Setelah Viral Insiden Puluhan Siswa Diduga Alami Keracunan MBG, Sampel Makanan Kini Dikirim ke Labkes Jabar

- Pewarta

Jumat, 6 Maret 2026 - 19:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

CIMAHI – Sebagian publik di media sosial sempat dihebohkan dengan kasus keracunan massal yang dialami puluhan siswa SD dan SMP di Kota Cimahi, Jawa Barat.

Sebelumnya diketahui, peristiwa itu terjadi usai para siswa diduga menyantap menu makan bergizi gratis (MBG) yang sudah tidak layak konsumsi.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna membenarkan adanya insiden keracunan di sejumlah SD-SMP di wilayah Cimahi, pada Rabu, 25 Februari 2026 lalu.

“Benar ada dugaan kerancunan MBG, kami terus monitor,” kata Nana sebagaimana dilansir dari Instagram @infocimahi.co, pada Jumat, 6 Maret 2026.

“Total korban ada 53 (siswa), Masuk RS Cibabat 15, Mitra Kasih 2, RS Dustira 1,” sambungnya.

Diketahui, menu MBG itu sempat dibagikan oleh pengelola dapur atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Karangmekar 02 yang kini operasionalnya sudah dihentikan sementara.

Lantas, apa sebenarnya menu MBG yang diduga sudah tidak layak dikonsumsi siswa hingga menyebabkan keracunan massal di sejumlah sekolah Cimahi? Berikut ulasannya.

Nasi Onigiri yang Sudah Menguning

Dalam postingan yang sama, terkuak menu MBG berupa nasi onigiri yang diduga sudah tidak layak dikonsumsi.

Hal tersebut disampaikan salah satu orang tua murid mengatakan bahwa MBG yang diterima pada saat itu terasa asam dan sudah menguning.

“Ada nasi onigiri yang anak saya dapet dari menu MBG rasanya asem dan nasi sudah berubah warna kuning,” beber orang tua murid.

“Beberapa teman anak saya muntah-muntah setelah makan onigiri dan dibawa ke klinik atau RS Cibabat,” imbuhnya.

Setelah viralnya dugaan menu MBG yang sudah kedaluwarsa, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Cimahi pun kini angkat suara.

Sampel Makanan Dikirim ke Labkes Jabar

Secara terpisah, Kepala Dinkes Kota Cimahi, Mulyati menuturkan pihaknya telah melakukan pemeriksaan sampel makanan yang diduga memicu insiden keracunan makanan massal pada akhir Februari 2026 lalu.

Mulyati memastikan, sampel makanan tersebut telah dikirim ke Laboratorium Kesehatan Provinsi Jawa Barat (Labkes Jabar).

“Dinkes Kota Cimahi mendatangi SPPG untuk mengambil sampel makanan untuk pemeriksaan di laboratorium di Labkes Jabar,” tegasnya dalam pernyataan resmi Pemkot Cimahi, pada Kamis, 5 Maret 2026.

Mulyati menyatakan, sampel makanan yang diperiksa terdiri dari nasi onigiri isi ayam, telur rebus, apel, kurma, dan susu UHT.

“Hal itu sesuai SOP dari Badan Gizi Nasional, dimana setiap SPPG harus menyimpan sampel makanan yang dibagikan,” terangnya.

“Sehingga makanan yang diduga memicu keracunan yang kita ambil dan periksa,” imbuh Mulyati.

Hingga kini, pihak Dinkes Kota Cimahi belum dapat memastikan penyebab keracunan massal penerima manfaat MBG tersebut.

“Soal penyebab pasti makanan yang memicu keracunan masih harus menunggu hasil uji laboratorium,” jelas Mulyati. ****

Berita Terkait

PKS Majalengka Gelar Halal Bihalal, Ratusan Kader dan Simpatisan Hadiri Acara
Disperdagin Majalengka Genjot PAD dari Pasar Kadipaten, Ratusan Kios Tidak Aktif Didorong Segera Bayar Retribusi
KIM: Jembatan Informasi yang Menghubungkan Pemerintah dan Masyarakat
Rakor Persampahan Bandung Raya Capai Titik Terang, Sampah Akan Diolah Jadi Energi di Sarimukti
Krisis Moral Wartawan: Tanggung Jawab Siapa ? Dewan Pers atau Perusahaan Media, atau Keduanya ?
Bupati Majalengka Lantik 445 PNS, Tekankan ASN Berakhlak dan Profesional.
Hari Pertama Kerja, Bupati Majalengka Sidak Sejumlah Kantor Pelayanan Publik
Aksi Berbagi Takjil IWOI Majalengka Prioritas Perbaikan Jalan 2026 Pemkab Majalengka Jadi Sorotan

Berita Terkait

Minggu, 12 April 2026 - 07:25 WIB

PKS Majalengka Gelar Halal Bihalal, Ratusan Kader dan Simpatisan Hadiri Acara

Rabu, 8 April 2026 - 18:36 WIB

Disperdagin Majalengka Genjot PAD dari Pasar Kadipaten, Ratusan Kios Tidak Aktif Didorong Segera Bayar Retribusi

Selasa, 7 April 2026 - 18:19 WIB

KIM: Jembatan Informasi yang Menghubungkan Pemerintah dan Masyarakat

Minggu, 5 April 2026 - 22:29 WIB

Rakor Persampahan Bandung Raya Capai Titik Terang, Sampah Akan Diolah Jadi Energi di Sarimukti

Sabtu, 4 April 2026 - 11:00 WIB

Krisis Moral Wartawan: Tanggung Jawab Siapa ? Dewan Pers atau Perusahaan Media, atau Keduanya ?

Berita Terbaru

Pers Rilis

Thunes Luncurkan Pembayaran di Waktu Nyata ke Selandia Baru

Selasa, 21 Apr 2026 - 02:00 WIB