Krisis Air Bersih di Desa Sulum Aceh Tamiang, Relawan Ini Ungkap Air Keruh untuk Mandi dan Memasak

- Pewarta

Sabtu, 21 Februari 2026 - 18:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH – Mendekati 3 bulan pascabanjir bandang dan tanah longsor, sejumlah wilayah di Aceh Tamiang masih membutuhkan bantuan kemanusiaan.

Saat bencana datang, Aceh Tamiang menjadi salah satu kabupaten di Aceh yang terdampak paling parah sejak akhir November 2025 lalu.

Kini, selain endapan lumpur yang masih tinggi dan menimbun rumah warga, air bersih serta sanitasi juga menjadi PR untuk bisa segera diselesaikan.

Desa Sulum, Kecamatan Sekerak, Aceh Tamiang menjadi salah satu desa yang mengalami krisis air bersih. Warga sehari-hari mengambil air keruh dari sungai.

“Kondisi di sini cukup memprihatinkan, masyarakat masih mengambil air langsung dari sungai yang keruh,” ucap relawan dikutip unggahan video di akun Instagram @ria.audinaa pada Sabtu, 21/2/2026.

“Air tersebut disedot menggunakan mesin, kemudian ditampung untuk digunakan sehari-hari. Mulai dari mandi, masak, hingga diminum,” terangnya.

Lebih lanjut, ia juga menuturkan bahwa menurut pengakuan warga, masyarakat di Desa Sulum belum pernah mendapatkan bantuan air bersih untuk memasak maupun minum.

“Selain itu fasilitas WC yang layak juga belum mereka dapatkan,” imbuhnya.
Kondisi tersebut tentu memunculkan risiko pada gangguan kesehatan yang mungkin muncul.

Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Tamiang mengungkapkan telah membentuk tim percepatan pemulihan jaringan transmisi air untuk memperbaiki jaringan yang terganggu pascabencana banjir bandang.

PDAM juga mengakui bahwa air sungai di Aceh Tamiang berada di kategori yang sangat keruh, padahal air sungai merupakan bahan baku air jernih yang diolah oleh PDAM.

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian juga sempat menginstruksikan kepada Satuan Tugas (Satgas) Kuala TNI untuk membersihkan kuala atau muara sungai dari endapan lumpur bekas banjir.
***

Berita Terkait

BGN Buka Opsi Coret Siswa SMA dari Daftar Penerima Makan Bergizi Gratis pada 2027
Pusaran Korupsi Badan Gizi Nasional: Menanti Babak Baru Setelah Pengajuan Justice Collaborator
JPU Tolak Seluruh Pledoi Nadiem Makarim dalam Sidang Replik Kasus Korupsi Chromebook
Muncul Perdana usai Didapuk Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang Ungkap Alasan Militer Urus MBG
Hari Pertama Penyaluran, TASPEN Rampungkan 99% Pembayaran Gaji ke-13 Pensiunan ASN
Pemerintah Perbarui Data Penerima Bansos Juni 2026, Fokuskan Penyaluran untuk Desil 1-4
Prabowo Copot Dadan Hindayana dari Jabatan Kepala Badan Gizi Nasional (BGN)
Maksimalkan Media Sosial, Menkum Supratman Andi Agtas Dorong Respons Cepat Pelayanan Publik dan Transparansi Karier ASN

Berita Terkait

Kamis, 11 Juni 2026 - 10:07 WIB

Pusaran Korupsi Badan Gizi Nasional: Menanti Babak Baru Setelah Pengajuan Justice Collaborator

Rabu, 10 Juni 2026 - 10:51 WIB

JPU Tolak Seluruh Pledoi Nadiem Makarim dalam Sidang Replik Kasus Korupsi Chromebook

Jumat, 5 Juni 2026 - 03:11 WIB

Muncul Perdana usai Didapuk Jadi Kepala BGN, Nanik Deyang Ungkap Alasan Militer Urus MBG

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:04 WIB

Hari Pertama Penyaluran, TASPEN Rampungkan 99% Pembayaran Gaji ke-13 Pensiunan ASN

Rabu, 3 Juni 2026 - 17:01 WIB

Pemerintah Perbarui Data Penerima Bansos Juni 2026, Fokuskan Penyaluran untuk Desil 1-4

Berita Terbaru