HARIAN SUMEDANG — Pemerintah Kabupaten Majalengka bersama Badan Narkotika Nasional Republik Indonesia (BNN RI) memperkuat sinergi strategis dalam mengantisipasi dan memutus rantai peredaran gelap narkotika.
Komitmen bersama tersebut ditegaskan dalam agenda kunjungan kerja dan kuliah umum pencegahan narkoba yang berlangsung di Auditorium Universitas Majalengka (UNMA) pada Kamis (6/8/2026).
Berdasarkan keterangan resmi Diskominfo Majalengka, kegiatan ini dihadiri langsung oleh Kepala BNN RI, Komjen Pol. Dr. H. Suyudi Aryo Seto, S.I.K., S.H., M.Si..
Hadir mengikuti acara, jajaran Pemkab Majalengka, civitas akademika UNMA, serta para kepala desa se-Kabupaten Majalengka.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menyambut hangat kedatangan Kepala BNN RI yang memiliki ikatan historis dengan wilayah tersebut, mengingat Komjen Pol. Suyudi pernah menjabat sebagai Kapolres Majalengka.
Dalam sambutannya, Eman menyoroti laju transformasi infrastruktur dan kemajuan ekonomi Majalengka yang kian pesat.
Keberadaan Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) Kertajati, akses Tol Cisumdawu dan Cipali, konektivitas Pelabuhan Patimban, hingga Jalur Timur Lingkar Majalengka (Jatilima) sepanjang 44 kilometer dinilai mendorong lonjakan mobilitas masyarakat.
Ditambah lagi, Majalengka ditopang bonus demografi dengan komposisi penduduk usia produktif yang signifikan.
Namun, di balik pesatnya konektivitas tersebut, Pemkab Majalengka mewaspadai kerentanan masuknya jaringan peredaran narkotika. Data Satresnarkoba Polres Majalengka mencatat sebanyak 61 kasus berhasil diungkap sepanjang tahun 2025.
Sementara itu, pada tahun berjalan (2026), sudah terungkap 36 kasus dengan beragam jenis barang bukti, seperti sabu, tembakau sintetis, psikotropika, hingga obat keras terbatas (OKT).
“Menghadapi tantangan ini, Pemkab Majalengka mengedepankan pendekatan pencegahan primer serta memohon dukungan dan penguatan sinergi berkelanjutan dari BNN RI, BNNP Jawa Barat, dan BNNK Kuningan,” ujar Bupati Majalengka.
Menanggapi hal tersebut, Kepala BNN RI Komjen Pol. Dr. H. Suyudi Aryo Seto menegaskan bahwa penanganan ancaman narkotika membutuhkan keterlibatan seluruh elemen bangsa, mulai dari jajaran pemerintah daerah, akademisi, tokoh masyarakat, hingga generasi muda.
“Perang melawan narkotika adalah tanggung jawab kita bersama. Kemajuan ekonomi, infrastruktur, bandara, maupun jalan tol tidak akan ada artinya apabila generasi mudanya kehilangan kesehatan, karakter, integritas, dan produktivitas.
Baca Juga:
Hasil Revitalisasi SD Negeri Cikareo II Ditinjau Bupati H. Dony Ahmad Munir
Trinasolar Pasok Panel Surya untuk PLTS 25 MWp Bugallon di Filipina
Melindungi generasi muda dari ancaman narkoba adalah bagian utama dari menjaga kedaulatan bangsa menuju Visi Indonesia Emas 2045,” tegas Suyudi.
Ia juga mengingatkan kian kompleksnya modus operandi jaringan narkotika saat ini, yang memanfaatkan platform digital, media sosial, sistem keuangan modern, hingga penyalahgunaan jasa kurir logistik legal.
Mengutip data World Drug Report, diperkirakan lebih dari 331 juta orang di dunia terpapar narkoba. Di Indonesia sendiri, tingkat prevalensi penyalahgunaan masih cukup tinggi dan didominasi oleh kelompok usia produktif (15–24 tahun).
Oleh karena itu, BNN RI mengajak mahasiswa dan elemen masyarakat Majalengka untuk bertindak sebagai pelopor (agent of change) dalam membentengi lingkungan dari bahaya narkoba menuju terwujudnya Majalengka yang Bersih dari Narkoba (Bersinar).
Acara dilanjutkan dengan sesi interaktif, di mana Kepala BNN RI menyerahkan apresiasi berupa hadiah sepeda gunung serta doorprize kepada sejumlah mahasiswa dan pelajar yang berhasil menjawab pertanyaan seputar pencegahan bahaya narkotika. ( Abdul Haris )








