SURIAN — Sebanyak empat Sekolah Dasar (SD) di Kecamatan Surian, Kabupaten Sumedang, serempak menggelar acara kenaikan kelas dan pelepasan siswa kelas VI pada Sabtu (27/6/2026). Keempat sekolah tersebut meliputi SD Situbatu, SD Wanasari 1, SD Wanasari 2, dan SD Pasirwareng.
Berdasarkan pantauan di lapangan, jalannya acara di beberapa sekolah—seperti SD Situbatu dan SD Wanasari 2 di Desa Pamekarsari—berlangsung meriah dan khidmat. Kemeriahan tersebut diwarnai oleh berbagai pentas seni dan kreativitas siswa, salah satunya prosesi upacara adat pelepasan kelas VI yang berhasil memukau sekaligus membawa suasana haru bagi para guru dan orang tua murid.
Kepala SD Situbatu, Toto, S.Pd., dalam sambutannya mengonfirmasi bahwa pelaksanaan hari ini merupakan kloter terakhir dari rangkaian acara perpisahan sekolah di wilayah Kecamatan Surian.
“Hari ini ada empat SD yang melaksanakan kenaikan dan pelepasan kelas VI secara bersamaan. Sementara untuk sekolah dasar lainnya di Kecamatan Surian sudah lebih dulu melaksanakan. Jadi, ini adalah hari terakhir,” ujar Toto, Sabtu (27/6/2026).
Table of Contents
ToggleRencana Rehabilitasi Infrastruktur Sekolah
Selain momentum pelepasan siswa, Toto juga membawa kabar baik terkait peningkatan fasilitas penunjang belajar-mengajar di SD Situbatu untuk tahun anggaran 2026. Pihak sekolah dipastikan akan segera menerima bantuan rehabilitasi fisik.
“Insya Allah, tahun 2026 ini SD Situbatu akan mendapatkan rehab ruang belajar siswa, rehab bangunan perpustakaan, serta pembangunan pemagaran sekolah,” jelasnya.
Ia berharap perbaikan infrastruktur ini dapat berjalan lancar dan menjadi stimulus bagi para siswa untuk belajar lebih giat. “Semoga rencana rehab ini memotivasi siswa untuk lebih rajin dan semangat belajar, sehingga mampu mencapai prestasi yang lebih baik ke depannya,” tambah Toto.
Komite Sekolah Minta Libatkan Warga Lokal
Menanggapi rencana renovasi tersebut, Ketua Komite SD Situbatu, Enjang Hermawan, S.Pdi., menjelaskan bahwa turunnya anggaran rehabilitasi ini merupakan buah dari pengajuan bersama antara pihak sekolah dan komite.
Enjang menyebutkan bahwa proyek fisik ini nantinya akan dikerjakan oleh pihak ketiga selaku kontraktor. Kendati demikian, ia menegaskan pentingnya keterlibatan masyarakat sekitar dalam proses pembangunan.
Baca Juga:
Genjot PAD Lewat Retribusi TKA, DK2UKM Majalengka Optimalkan Pengawasan dan Creative Financing
Peringati Hari Bhayangkara dan Tahun Baru Islam, 82 Anak di Sumedang Ikuti Khitanan Massal
Ajang “The Hue of China – Chinese Peasant Painting Exhibition” Sukses Memikat Pengunjung di Jakarta
“Karena pelaksanaan rehab ini akan dilaksanakan oleh pihak ketiga, kami sangat berharap agar penyerapan tenaga kerjanya dapat melibatkan warga setempat,” kata Enjang.
Ia juga mengingatkan pihak kontraktor agar menjaga kualitas bangunan secara optimal dan tidak bekerja asal-asalan. “Kami berharap hasil rehab ini memuaskan dan tahan lama. Jangan asal jadi, sehingga struktur kekuatannya tidak bertahan lama,” pungkasnya. (Spd)








