerjanya kebanyakan dari warga sini. Bila melihat kegalitasnya, memang itu ilegal, karena selama ini sulit untuk minta perijinan ke siapa, ” kata seorang warga.

Warga tadi mengibaratkan, minta ijin itu harus ke pemiliknya, ” Sementara hingga saat ini belum ada regulasi tentang pemanfaatan Bendungan Jatigede, jadi semua belum bisa memanfaatkan Jatigede, ” katanya. (Tang) ***

Berita Terkait

Sertijab Kepala Desa Cipelang Kecamatan Ujungjaya Harapan Baru untuk Desa yang Lebih Maju
Menusuk Dari Sekolah Terpencil Untuk Membuka Ruang Inovatif di Sekolah Besar : Deni Kurniawan, Kasek SMPN 2 Rancakalong
Jatnika Pria Utama : Wujud Kepala Sekolah yang Berkarya, Menginspirasi Melalui Seni
Mahasiswa SAPPK ITB Edukasi Pelajar tentang Ruang Publik Berkelanjutan di SMA Negeri Jatinangor
Bupati Sumedang Lantik Tiga Pejabat Eselon II, Tekankan Kerja Cepat dan Turun Langsung ke Masyarakat
Menapaki Jejak Penuh Dedikasi: Sony Darma Jatnika, Dari Sumedang Utara Hingga Menjadi Pilar Pendidikan
Jum’at Berkah Ramadhan: Berbagi Takjil dan Perdamaian depan Markas Koramil Tanjungsari
Kusyadi, S.Pd.,M.M.Pd.,: Perjalanan Panjang dari Seorang Guru Honorer Menjadi Kepala Sekolah

Berita Terkait

Kamis, 12 Maret 2026 - 02:14 WIB

Sertijab Kepala Desa Cipelang Kecamatan Ujungjaya Harapan Baru untuk Desa yang Lebih Maju

Rabu, 11 Maret 2026 - 07:14 WIB

Menusuk Dari Sekolah Terpencil Untuk Membuka Ruang Inovatif di Sekolah Besar : Deni Kurniawan, Kasek SMPN 2 Rancakalong

Selasa, 10 Maret 2026 - 06:21 WIB

Jatnika Pria Utama : Wujud Kepala Sekolah yang Berkarya, Menginspirasi Melalui Seni

Minggu, 8 Maret 2026 - 10:20 WIB

Mahasiswa SAPPK ITB Edukasi Pelajar tentang Ruang Publik Berkelanjutan di SMA Negeri Jatinangor

Sabtu, 7 Maret 2026 - 09:41 WIB

Bupati Sumedang Lantik Tiga Pejabat Eselon II, Tekankan Kerja Cepat dan Turun Langsung ke Masyarakat

Berita Terbaru