HARIAN SUMEDANG – Mengawali tahun ajaran 2026/2027, SMP Negeri 1 Jatinangor resmi menyambut 352 siswa baru melalui kegiatan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Tahun ini, pihak sekolah mengusung konsep “MPLS Ramah” guna memastikan masa transisi siswa berjalan dengan aman, nyaman, dan edukatif.
Kepala SMP Negeri 1 Jatinangor,Yadi Supriadi, S.Pd., M.Pd. menegaskan bahwa seluruh rangkaian orientasi dirancang untuk menciptakan atmosfer yang menyenangkan. Pihaknya melarang keras adanya tekanan psikologis maupun fisik selama kegiatan berlangsung.
“Kami menekankan kepada anak-anak agar mengikuti kegiatan dengan ceria dan sangat menyenangkan. Saya juga mengamanatkan kepada panitia untuk tidak memberikan tugas-tugas yang tidak masuk akal kepada siswa baru,” ujar Yadi.
Table of Contents
ToggleFokus pada Penguatan Karakter
Menurut Yadi, awal tahun ajaran ini menjadi momentum bagi sekolah untuk menyelaraskan persepsi mengenai esensi MPLS. Fokus utama dialihkan pada pembentukan ekosistem pendidikan yang positif dan rasional, sekaligus menghapus stigma miring terkait perundungan atau penugasan yang memberatkan dalam orientasi sekolah.
Lebih lanjut, visi pendidikan SMPN 1 Jatinangor kini menempatkan penguatan karakter sebagai prioritas utama di atas aspek intelektual semata. Kurikulum yang diterapkan diintegrasikan dengan nilai-nilai luhur, antara lain:
-
Berbudi pekerti dan berbudaya
-
Empati dan religius
-
Bersih dan unggul
-
Disiplin dan intelek
Inovasi “Teras Hijau” dan Zero Waste School
Selain fokus pada aspek perilaku siswa, SMPN 1 Jatinangor juga tengah gencar menggalakkan program sekolah ramah lingkungan. Sekolah berkomitmen mengimplementasikan konsep Zero Waste School melalui pengelolaan sampah yang lebih ketat dan pengurangan limbah plastik di lingkungan sekolah.
Menyiasati keterbatasan lahan yang ada, pihak sekolah meluncurkan inovasi “Teras Hijau”. Program penghijauan ini memanfaatkan media tanam pot dan tanaman hidroponik. Dalam pelaksanaannya, SMPN 1 Jatinangor juga menjalin kerja sama dengan sektor pertanian untuk pengadaan bibit tanaman pangan.
“Kami bekerja sama untuk mendapatkan bantuan bibit tanaman seperti kangkung dan sawi guna mendukung program ini,” jelas Yadi.
Melalui sinergi antara MPLS yang humanis, penguatan karakter, dan edukasi lingkungan, SMPN 1 Jatinangor berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya unggul secara akademis, tetapi juga memiliki kepedulian sosial dan lingkungan yang kuat. (Tim)
Baca Juga:
Mariano Peralta: Pemain Terbaik Liga yang Mendadak Jadi “Teka Teki Silang” di Bursa Transfer
Bupati Majalengka Resmikan Gedung Baru SMPN 1 Leuwimunding Senilai Rp1,1 Miliar dari Banpres







