HARIAN SUMEDANG – Pemerintah Kabupaten Majalengka mempercepat realisasi program strategis nasional dan daerah, dengan fokus utama pada akselerasi swasembada pangan serta optimalisasi pengelolaan sampah.
Komitmen tersebut ditegaskan langsung oleh Bupati Majalengka, Eman Suherman, saat memimpin Apel Pagi di Lapangan Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Majalengka pada Selasa (7/7/2026).
Bupati Eman menyatakan bahwa langkah taktis ini diambil guna mendukung penuh amanat Presiden RI Prabowo Subianto dalam memperkuat ketahanan pangan nasional, sekaligus mengejar tenggat waktu ketat pengelolaan sampah dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK).
Sebagai wujud nyata dukungan terhadap swasembada pangan, Pemkab Majalengka menyalurkan berbagai stimulan pertanian. Bantuan yang diberikan meliputi alokasi sarana dan prasarana untuk dua kelompok tani prasejahtera, program perluasan lahan tembakau, serta pendistribusian 150 unit alat penyemprot tangan (hand sprayer) modern.
“Langkah ini selaras dengan pencapaian nasional, di mana Indonesia sejak tahun 2025 telah berhasil menghentikan total impor beras dan mencatat surplus komoditas pangan hingga 4,1 juta ton,” ujar Eman.
Bupati juga mengapresiasi visi kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto yang dinilai berhasil merombak tata kelola agraria secara tuntas melalui pemanfaatan jutaan hektare lahan potensial, termasuk konversi lahan gambut menjadi area pertanian produktif.
Strategi DKP3: Mekanisasi Lahan dan Genjot Produktivitas
Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kabupaten Majalengka, H. Gatot Sulaeman, memaparkan rencana teknis di lapangan. DKP3 saat ini tengah melakukan pemetaan ulang dan maksimalisasi lahan tidur serta lahan marginal untuk meningkatkan indeks pertanaman (IP) di tengah tantangan perubahan iklim 2026.
Gatot menjelaskan, perluasan lahan tembakau di Majalengka disokong oleh Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) untuk mendongkrak produktivitas serta kesejahteraan kelompok tani prasejahtera.
Sebagai salah satu lumbung padi di Jawa Barat, DKP3 Majalengka berkomitmen menjaga stabilitas pasokan pangan lokal dan nasional. Optimisme ini diperkuat oleh capaian positif pada panen raya Maret 2026 lalu.
Baca Juga:
Tekan Angka Tuberkulosis, Puskesmas Jatinangor Intensifkan Program Pengawas Menelan Obat (PMO)
Pamulihan Sabet Juara Umum MTQ ke-49 Kabupaten Sumedang 2026
“Produktivitas lahan di beberapa kecamatan seperti Kertajati, Jatitujuh, dan Jatiwangi berhasil mencetak rekor tinggi, yakni mencapai 10,7 hingga 11,5 ton per hektare. Angka ini mendongkrak akumulasi surplus beras di tingkat daerah secara signifikan,” kata Gatot.
Melalui kombinasi mekanisasi pertanian, efisiensi air, dan stimulus sarana prasarana, Pemkab Majalengka optimistis surplus pangan dapat terus terjaga stabil, sekaligus memastikan harga gabah di tingkat petani tetap menguntungkan. ( Abdul Haris ) ****







