HARIANSUMEDANG.COM — Sekolah tidak berbayar atau pembiayaan nol rupiah, menjadi komitmen SMK Agribisnis Desa Cigendel Kecamatan Pamulihan Kabupaten Sumedang.
Bahkan, bila siswa dari luar wilayah, pihak lembaga pendidikan menyediakan asrama untuk tempat tinggal siswa dengan tetap pada komitmen nol rupiah pembiayaan.
Demikian diungkapkan Kusman, pimpinan Yayasan Pendidikan dan Pengembangan Agribisnis yang menaungi SMK Agribisnis pada awak media, Sabtu (29/06/2024).
Menurutnya, lembaga pendidikan SMK Agrobisnis akan berbarengan dengan perjalanan Pesantren Nabata Syatta, diantaranya bisa memecahkan kendala jarak bagi siswa – siswi dari jauh.
” Siswa dari jauh, pagi bisa belajar di sekolah, sorenya bisa di pesantren. Soal tinggal makan dan minum, jangan pikirkan itu, ” ungkapnya.
Bicara jurusan peternakan, kata Kusman, jarang jadi jurusan pilihan, apalagi di kalangan milineal, Mereka lebih memilih komputer perhotelan dan sejenisnya.
Padahal, jurusan peternakan bisa menawarkan peluang bisnis lebih menjanjikan , ” Mencetak anak jadi peternak modern, peternak modern itu punya masa depan loh, ” katanya.
Anak bisa berpeluang untuk jadi wirausaha di bidang pembuatan pakan ternak untuk dijual, seperti silase dan lainnya, ” Kami di sini akan mencetak entrepreneur bukan pekerja, ” katanya.
Kalaupun mereka ingin bekerja, akan lebih mudah, karena jurusan peternakan di Jawa Barat ini langka, sementara perusahaan peternakan itu sangat banyak.
Baca Juga:
Media Vietnam Soroti Kelemahan Taktis Usai Ditumbangkan Timnas U-19 Indonesia
Tren Menunda Kehamilan dan Infertilitas di Dunia Dorong Layanan Klinik Fertilitas Lintas Negara
SMK Agribisnis selama ini membuka program keahlian dan prospek Agribisnis Peternakan.
Agribisnis peternakan, kata Kusman, adalah bisnis berbasis usaha peternakan, baik ternak ruminasia ( sapi, kambing, kerbau dan domba ).
Ataupun ternak unggas (atam, bebek, kalkun dan angsa) atau aneka ternal (burung, puyuh, kelinci, lebah, jangkrik, bekicot, cacing tanah dan lainnya).
Menurut Kusman, bisnis peternakan dapat diolah dalam skala industri, mulai dari bagaimana tata cara dalam profuksi ternak yang baik.
Perkembangbiakan dan pengelolaannya, penanganan penyakit, mengatur nutrisi, mengelola hasil produksi serta bagaimana mengolah hasil ternak agar memiliki nilai tambah
selainan Peternakan, tahun ini ditambah dengan jurusan Akutansi, Perkantoran dan Kesehatan Hewan.
Untuk jurusan Kesehatan Hewan, imbuh Kusman, program keahlian ini adalah program yang menawarkan ilmu tentang anatomi, biologi, fisiologi, dan biokimia hewan.
Siswa akan belajar juga tentang kesehatan kandang dan lingkungan, parasitologi, reproduksi hewan, mikrobiologi medik veteriner, termasuk kebidanan dan gangguan reproduksi.
Dikatakannya pula, prospek kelulusan, dapat bekerja di perusahaan / lembaga pemerintahan atau berwirausaha.
Tentang Pesantren Nabata Syatta, Kusman menerangkan awal Juli 2024 akan dibuka ( Natasya ), sebagai langkah awal dalam menyiapkan generasi entrepreneur agribisnis yang berbasis IPTEK dan IMTAQ.
Baca Juga:
Dedikasi Tanpa Batas Forum Peduli Gunung Geulis Jatinangor demi Warisan Anak Cucu
Menakar Jiwa dalam Berita Opini, Ketika Fakta Menemukan Rasa
Untuk informasi lebih lanjut hubungi WhatsApp 081322733817
( Tarang Tarmedi ) ***












