Penggelapan Pajak Dengan Melibatkan Oknum Pegawai Desa menjadi “Bom Waktu” di Kabupaten Sumedang

- Pewarta

Kamis, 6 Juni 2024 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Penggelapan pajak dengan melibatkan oknum pegawai desa menjadi 'Bom Waktu' di Sumedang ( Ft. Bantenpro.id )

Penggelapan pajak dengan melibatkan oknum pegawai desa menjadi 'Bom Waktu' di Sumedang ( Ft. Bantenpro.id )

HARIANSUMEDANG.COM —  Dugaan penggelapan Pajak Bumi Bangunan (PBB) dengan melibatkan oknum pegawai desa perlahan menjadi “Bom Waktu” di Kabupaten Sumedang.

Belum tuntas permasalahan di Desa Cigendel Kecamatan Pamulihan, baru-baru ini muncul lagi kasus serupa, salah satunya di Kecamatan Tanjungsari.

Keluarga Alm Dy ( nama desanya dirahasiakan) tiap tahun bayar PBB ke salah seorang pegawai desa namun masih memiliki pajak terhutang tahun 2021.

” Kami tiap tahun bayar PBB tetapi masih miliki hutang pajak tahun 2021, lantas uang pajak yang saya bayarkan itu ke mana larinya, ” ungkap keluarga Dy.

Sementara, beberapa tetangga keluarga Alm Dy pun mengaku mengalami hal sama, bahkan salah seorangnya dua tahun berhutang PBB padahal 2 tahun itu ia telah membayarnya.

Istri salah seorang pemungut pajak mengungkapkan bukan satu dua orang warga yang dirugikan, ” Ah, seueur pisan nyi, tapi nu araya mah teu seueur saur, dibayar deui we, ”  katanya.

Tentang fenomena tadi, warga di RT itu mengharapkan berdirinya kepemimpinan wilayah yang bersih dari korupsi, ” Akhirnya nama desa jadi tercoreng, ” kata warga.

Sebaik-baiknya kepemimpinan kepala desa, kata warga, bila dibawahnya tidak benar, tetap saja disepaketkan dengan kadesnya.

Padahal, kata warga, jangan main-main dengan penggelapan, mereka bisa berhadapan dengan Pasal 372 KUHP jo. Pasal 55 Ayat (1) Ke-1 KUHP.

Meskipun tidak terjerat pasal tadi, ada sanksi sosial yang bersangkutan tidak merasakannya, ” Bila dia melewat, ibu-ibu suka berbisik, tuh dia yang kasus itu, ” ujar warga.

( Tatang Tarmedi ) ***

Berita Terkait

Purnatugas dengan Manis: Kades Margajaya Rampungkan Pengaspalan Jalan, Siap Lanjutkan Penguatan Ekonomi Warga
Sinergi Pemerintahan Digital, Estonia Puji Efektivitas Inovasi Publik Kabupaten Sumedang
Proyek Hotmik Jalan Blok Gadog Karanglayung Mangkrak, Warga Pertanyakan Kinerja Kontraktor
Menyingkap Misteri Cadas Pangeran: Jalan ‘Datar’ yang Ternyata Mendaki Tajam
Setelah Tahun Lalu Sekolah-sekolah di Jabar “Sepi” Pungutan, Akhir Tahun Ajaran Ini Kembali Marak
Peringati HUT Ke-78 BKN, Pemkab Sumedang dan BKN Regional III Hijaukan Kawasan Waduk Jatigede
SMKS Baabul Kamil Jatinangor Wisuda 100 Lulusan, Siap Tembus Pasar Kerja Global
MENYUSURI JEJAK JALUR ‘SS’ TANJUNGSARI: Riwayat Kereta Api Pemicu Ekonomi dan Benteng Militer Sumedang Tempo Dulu

Berita Terkait

Senin, 8 Juni 2026 - 10:19 WIB

Purnatugas dengan Manis: Kades Margajaya Rampungkan Pengaspalan Jalan, Siap Lanjutkan Penguatan Ekonomi Warga

Minggu, 7 Juni 2026 - 18:41 WIB

Sinergi Pemerintahan Digital, Estonia Puji Efektivitas Inovasi Publik Kabupaten Sumedang

Sabtu, 6 Juni 2026 - 12:02 WIB

Proyek Hotmik Jalan Blok Gadog Karanglayung Mangkrak, Warga Pertanyakan Kinerja Kontraktor

Kamis, 4 Juni 2026 - 11:48 WIB

Menyingkap Misteri Cadas Pangeran: Jalan ‘Datar’ yang Ternyata Mendaki Tajam

Rabu, 3 Juni 2026 - 22:04 WIB

Setelah Tahun Lalu Sekolah-sekolah di Jabar “Sepi” Pungutan, Akhir Tahun Ajaran Ini Kembali Marak

Berita Terbaru