HARIAN SUMEDANG – Bupati Sumedang, H. Dony Ahmad Munir, menegaskan bahwa institusi pendidikan tidak sekadar berfungsi sebagai tempat mentransfer ilmu, melainkan harus bertransformasi menjadi ruang yang aman, nyaman, dan menyenangkan. Hal tersebut krusial guna mendukung tumbuh kembang serta pembentukan karakter anak sejak usia dini.
Pernyataan tersebut disampaikan Bupati saat meresmikan Taman Kanak-Kanak (TK) Negeri Sartika yang berlokasi di Dusun Palasah, Desa Ciawitali, Kecamatan Buahdua.
“Hari ini kita meresmikan sebuah tempat yang menjadi investasi bagi masa depan anak-anak kita. Dari sinilah akan lahir generasi yang cerdas, berkarakter, dan menjadi kebanggaan Sumedang,” ujar Dony dalam sambutannya.
Table of Contents
ToggleInvestasi Jangka Panjang dan Pendidikan Berbasis Karakter
TK Negeri Sartika merupakan TK Negeri pertama yang berdiri di wilayah Desa Ciawitali. Pembangunannya terealisasi melalui Program Bantuan Pemerintah untuk Pembangunan Unit Sekolah Baru Tahun 2025. Pada tahun ajaran baru 2026/2027 ini, sekolah tersebut tercatat telah menerima 35 peserta didik baru.
Menurut Dony, keberadaan fasilitas baru ini merupakan investasi jangka panjang dalam mencetak generasi penerus yang cerdas, berakhlak mulia, dan siap memimpin di masa depan. Ia juga menggarisbawahi bahwa pendidikan karakter harus diinisiasi dari lingkungan keluarga dan diperkuat di lingkungan sekolah.
Oleh karena itu, dedikasi dan profesionalisme tenaga pendidik memegang peranan yang sangat vital.
“Guru dituntut bekerja dengan hati. Ketika proses mendidik dilakukan dengan ketulusan, anak-anak akan merasa nyaman, lebih mudah menyerap pembelajaran, dan tumbuh dengan karakter yang baik,” tambahnya.
Penerapan Budaya Peduli Lingkungan Sejak Dini
Lebih lanjut, Bupati menginstruksikan kepada seluruh tenaga pendidik agar menjadikan TK Negeri Sartika sebagai role model sekolah yang ramah anak dan ramah lingkungan. Lingkungan belajar yang bersih, hijau, dan aman dinilai akan mengoptimalkan proses belajar mengajar.
Bupati Dony merinci beberapa langkah konkret yang dapat diterapkan untuk membentuk karakter disiplin siswa melalui kebiasaan sederhana di sekolah:
Baca Juga:
Mariano Peralta: Pemain Terbaik Liga yang Mendadak Jadi “Teka Teki Silang” di Bursa Transfer
Bupati Majalengka Resmikan Gedung Baru SMPN 1 Leuwimunding Senilai Rp1,1 Miliar dari Banpres
Bupati Dony Resmikan TK Negeri Sartika, Wujud Pemerataan Layanan Pendidikan di Wilayah Perbatasan
-
Menjaga kebersihan ruang kelas secara konsisten.
-
Merawat keasrian halaman sekolah melalui penghijauan.
-
Menjaga sanitasi dan kebersihan toilet sekolah agar tetap wangi dan nyaman.
“Anak-anak harus dibiasakan bertanggung jawab terhadap kebersihan sejak dini. Kebiasaan kecil seperti menjaga toilet tetap bersih akan membentuk karakter disiplin, peduli, dan bertanggung jawab yang akan terus terbawa hingga mereka dewasa,” pungkasnya. ( Siti Kowati ) ****







