HARIAN SUMEDANG SPORT — Bursa transfer menjelang bergulirnya musim baru kompetisi kasta tertinggi sepak bola Indonesia kian memanas. Salah satu saga yang paling menyita perhatian publik adalah teka-teki pelabuhan baru mantan penyerang andalan sekaligus Pemain Terbaik musim lalu milik Borneo FC, Mariano Peralta.
Setelah resmi berstatus bebas transfer dari Pesut Etam, spekulasi mengenai masa depan pemain asal Argentina ini terus bergulir liar, memunculkan dugaan adanya taktik pengelabuan (gimmick transfer) demi memenangkan persaingan di pasar pemain.
Rumor berlabuhnya Peralta ke Ibu Kota sejatinya bukan tanpa dasar. Dalam sesi konferensi pers pengenalan dirinya sebagai juru taktik anyar Persija Jakarta, pelatih Shin Tae-yong (STY) sempat melontarkan pernyataan mengejutkan. Pelatih asal Korea Selatan tersebut secara terbuka mengonfirmasi bahwa manajemen Macan Kemayoran telah mengamankan tanda tangan sang pemain.
“Mengenai Peralta, saya telah diberitahu oleh klub bahwa dia telah menandatangani kontrak, dan saya dengan jelas menyatakan bahwa saya menyambutnya,” ujar STY kepada awak media beberapa waktu lalu.
Pernyataan eksplisit dari STY tersebut memicu analisis di kalangan pencinta sepak bola nasional. Muncul dugaan kuat bahwa lambatnya pengumuman resmi (official announcement) dari pihak klub merupakan bagian dari strategi manajemen Persija untuk meredam pergerakan klub pesaing.
Dengan memegang komitmen Peralta secara senyap, Persija dinilai memiliki keleluasaan lebih untuk bergerak memburu pilar-pilar penting lainnya dari Borneo FC, termasuk rumor ketertarikan mereka terhadap penggawa lini belakang dan kiper tangguh demi memperkuat kedalaman skuad racikan STY.
Meski Persija dikabarkan berada di posisi terdepan berkat “restu” Shin Tae-yong, dinamika bursa transfer kerap menghadirkan kejutan di menit-menit akhir. Kabar terbaru menyebutkan bahwa rival abadi mereka, Persib Bandung, secara agresif mulai masuk dalam perburuan.
Manajemen Persib melalui Komisaris PT Persib Bandung Bermartabat (PBB), Umuh Muchtar, tidak menampik bahwa pihaknya tengah membangun komunikasi intensif untuk membajak penyerang tajam tersebut ke Bandung.
“Tungguin aja ya… Kurang lebih masih ada sedikit (detail) lagi lah,” ungkap Umuh memberikan sinyal positif terkait progres negosiasi dengan sang pemain.
Pengamat sepak bola menilai situasi Peralta saat ini menjadi gambaran betapa tingginya nilai pasar pemain yang mengemas statistik impresif dalam dua musim terakhir di Indonesia tersebut. Jika benar Persija telah mengamankan dokumen kontrak sang pemain sebagaimana ucapan STY, maka rumor ketertarikan klub-klub lain bisa jadi sekadar bagian dari perang urat saraf (psywar) di lantai bursa. Namun, jika dokumen hitam di atas putih belum sepenuhnya rampung, celah ini berpotensi dimanfaatkan oleh tim dengan finansial kuat untuk melakukan pembajakan transfer.
Bagi Persija Jakarta, kedatangan Mariano Peralta tentu akan menjadi poros baru lini serang yang mematikan di bawah asuhan Shin Tae-yong. Kini, publik sepak bola nasional tinggal menunggu klub mana yang akan memenangkan dokumen resmi sang pemain di atas lapangan hijau musim depan. ( Tatang Tarmedi ) ***







