Marak Praktik Perdukunan Stempel Setiap Tamu Keturunan Raja-Raja dan Bupati Sumedang Tempo Dulu

- Pewarta

Kamis, 18 Januari 2024 - 04:04 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Juru Kunci makam keramat Dayeuhluhur H. Aceng Hermawan. (Dok. Hariansumedang/pTatang)

Juru Kunci makam keramat Dayeuhluhur H. Aceng Hermawan. (Dok. Hariansumedang/pTatang)

HARIANSUMEDANG.COM –Masih marak praktik perdukunan dengan cara kesurupan menstempel setiap tamu keturunan Raja-Raja dan Bupati Sumedang tempo dulu.

Nama Raja-Raja dan Bupati Sumedang tempo dulu yang kerap dijadikan objek perdukunannya dari mulai Prabu Guru Aji Putih, Prabu Geusan Ulun, Jaya Perkosa dan lainnya lagi.

Mereka, para dukun, berani menyebut angka keturunannya sehingga si tamu mengakukan ke orang-orang dirinya keturunan kesekian dari Dalam Sumedang tersebut.

Beberapa dukun bahkan mendatangi pejabat-pejabat penting dan melakukan hal sama. Ironisnya, si pejabat itu begitu percaya terhadap ungkapan sang dukun.

BACA JUGA :

Di SMK Korpri Sumedang Tunggakan Biaya Pendidikan Bisa Dicicil Dengan Prestasi

Kades Surian Karto Ganda Permana Pantang Membentuk Kepemimpinan dan Memulai pekerjaan Penting di Hari Sabtu

Cukup marak fenomena praktik perdukuman dengan modus seperti tadi, Juru Kunci makam keramat Dayeuhluhur H. Aceng Hermawan angkat bicara.

Menurutnya, semua itu tidak lepas dari seni perdukunan, ” Bila tidak melakukan itu, dia tidak akan dapat uang,” ujar Aceng.

Keturunan Raja atau Bupati Sumedang tempo dulu, kata Aceng, telah jelas silsilah keturunannya sesuai dengan data di Museum Prabu Geusan Ulum.

“Tidak bisa sembarang begitu saja ngaku-ngaku. Apalagi menstempel keturunan Jaya Perkosa. Sebab, kandaga lante ini tidak terkabarkan memiliki istri. Jadi bagaimana mau ada keturunannya,” ujar Aceng lagi.

Jaya Perkasa, lanjut Kuncen yang pernah jadi Anggota DPRD Sumedang, salah seorang jagoan perang dari Kerajaan Pajajaran yang diutus untuk memberikan Mahkota Binokasih kepada Ratu Sumedang.

“Ia datang bertiga bersama Terong Peot dan Kondanghapa untuk menyerahkan mahkota Kerajaan Pajajaran ke Ratu Pucuk Umun,” tutur Aceng.

Ke tiga Kandaga Lante dari Kerajaam Pajajaean itu, tutur Aceng lagi, akhirnya mengabdikan diri jadi kepala perang Kerajaan Sumedang Larang dan pernah habis-habisan menghadapi bala tenrara Kerajaan Cirebon. (Tang)

Berita Terkait

Bupati Sumedang Tekankan Dinas Sosial Adalah Wajah Kepedulian Pemerintah: Layani dengan Hati dan Empati
Isi Jabatan Kosong, Camat Buahdua Lantik Dua Anggota BPD PAW Desa Mekarmukti
Pekerja Bangunan di Buahdua Tersengat Listrik Tegangan Tinggi, Alami Luka Bakar Serius
Bersembunyi di Ketinggian Kota, SMPN 9 Sumedang Hadirkan Sekolah Berarsitektur Unik
Dari Sekolah Favorit hingga SMPN 1 Tanjungsari: Refleksi Akhir Masa Jabatan H. Edeng Sutarya
Wakil Ketua DPRD Sumedang Hadiri Pelantikan Kades Cintamulya dan Banyuresmi 
Sertijab Kapolres Sumedang: Bupati Dony Apresiasi Inovasi Sandityo Mahardika, Sambut AKBP Reza Ma’ruffi
Pembekalan Materi Self Leadership bagi Aparatur Sipil Negara (ASN) berprestasi di Sumedang

Berita Terkait

Senin, 3 Agustus 2026 - 16:08 WIB

Bupati Sumedang Tekankan Dinas Sosial Adalah Wajah Kepedulian Pemerintah: Layani dengan Hati dan Empati

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:54 WIB

Isi Jabatan Kosong, Camat Buahdua Lantik Dua Anggota BPD PAW Desa Mekarmukti

Senin, 3 Agustus 2026 - 15:44 WIB

Pekerja Bangunan di Buahdua Tersengat Listrik Tegangan Tinggi, Alami Luka Bakar Serius

Minggu, 2 Agustus 2026 - 14:29 WIB

Bersembunyi di Ketinggian Kota, SMPN 9 Sumedang Hadirkan Sekolah Berarsitektur Unik

Jumat, 31 Juli 2026 - 10:19 WIB

Dari Sekolah Favorit hingga SMPN 1 Tanjungsari: Refleksi Akhir Masa Jabatan H. Edeng Sutarya

Berita Terbaru

Pers Rilis

China-ASEAN Alliance for Lifelong Learning Resmi Diluncurkan

Selasa, 4 Agu 2026 - 01:12 WIB