HARIAN SUMEDANG — Program revitalisasi satuan pendidikan di Kabupaten Majalengka mulai menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas Kegiatan Belajar Mengajar (KBM).
Perbaikan sarana dan prasarana sekolah tidak hanya menjadikan lingkungan pendidikan lebih layak, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman bagi siswa selama proses belajar.
Bupati Majalengka, Eman Suherman, menegaskan bahwa pembangunan pendidikan memerlukan keterpaduan antara kualitas tenaga pendidik dan ketersediaan sarana pendukung yang memadai.
Demikian berdasarkan keterangan resmi Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Majalengka yang dirilis pada Rabu (16/9/2026),
Revitalisasi sekolah ini bukan sekadar memperbaiki bangunan. Yang paling penting adalah bagaimana anak-anak kita bisa belajar dengan aman, nyaman, dan lebih bersemangat.
” Ketika ruang kelasnya layak dan lingkungan sekolahnya baik, tentu akan memberikan pengaruh terhadap kualitas belajar mereka,” ujar Eman.
Guna mengatasi keterbatasan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), Pemkab Majalengka secara aktif melancarkan strategi “jemput bola”.
Hal itu dilakukan dengan mengajukan usulan bantuan ke pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Langkah ini diambil mengingat besarnya kebutuhan rehabilitasi sekolah di wilayah tersebut.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Majalengka, H. Muhamad Umar Ma’ruf, menyampaikan bahwa program ini mencakup 130 sekolah dari jenjang PAUD, TK, SD, hingga SMP.
Baca Juga:
Bukan Soal Dari Mana Memulai, Mahasiswa Horizon Education Buktikan Setiap Mimpi Layak Diperjuangkan
Amos International Candy Festival 2026 Hadirkan Inovasi Manis untuk Hidup yang Lebih Ceria dan Sehat
Pengerjaan dilakukan secara menyeluruh, meliputi pembenahan ruang kelas, toilet, ruang UKS, dan sarana penunjang lainnya guna mendukung visi Majalengka Langkung Sae.
(42), warga Banjaran, dan Dedi (45), warga Palasah, mengapresiasi langkah pemerintah daerah yang dinilai memberikan ketenangan bagi para orang tua serta meningkatkan fokus belajar anak.
Warga berharap program ini dapat terus berlanjut disertai upaya pemeliharaan fasilitas secara berkala. ( Abdul Haris )







