Memupuk Karakter Berbalut Kearifan Lokal di SMPN 4 Jatinangor

- Pewarta

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Di balik keteguhan karakter SMPN 4 Jatinangor, ada sosok pemimpin yang menjadi motor penggeraknya: Dr. Hj. Cucu Suhartini, M.Hum.

Di balik keteguhan karakter SMPN 4 Jatinangor, ada sosok pemimpin yang menjadi motor penggeraknya: Dr. Hj. Cucu Suhartini, M.Hum.

JATINANGOR – Di tengah arus modernisasi yang kian deras mengikis jati diri generasi muda, SMPN 4 Jatinangor tampil membawa iklim kesejukan.

Meski tidak memiliki jumlah siswa yang masif, sekolah ini membuktikan bahwa kuantitas bukanlah batu sandungan untuk mencetak generasi yang berkualitas.

Di bawah kepemimpinan yang visioner, sekolah ini terus melangkah pasti dalam membangun siswa-siswi yang mandiri, tahu diri, dan senantiasa teguh memegang akar budaya Sunda.

Komitmen bernuansa kultural ini langsung terasa begitu menapakkan kaki di lingkungan sekolah. Di depan ruang-ruang kelas terpampang untaian literasi berupa pepatah berbahasa Sunda.

Langkah visual ini bukan sekadar pajangan estetis, melainkan sebuah ikhtiar batiniah dari pihak sekolah untuk menyuntikkan nilai-nilai luhur kasundaan ke dalam denyut nadi perilaku sehari-hari para siswa.

Langkah nyata pelestarian budaya ini tentu tidak lahir dari ruang hampa. Di balik keteguhan karakter SMPN 4 Jatinangor, ada sosok pemimpin yang menjadi motor penggeraknya: Dr. Hj. Cucu Suhartini, M.Hum.

Sebagai seorang kepala sekolah, beliau bukanlah akademisi biasa. Dr. Cucu merupakan seorang pendalami sastra Sunda buhun, khususnya seni wawacan—sebuah karya sastra epik tradisional yang kaya akan refleksi dan filosofi mendalam tentang kehidupan.

Sifat nyunda yang kental ini selalu beliau bawa dalam berbagai kesempatan. Saat memimpin acara seremonial maupun ketika bertatap muka dengan orang tua siswa, untaian bahasa Sunda yang halus dan santun selalu mengalir dari ucapannya.

Hal ini memancarkan pesona seorang pemimpin yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga sangat menjunjung tinggi adab dan tata krama kasundaan.

Karakter nyunda bukan sekadar teori di atas podium. Dalam sebuah momen bersahaja, Sang Kepala Sekolah tertangkap tengah membersihkan lantai sekolah dengan tangannya sendiri.

Sebuah pemandangan yang merefleksikan kerendahan hati (asor) dan jiwa gotong royong—inti sari dari filosofi hidup masyarakat Sunda.

Melalui keselarasan antara literasi budaya, keteladanan pemimpin, dan semangat kemandirian, SMPN 4 Jatinangor sedang merajut masa depan.

Mereka membuktikan bahwa menjadi modern tidak harus melupakan asal-usul, dan tumbuh menjadi pintar tidak boleh kehilangan santun.

Di sekolah ini, karakter anak bangsa sedang ditempa untuk menjadi pribadi yang mandiri, tahu diri, dan tetap bangga menjadi manusia Sunda. (kang tatang)

Berita Terkait

Sanksi Berat Menanti Perusahaan Pelaku Pencemaran Udara di Indonesia
Memutus Rantai Malu: Mengapa Sekolah Harus Berhenti Menagih Tunggakan Biaya kepada Siswa
Urgensi “BLT Perlengkapan Sekolah”: Memutus Beban Rutin Keluarga Miskin Pasca-PPDB
Catatan Perjalanan: Merajut Silaturahmi dalam Deburan Ombak Pangandaran Bersama KGT
Habis Lulus Terbitlah Uang: Kapan Lingkaran Setan Ini Bisa Terpatahkan?
SMP Negeri 2 Rancakalong dan SDIT Miftahul Ulum Cinere Depok Dua Sekolah di Indonesia yang Miliki Aviary
Pro Kontra Rencana Peluncuran BBM B50: Klaim Hemat Devisa vs Catatan Merah Uji Coba
Desain Ruang Kelas  Dinilai Masih Sarat Intervensi Politik, Guru Besar ITB Desak Evaluasi Total

Berita Terkait

Sabtu, 4 Juli 2026 - 10:00 WIB

Sanksi Berat Menanti Perusahaan Pelaku Pencemaran Udara di Indonesia

Jumat, 3 Juli 2026 - 15:38 WIB

Memupuk Karakter Berbalut Kearifan Lokal di SMPN 4 Jatinangor

Rabu, 1 Juli 2026 - 19:16 WIB

Memutus Rantai Malu: Mengapa Sekolah Harus Berhenti Menagih Tunggakan Biaya kepada Siswa

Selasa, 30 Juni 2026 - 23:14 WIB

Urgensi “BLT Perlengkapan Sekolah”: Memutus Beban Rutin Keluarga Miskin Pasca-PPDB

Selasa, 30 Juni 2026 - 17:28 WIB

Catatan Perjalanan: Merajut Silaturahmi dalam Deburan Ombak Pangandaran Bersama KGT

Berita Terbaru