TANJUNGSARI – Bila Kecamatan Jatinangor dikenal sebagai Kawasan Pendidikan, maka Kecamatan Tanjungsari layak disebut sebagai Kawasan Perdagangan.
Setidaknya, ada beberapa faktor penunjang yang bisa mengukuhkan Kecamatan Tanjungsari sebagai Kawasan Perdagangan.
Pertama, dengan keberadaan Pasar Tradisional Tanjungsari yang akan direvitalisasi menjadi Pasar Semi Modern bahkan bisa menjadi Pasar Modern.
Satu hal yang menarik dari Pasar Tanjungsari, pengguna pasar ini tidak saja dari masyarakat lokal, namun pengunjungnya hingga dari daerah luar Sumedang.
Pasar ini menyediakan kebutuhan pangan yang sangat komplit, bahkan busana-busana yang diperjualkan di Pasar Tanjungsari konon bisa bersaing dengan produk-produk pasar lain.
Selain memiliki pasar heterogen, Tanjungsari juga memiliki pasar homogen seperti Pasar Tembakau dan Pasar Hewan.
Pasar Tembakau Tanjungsari merupakan pasar tembakau omprongan bertaraf internasional, buka setiap hari Selasa dan Sabtu. Dikenal pula dengan sistem jual beli menggunakan pikulan (oblok).
Pasar Tembakau Tanjungsari termasuk dalam daftar pasar tembakau internasional yang sejajar dengan pasar tembakau di Bremen, Jerman.
Di Tanjungsari juga memiliki Pasar Hewan yang telah dikenal ke luar daerah Sumedang. Terutama di jelang Hari Raya Qurban, transaksi di pasar ini bisa bernilai milyaran.
Baca Juga:
Penuh Syukur dan Keberkahan, Salsabila Motor Rayakan Idul Adha 1447 H dengan Berbagi Kurban
Aitech Tingkatkan Sistem AI yang Tangguh dan Teruji di Luar Angkasa Dengan NVIDIA IGX Thor
Uniknya lagi, mungkin jarang orang mengetahuinya, di Tanjungsari ada pasar ayam kampung. Lokasinya di sekitar jembatan Sepur dekat Alun-alun.
Meskipun tidak berbentuk pasar, namun di sekitar itu, tiap harinya terjadi jual beli ayam kampung. Masyarakat yang mau jual ayam kampungnya, banyak yang membawanya ke lokasi itu. *** Tatang Tarmedi








