Icang Rahadian Praktisi Hukum Ketua Umum IWOI Sudah Saatnya TVRI Berorientasi Profit

- Pewarta

Rabu, 20 November 2024 - 10:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Icang Rahadian, Praktisi Hukum yang juga Ketua Umum IWOI ( ft. IWOI )

Icang Rahadian, Praktisi Hukum yang juga Ketua Umum IWOI ( ft. IWOI )

Saya targetkan dua tahun saja TVRI mengandalkan APBN, setelah dua tahun, saya mampu menjadikan TVRI mandiri untuk segala macam biaya operasionalnya, ” ucapnya.

HARIANSUMEDANG.COM  – Televisi Republik Indonesia (TVRI) kini dalam situasi mengenaskan.

Selain dikepung persaingan TV swasta, pengelolaan manajemennya pun seakan mengabaikan profit. kunci utama keberlangsungan hidup TVRI.

Disaat berlangsung hajatan besar pemerintah, stasiun yang diharapkan menjadi andalan pemerintah itu, justru seperti tersisih kehilangan perannya.

“Lihatlah, debat-debat Pilkada ramai di TV swasta. Tapi tidak ada satu debat pun berlangsung di TVRI. Pilkada ini hajat pemerintah lho, ” ungkap Icang Rahadian, SH.

” Lalu di mana peran TVRI sebagai lembaga andalan pemerintah?” demikian retoris pengamat dan praktisi pertelevisian itu.

Menurutnta, sudah saatnya TVRI dikelola  orang-orang profesional. Mereka yang mau berfikir profit untuk kelanjutan profesionalisme TVRI.

Dalam amatan Icang, berulangkali pergantian Direktur Utama (Dirut), hasilnya masih  diam di tempat.

“TVRI itu harus dikelola orang lapangan. Bukan yang cuma duduk sebatas dengan Direksi. Tapi yang mau turun ke bawah. Sampe dia tahu celah kekurangan operasionalnya” tegasnya.

Icang dalam sebuah acara mengaku pernah melihat  kru liputan TVRI. Nampaknya, kru tadi melakukan liputan terburu-buru.

Didorong  rasa ingin tahu, Icang bertanya. ” Ko buru-buru begitu, Mas?”. Kru TVRI itu menjawabnya, ” Iya Pa. Ini kameranya sudah ditunggu di kantor. Mau dipake lagi kru yang lain,” jawabnya.

Icang tercengang. kok  lembaga penyiaran dengan embel-embel Republik Indonesia, harus menggunakan kamera bergantian. Padahal menurutnya, TVRI punya potensi ubtuk  besar, asal dikelola secara profesional.

“TVRI punya negara, masa kalah sama TVRI swasta? Sampe satu kamera harus dipake bergantian,” gumamnya lagi sambil tersenyum.

Jika dikelola dengan profesional, imbuh Icang, TVRI sangat bisa untuk tidak melulu mengandalkan APBN dalam menjalankan operasionalnya.

“Banyak peluang bagi TVRI kerjasama dengan luar. Bahkan, menurutnya, setiap departemen diharuskan ada wartawan TVRI, ” opsinya.

Icang dengan nada berseloroh, berandai andai -andai bila ia jadi Dirut TVRI, ” Saya targetkan dua tahun saja TVRI mengandalkan APBN, ” katanya. setelah dua tahun, ia akan menjadikan TVRI mandiri untuk segala macam biaya operasionalnya.

Icang yang Ketua Umum Ikatan Wartawan Online (IWO) Indonesia, praktisi hukum dan juga pemerhati dunia digitalisasi media jurnalis menyayangkan, lembaga penyiaran sebesar TVRI tidak ada yang mampu berpikir untuk bisa mandiri.

“Tak ada yang berpikir bagaimana TVRI memperoleh laba. Padahal, modal ini penting untuk menaikan mutu dan semangat kreatifitas kru di dalamnya,” jelasnya.

Dalam hitungan Icang, tidak sedikit berdiri BUMN, bahkan ratusan. Tiap BUMN punya anggaran belanja iklan. Ini potensi besar yang bisa digarap TVRI.

Menurut Icang, jika hari ini TVRI masih bernaung dalam Lembaga Penyiaran Pemerintah (LPP), masih memungkinkan dirubah menjadi persero.

“Rubah status TVRI dari LPP menjadi persero. Konsep ini tentu harus diparipurnakan dulu di DPR,” tegasnya, dengan menyebut beberapa televisi  pernah diprakarsai hingga siaran.

( Abdul Haris Nasution ) ***

Berita Terkait

Pendaftaran Peserta Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Resmi Dibuka Hari Ini 5 Agustus 2026
Lintas Iman Resmi Deklarasikan Gerakan Jaga Hutan Papua Barat Daya
Lebih Dari 17 Ribu Masyarakat Jawa Barat Rasakan Manfaat Program TJSL PLN*
Kemhan Resmi Hentikan Latsarmil bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia
Inilah Silsilah Nama Desa “Gudang” di Beberapa Wilayah Nusantara
Jadi Tuan Rumah FABC 2026, Indonesia Siap Tampilkan Potret Kerukunan Lintas Agama ke Kancah Asia
Tolak Permohonan Justice Collaborator Tersangka SS Perkara Tata Kelola MBG
Cetak Rekor, Produksi Beras Indonesia 2026 Melonjak di Tengah Kontraksi Global

Berita Terkait

Rabu, 5 Agustus 2026 - 21:34 WIB

Pendaftaran Peserta Upacara HUT Ke-81 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka Resmi Dibuka Hari Ini 5 Agustus 2026

Jumat, 31 Juli 2026 - 07:52 WIB

Lintas Iman Resmi Deklarasikan Gerakan Jaga Hutan Papua Barat Daya

Jumat, 17 Juli 2026 - 19:33 WIB

Lebih Dari 17 Ribu Masyarakat Jawa Barat Rasakan Manfaat Program TJSL PLN*

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:23 WIB

Kemhan Resmi Hentikan Latsarmil bagi Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia

Jumat, 26 Juni 2026 - 16:16 WIB

Inilah Silsilah Nama Desa “Gudang” di Beberapa Wilayah Nusantara

Berita Terbaru